BIDIKAN CINTA UNTUK KIM DAE JUNG

BIDIKAN CINTA UNTUK KIM DAE JUNG
TRAGEDI LENYAP RATUSAN NYAWA


__ADS_3

Dae Jung masih tetap menenangkan Anna, meyakinkan istrinya agar kesalahpahaman ini tidak berlanjut.


Anna menatap nanar, tarikan nafasnya ia stabilkan terlebih dulu, wajahnya mulai menyungging senyum konyol lagi lalu berkata,


"Apa aktingku tadi bagus?" tanyanya.


Dae Jung terkejut lagi, dia masih mengamati perubahan Anna yang tadinya sangar berubah sumringah.


"Aku tadi cuma akting saja." Anna menambahkan lagi.


"Benarkah? Oh, aku takut sekali, Anna .." Dae Jung memeluknya.


"Belakang kamu sakit?" Anna mengusap belakang Dae Jing yang sempat terbanting di lantai.


"Itu tidak penting, yang jelas kamu tidak marah." Sahutnya.


"Aku sengaja seperti itu, agar Bora jera mengganggu dengan cara tidak baik, semoga saja dia sudah jera," imbuh Anna.


"Aku kira kamu tidak percaya,"


"Hubungan itu harus di dasari cinta dan kepercayaan, aku tahu kamu sudah mencintaiku, dan aku harus mempercayai itu." Terang Anna.


"Aku juga tidak tahu, kenapa Bora sampai disini." Tukas Dae Jung memperbaiki celananya kembali.


"Ada yang pasti membocorkannya, Ji Yeong tadi sudah mengamati pergerakan Bora dan dua orang suruhannya, jadi kami berpura-pura ke toko souvenir." Jelas Anna.


Rencana Bora sudah jauh tercium oleh Ji Yeong yang tiada henti mengintai pergerakan kedua asistent Bora yang kebablasan.


Bora di bopong kedua asistentnya memasuki kamar, dengan pipi yang masih memerah, Bora meraih telpon untuk menelpon Ibunya.


"Ibu, kita harus lebih kejam ke mereka." Ujar Bora pada ibunya di telpon.


Dendam Bora makin berkesumat, membuncah, penolakan Dae Jung dan perlakuan Anna buat cara mainnya halusnya sudah habis, dia akan ikuti permainan sekutu Ibunya tersebut, menghancurkan segala yang berhubungan dengan Korain.

__ADS_1


"Besok kita akan memberi kejutan ke mereka." Tukas Bibi Nami terdengar di telpon.


**************


Siang yang menggemparkan Korea selatan, ada puluhan wartawan yang meliput tragedi pengeboman bunuh diri terjadi dua tempat berlokasi di pabrik Korain dan mall Korain.


Di pabrik tekstil Korain, ratusan karyawan meregang nyawa, hingga semua yang ada di dalam pabrik hancur berkeping-keping, kepanikan dengan ledakan tersebut buat masyarakat di sekitar pabrik ketakutan.


Sementara di tempat yang berbeda, Mall Korain yang tadinya bangunan kokoh yang megah telah rata dengan tanah, pengunjung ada yang meninggal di tempat juga sebagian luka parah akibat reruntuhan bangunan yang berlantai lima tersebut.


Badan kepolisian masih mengupayakan penyelamatan pada korban yang tertimpa bangunan, para manager Korain masih mendampingi puluhan penyelidik untuk mengetahui motif bom bunuh diri yang menyerang Korain di siang ini.


Kabar itu sudah sampai ke Maldives, Dae Jung masih mendengarkan laporan managernya, video rekaman tragedi pengeboman Korain masih terputar di layar laptopnya. Ji Yeong masih saja memperhatikan video keadaan pemadam kebakaran yang bertaruh melawan api yang menghanguskan pabrik besar tersebut.


Dae Jung berusaha tenang di situasi ini, namun raut wajahnya nampak jelas bahwa dia sedang keadaan tidak baik.


"Kita kembali ke Seoul sekarang." Tukasnya pada Ji Yeong.


Yuna dan Anna hanya bisa diam di situasi ini, mereka hanya bisa mengikuti langkah dua pria yang akan bergelut dengan musibah besar menimpa Korain.


Di belahan Soeul lainnya, ada Bibi Nami yang sedang menyaksikan berita pengeboman itu di layar tvnya. Senyuman jahat tersungging lagi di wajah yang menuanya, ada rasa puas melihat keadaan Korain yang luluhlantah dengan korban berserakan.


