BIDIKAN CINTA UNTUK KIM DAE JUNG

BIDIKAN CINTA UNTUK KIM DAE JUNG
MENGEMBALIKAN SEMULA


__ADS_3

Dua jam Dae Song merenung perlakuannya pada Dae Jung, kata hatinya berkata ini sangat salah, dia harus menghentikannya, meski ini akan bertolak belakang dengan Ayah angkatnya, namun bagaimana pun Dae Jung juga adik kandungnya.


Dae Song menelpon anggotanya di Busan.


"Aku sudah mendapat hak waris Korain, lepaskan Dae Jung sekarang. Aku peringatkan kalian, jangan sentuh sedikit pun dia." Ujar Dae Song.


Dia bergegas keluar kamar mencari Anna, Dae Song akan berbesar hati meminta maaf. Tetapi di luar sudah ada Anna dan Predis Hang menunggunya. Kakek Hang memasang wajah penuh misteri. Pria berusia hampir seabad itu sudah tahu semua dari Anns. Ada kemarahan juga ada kerinduan pada sosok Dae Song yang ia lihat saat masih usia 3 bulan.


Presdir Hang melangkah perlahan dengan tongkatnya. Dia masih belum menampakkan ekspresi hatinya pada Dae Song.


Plaakkk !


Sebuat tamparan di hadiahkan untuk cucu pertamanya itu.


"Itu hadiah karna kau menculik adikmu sendiri, sini kamu anak nakal." Kakek Hang meraih tubuh Dae Song untuk dipeluknya, dia menepuk-nepuk pundak Dae Song berkaca-kaca.


"Kenapa rencana Tuhan untuk kalian seperti ini? aku bekerja keras di amsa muda agar keturunanku bisa hidup layak dan bahagia, kalian seharusnya bahagia." Imbuh Kakek Hang dengan butiran air mengalir di pipi keriputnya.


Dae Song pertama kali dipeluk oleh Kakeknya,di akui sebagai cucu, dan pertama kali di berikan rasa sayang oleh keluarganya sendiri. Pelukan hangat Kakeknya sangat menenangkan jiwanya yang di penuhi dendam. 'Inikah dinamakan cinta kasih keluarga sesungguhnya? betapa nyamannya dirangkul oleh Kakek, aku harap, ini jadi slahsatu bagian terindah di hidupku sekarang', sahutan hati Dae Song.


"Apa kau masih sakit, Nak?" tanya Kakeknya.


"Sakitku akan sembuh, karna aku sudah di akui oleh Kakek." Jawab Dae Song menunduk.


"Hikangkan rasa bencimu, Nak. Lepaskan adikmu, hiduplah rukun antar bersaudara, kalian sudah tidak memiliki orang tua, hanya kalian semangat Kakek."


Anna mendekat ke Kakek dan cucu yang tengah bersedih itu.


"Dimana suamiku? apa kau akan melepaskannya?" tanya Anna.


Anna khawatir bila Dae Jung yang sedang disembunyikan, bernasib sama dengan Baek Hyeon saat beliau di sembunyikan tentara Inggris di suatu goa hingga kabar kematiannya menyeruak.


"Aku sudah memberitahu mereka untuk melepasnya." Sahut Dae Song tanpa menoleh ke Anna.

__ADS_1


"Baik, aku tunggu, jika terjadi sesuatu, aku tidak akan memaafkanmu, meskipun kau kakak iparku." Tegas Anna yang enyah dari mereka, dia turun ke bawah untuk menelpon Ji Yeong agar memerintahkan kepolisian Busan untuk melakukan penyelamatan buat Dae Jung.


Ji Yeong yang sedang makan siang bersama Yuna terkejut pula. Dia tidak menyangkan kali ini dia begitu lengah, karna tak menyadari sosok Dae Song itu.


"Yuna, kamu kembali ke kantor sekarang. Aku akan ke Busan." Ujarnya pada Yuna.


Yuna yang belum mengetahui perihal itu. Dia hanya menurut saja, firasatnya berkata bahwa Korain pasti di rundung masalah lagi.


Mengerahkan dua helikopter, Ji Yeong ke Busan menyusul Jun Hyun. Sudah tanggung jawabnya sebagai asistent keamanan Dae Jung, namun karna persembunyian malah memancing musuh masuk menyelinap di Korain.


Mendapat arahan dari Dae Song, keenam anggotanya masuk ke rumah itu. Dia menuju ke ruangan dimana Dae Jung dan Bibi Ling dikurung oleh mereka. Dae Jung dan Bibi Ling sedang makan siang pada saat itu, mereka terhenyak.


