BIDIKAN CINTA UNTUK KIM DAE JUNG

BIDIKAN CINTA UNTUK KIM DAE JUNG
AIR MATA KORAIN


__ADS_3

Bora dan Bibi Nami di amankan polisi. Ibu dan anak itu sudah jadi tersnagka utama. Bira kembali depresi, mulutnya hanya memanggil nama Dae Jung. Sementara Bibi Nami hanya diam melamun, di runagan sel yang gelap dan sempit, dia membayangkan semua kelakuannya yang ia anggap itu adil buat keluarga Korain. Tak apa dia di penjara seumur hidup, asalkan setimpal dengan penderitaan Korain.


Mayat Chung Sang sudah di bawa pulang oleh istri pertamanya, tak ada Ji Yeong menemani, hanya Bibi Ling yang duduk di samping jenazah Chung Sang.


Di rumah kedua Korain, Kakek Hang hanya bisa melihat foto kedua cucunya, juga foto kedua orang tua si kembar itu. Bagi pria berusia lanjut itu, tak ada gunanya aset korain bila dia kehilangan cucu-cucunya. Setiap nafasnya berkerja keras demi kebahagiaan keturunannya, namun takdir begitu mengejutkan diirnya. Benar, tak ada yang mampu hidup sempurna bahagia, akan selalu ada ujian datang, dan itu keharusan dalam hidup manusia.


Semua perkerja Korain menagadakan doa bersama sesuia keyakinan masing-masing. Mereka tak mampu bila Korain kehilangan nyawa hanya tragedi penembakan Chung Sang.


Di rumah sakit Pyeongchamdong, dokter keluar lagi dari rungan pribadinya. Jun Hyun mengikuti dokter senior itu. Sementara Ji Yeong hanya berdiam diri di depan ruangan Anna. Tak ada satu pun yang mampu ia lakukan kali ini, melihat kedua mayat orang terkasihnya pun ia tak sanggup. Entah siapa di antara keduanya kakaknya pergi meninggalkanya.


Yuna berusaha menghibur Anna, menyusun kalimat agar wanita secerdas Anna tak mampu menelaah keadaan yang sudah terjadi. Bu Nas menghampirinya.


"Aku tidak sanggup, Korain akan menangis bila mengetahui ini," dengan suara sesegukan Bu Nas berkata pelan agar suaranya tak di dengar oleh Anna.


"Kita harus kuat di depan Anna, Bu Nas."


"Apakah Dae Jung yang pergi? maksudku? dia yang pergi?" tanya Bu Nas.


Ji Yeong melihat di sekitarnya, memastikan tak ada orang lain yang mendengar percakapan mereka.


"Dae Jung mengalami kebocoran paru-paru, sementara Dae Song hanya jantungnya hanya terkikis peluru tapi mengakibat serangan yang membuatnya stuck sulit berdetak, Dae Jung sangat kecil kemungkinan untuk selamat, Bu Nas simpulkan saja sendiri."


Di dalam kamar, Anna melihat Ji Yeong dan Bu Nas sedang mengobrol dengan wajah mereka redup beraedih. Dia mulai curiga tentang sesuatu yang terjadi tanpa di ketahui olehnya.


"Yuna, apa ada sesuatu yang terjadi yang tidak ketahui? apa ada yang kalian sembunyikan?" tanya Anna meropol Yuna pertanyaan.


Yuna gelapan, dia tak mampu menyusun kata untuk jadi alasan lagi. Anna beranjak turun dari ranjang, tangannya di cegat oleh Yuna.

__ADS_1


"Janga keluar, Anna!"


"Kenapa? aku ingin melihat suamiku dan kakak iparku."


Anna menghempaskan tangan Yuna, dia membuka pintu berlalu begitu saja melewati Ji Yeong dan Bu Nas. Dia tahu, bila menanyakan itu pada kedunaya mereka tidak akan jujur padanya. Sembari memegang perutnya yang membuncit, Anna menyusuri lorong rumah sakit, langkahnya begitu cepat hingga Ji Yoeng dan Bu Nas belum mampu mendekatinya.


Anna sudah tiba di ruang yang di jaga oleh banyak pengawal. Di depan ruangan itu ada Pak Lee. Anna melihat mata Pak Lee dan pengawal itu semua sembab.