"Halo, Kamu laurbiasa, ini kartu joker kita sekarang." Imbuhnya pada seseoramg di telpon yang tak lain adalah sekutunya.


"Saya yakin, jantung mereka sekarang berpacu dengan ketegangan tinggi." Sahut suara pria itu.


"Kamu memang sangat bisa diandalkan, ternyata tidak rugi menjadi rekan kerjamu." Bibi Nami sekali lagi memujinya.


Pria itu memutuskan telponnya, mereka sudah merasa menang melawan Korain yang sudah sedari dulu berniat ingin di hancurkan oleh pria itu.


Ada banyak nyawa yang mereka sudah korbankan, Chua Ha salah satunya, guru private Anna sesungguhnya di bunuh oleh mafia itu, lalu menjadikan Jun Hyun sekutu, namun pria yang ia anggap bodoh malah jatuh cinta pada Nona baru Korain hingga rencana mereka gagal.


Sekarang, ribuan nyawa tak bersalah pun di libatkan oleh aksi tak berprikemanusiaan mereka. Cara ini agar Presdir Hang dan Dae Jung tahu bagaimana di tikam secara sadis dari belakang namun tak berdarah.

__ADS_1


Sepanjang perjalanan ke Seoul, Dae Jung hanya membisu, matanya menatap kosong ke luar jendela pesawat yang berselimut awan, di dalam hatinya bercampur aduk, sebagai pemimpin dan pemilik perusahaan, tentu ini akan jadi tugas paling besarnga bertanggungjawab dalam musibah ini.


Anna memilih untuk membiarkan Dae Jung sendiri dulu, hingga pria itu butuh di temani, Anna tahu betul bila keadaan seperti ini, Dae Jung hanya butuh sendiri ruang untuk merenung.


Yuna yang duduk bersama Anna di jok belakang mulai menganalisa, dan dirinya begitu yakin bahwa pengeboman bunuh diri ini bukan karna kebetulan melainkan sudah di rencanakan oleh seseorang.


"Anna, kamu pasti juga berpikir sama denganku." Tukas Yuna.


"Semua pasti berspekulasi demikian,"


"Kira-kira siapa dalang semua ini? Aku bisa menebaknya."


Anna mengingat lagi perkataan Jun Hyun sewaktu dia di culik, bahwa Korain punya banyak musuh akibat dari perbuatan Ayah mertuanya, Kim Do Hang. Terlepas benar atau tidaknya, sedikit demi sedikit semua itu terbukti dengan semua yang terjadi menimpa pada Korain dan Dae Jung.


"Aku yakin, ini pasti Ibu dan anak psikopat itu juga di baliknya." Yuna berkata penuh keyakinan.


Anna menolehkan wajah ke arahnya, benar, bisa saja Bibi Nami dan Bora ikut andil dalam memainkan peran jahat ini.


"Kamu juga berpikir sama, kan?" tanya Yuna padanya.


"Iya, tapi aku tidak ingin berbuat banyak lagi. Aku hanya bisa menguatkan Dae Jung, aku takut kandunganku justru jadi sasaran mereka."


Ji Yeong yang duduk di samping Dae Jung mencoba berkomunikasi lagi,


"Tuan Kim, sepertinya kita sudah mulai di serang. Mereka sudah menampakkan pemberontakkannya." Ujar Ji Yeong yang kembali bersikap formal pada sahabatnya itu.


"Aku tahu, hanya ada satu tempat kita untuk menggali informasi, yaitu Jun Hyun." Sahut Dae Jung.


"Aku akan berfokus pada keadaan korban dan Korain, dan tolong kamu selidiki siapa pelaku di balik ini semua, paksa Jun Hyun untuk mengaku." Titah Dae Jung.


Ji Yeong mengangguk, dia tahu apa yang harus di kerjakan olehnya, jika Jun Hyun tak mau mengakui, maka dia akan bertindak secara paksa pada suadara tiri Dae Jung itu.


"Satu lagi, jangan lepaskan Bora dan Ibunya masuk di daftar kecurigaan kita. Aku mulai letih dengan permainan ganda ini." Dae Jung menambahkan lagi.

__ADS_1


Pria itu memang sudah mencurigai sikap Bora yang seperti di tuntun, Bora seakan di jadikan pelengkap dari masalah mereka, seseorang pasti telah menuntunnya melakukan hal yang di luar dari kepribadian Bora yang di kenal sebelumnya, tentu itu tak lepas dari peranan Bibi Nami selaku ibu kandung yang setiap saat mendampingi mantan kekasihnya itu.


__ADS_2