Dae Jung berdiri di depan Bibi Ling, dia berusaha melindungi Ibu sahabatnya. Suami Anna itu sama sekali tak gentar, karna kemampuan taekwondonya di akui hingga menyabet sabuk hitam. Dengan berbahasa Korea Dae Jung bertanya.


"Mau apa kalian?"


"Kamu, keluar dari sini." Kata salah satu dari mereka.


"Ayo, Dae Jung kamu keluar sekarang, kembali ke Seoul." Ujar Bibi Ling berbisik.


Tapi Dae Jung dilema bila harus pergi tanpa membawa ibu Ji Yeong itu. Dia tak tega bila meninggalkan Bibi Ling sendiri.


"Bibi juga harus ikut, aku akan membawa Bibi bertemu Ji Yeong." Imbuh Dae Jung.


"Hei, jangan bawa dia. Kamu saja yang keluar dari sini." Tangkas pria itu lagi.


Dae Jung ingin bernegosiasi, dia harap bisa meluluhkan hati para gangster itu.


"Aku dan Ji Yeong akan membayar berapa pun kalian minta, tapi lepaskan Bibi Ling. Kalian juga lahir dari seorang ibu, coba pikirkan bila ibu kalian di perlakukan sepert ini?"


Mereka tergugu mendengarnya, perkataan Dae Jung ada benarnya. Tapi disisi lain, perintah Chung Sang suatu kewajiban bagi mereka. Sudah bertahun-tahun para anggotanya mengabdi pada Ayah Ji Yeong itu.


"Pergilah tanpa membawa Ling. Dia tetap baik-baik saja disini."

__ADS_1


"Benar kata mereka, Nak. Pergilah, istrimu sedang hamil. Bibi akan baik-baik saja disini. Sampaikan salam Bibi pada Ji Yeong." Bisik Bibi Ling.


Ada baiknya dia harus lebih duku keluar dari rumah ini, setelah dia bebas, Dae Jung akan meminta Ji Yoeng menyelmatlan Ibunya.


"Baiklah, aku akan keluar." Dae Jung masuk ke dalam kamar mandi mengambil ponsel yang di sembunyikannya. Dia menyelipkan di saku celananya.


"Aku pulang, Bi." Dae Jung pamit.


Dae Jung keluar dari rumah itu di tuntun oleh kedua anggota Chung Sang. Setelah keluar dari pintu pagar dia di loloskan begitu saja. Ini kesepakatan anatar Chung Sang dan Dae Song, takkan ada nyawa yang lenyap di balik rencana mereka. Semua hanya tentang hak waris Korain yang harus berpindah tangan.


Dae Jung tahu, ada sesuatu yang pasti mereka rencanakan setalah kepergiannya dari rumah itu. Dari balik pohon, Dae Jung mengintip, dia melihat Bibi Ling sudah di seret masuk ke dalam mobil. Rumah itu akan mereka kosongkan untuk menghikangkan jejak. Mereka akan menyusul Paman Chung Sang di sebuah pulau terpencil di Busan.


"Tenang, Bi. Ji Yeong akan menyelamatkan Bibi." Lirih Dae Jung melihat mobil itu melaju semakin jauh.


Tidak lama kemudian, ada deretan mobil yang datang kerumah itu. Dae Jung melihat ada Pak Lee dan Jun Hyun.


"Ya Tuhan, mereka sudah datang." Gumam Dae Jung.


Dia segera menghampiri mereka.


"Pak Kim. Apa kau baik-baik saja?" tanya Pak Lee.


"Kita pulang sekarang, di rumah kita akan bicarakan semuanya." Titah Dae Jung pada mereka yang menjemputnya.


Sementara di rumah Korain, ada Dae Song yang mengendap-ngendap ingin menelpon anggotanya.


"Apa kalian sudah melepaskannya?"


"Sudah, Bos. Baiklah, beritahu Ayahku, aku akan memberkan apa yang dia inginkan." Ujar Dae Song.


Dae Song akan mencoba berdialog pada Dae Jung tentang pemberian hak harus sebagian Korain. Ini demi kebaikan bersama agar Paman Chung Sang tidak lagi mengganggu mereka.


Dae Song yakin, bila Ayahnya belum mencapai keinginnanya maka dia tidak akan berhenti mengorbankan nyawa, siapapun yang menghalanginya.

__ADS_1


__ADS_2