"Pak Lee, suamiku dan Kak Dae Song ada di dalam, ?" tanya Anna.


kan


Pak Lee menunduk. Menahan air matanya.


"Iya, Nona. Tuan Kim dan Tuan Song ada di dalam."


Anna bernafas lega. Saat hendak memutar gagangan pintu, tiba-tiba dari arah belakang Jun Hyun menghalanginya.


"Bagitu?" Anna menurut, dia membatalkan diri mausk ke ruangan operasi.


Ji Yeong dan Bu Nas bernafas lega. Tapi ini hanya sementara, bila dokter keluar lagi dari ruanga itu, semua akan terungkap pada Anna dan mereka semua.


Jun Hyun yang sudah tahu keadaan dari dokter berkata pada Anna.


"Anna, apapun yang terjadi semua harus kita terima, ini sudah takdir."


"Apa maksud kamu? Dae Jungku baik-baik saja, Kan? begitu juga kak Dae Song? dia sudah menyelamtakna aku, aku ingin mereka berdua selamat."

__ADS_1


Tidak lama berselang, pintu ruang operasi itu terbuka. Dokter dan petugas medis membawa salah satu dari anak kembar itu di atas brankar. Dengan berbagai alat medis yang melekat di tubuh pasien itu. Mereka semua mengamatinya, pasien yang akan di pindahkan ke ruangan perawatan itu berambut coklat, berarti itu Kim Dae Song, Anna bernafas lega, bersyukur kakak iparnya itu selamat.


Setelah Dae Sing di bawah oleh beberapa perawat ke rungan lain. Dokter itu malah menutup pintu itu kembali dari luar. Tentu Anna kebingungan.


"Kenapa hanya satu? dokter? suami saya mana? Adik pasien itu?" tanya Anna berbhasa Indonesia, karena khawatir dia lupa bahwa dokter itu tak mampu memahami bahasanya.


Dokter itu hanya meggeleng. Anna mulai sesak. Dia menyingkirkan tubuh dokter itu dari pintu, tanpa menghiarukan aturan rumah sakit, Anna memasuki ruangan operasi.


Di ruangan yang samar, suaminya berbaring dia atas ranjang operasi tubuhnya di selimuti kain putih. Wajahnya masih tampan namun pucat tak bergairah. Dae Jung bak tertidur sambil tersenyum ikhlas. Sembari mengatur diafragma nafasnya, Anna perlahan mendekati. Air matanya mulai pasrah meleleh di pipi kanan kirinya. Di sentuhnya kaki suaminya yang begitu dingin. Anna mencium kaki suaminya.


"Aku belum sempurna menjadi istri baik, tolong jangan pergi .." lirih Anna bersujud di kaki Dae Jung.


Anna melangkah lagi ke samping suaminya.


"Ada banyak kisah yang ingin aku rangkai bersamamu, tolong .. tetaplah di sisiku."


"Oppa, kau baik-baik saja? bangun .. aku belum minum vitamin, aku belum makan, buatkan aku .." bisik Anna menyendu.


Anna mengusap dahi suaminya, air matanya jatuh menetes di wajah Dae Jung. Dia berharap suaminya saat itu tertidur lelap, tak ada pikiran apapun yang menyeringainya. Impiannya masih utuh, tak ingin di pecahkan oleh keadaan apapun. Dia dan Dae Jung akan menua bersama, itu harapan yang ia yakini.


"Ja-jangan tinggalkan aku, anak-anak kita butuh kamu ..anak kita laki-laki dan perempuan, bangun sayang .."


"Kamu sudah janji akan terus menjagaku," ucap Anna memeluk tubuh suaminya.


Anna tahu, jika suaminya sadar, dia akan marah bila melihat matanya bengkak. Anna menghapus air matanya sendiri, yang biasa lakon itu di lakukan oleh Dae Jung. Pria itu memang nyaris sempurna dari segi manapun, tak ada cacat sifat ataupun fisik di berikan Tuhan untuknya.


Ji Yeong ingin masuk ke ruangan itu pula. Namun di tahan oleh Jun Hyun.

__ADS_1


"Jangan, biarkan Anna di dalam sendiri."


Ji Yeong mengurungkan niatnya. Dokter kembali meminta Jun Hyun ke ruangannya.


__ADS_2