BIDIKAN CINTA UNTUK KIM DAE JUNG

BIDIKAN CINTA UNTUK KIM DAE JUNG
MASA LALU YANG MERAYU


__ADS_3

Sore menjelang malam, Anna, Yuna juga Ji Yeong ke toko souvenir terdekat untuk membelikan oleh-oleh pada pelayan di rumah, juga sebagian karyawan kantor Korain. Sementara Dae Jung kembali ke kamar untuk istirahat, rasa ngidam Anna ternyata berpengaruh pula pada tubuhnya.


Dae Jung masuk ke kamar, dia melepaskan kemeja pantainya lalu merebahkan diri di kasur, dia benar-benar merasa tubuhnya seperti baru saja melakukan gym berjam-jam, Dae Jung mematikan lampu, cara agar matanya bisa terpejam dangan nyaman, sembari menunggu Anna dia ingin tertidur sejenak.


Di kamar paling ujung, ada Bora yamg sudah mendapatkan intruksi dari kedua asistentnya, dari jauh mereka sedari tadi mengamati pergerakan Dae Jung yang hanya seorang diri dalam kamar, Bora akhirnya melancarkan aksinya sesuai dengan tujuan dia ke Maldives.


Bora sudah berada di depan kamar Dae Jung, ia melayangkan ketukan lembit dua kali di pintu, tak ada jawaban, ketukan ketiga kali sudah membangunkan mantannya itu dari rebahannya, dengan pandangan yang masih belum stabil, Dae Jung melangkah membuka pintu.


"Kenapa Anna cepat pulang?" Tukasnya memutar knop pintu.


Saat pintu itu terbuka, dia melihat ada Bora yang memakai bikini merah di lapisi outter hitam, Bora langsung menyemprot Dae Jung dengan spray perangsang birahi,


"Ahhhkk ..apa ini Bora?" Dae Jung merasa perih di matanya,


Ketika Dae Jung masih sibuk mengucek-ngucek matanya, Bora mendorong mantan kekasihnya itu, dia pun turut masuk ke dalam kamar yang samar cahaya.


"Apa yang kau lakukan, Bora?" tanyanya yang langtang.


Bora mengunci kamar itu dari dalam, kali ini dia akan menikmati malam indah bersama Dae Jung kembali, lakon yang sudah lama tidak di lakukan bersama semenjak perpisahan lima tahun.


Bora menghampiri Dae Jung,


"Aku ingin kamu membuka mata, melihat kehadiranku kembali, aku yang bertahun-tahun bersamamu, suka duka kita lalui, ada banyak kenangan yang kita," imbuh Bora menyendukan suara.


"Keluar Bora, ku mohon." Pinta Dae Jung sembari meraba dengan pandangan yang buram.


"Kenapa? Aku sejauh ini mengikutimu, Dae Jung, tujuh tahun bukan waktu yang cepat untuk lupakan," ucap Bora.


Dia sudah meraih wajah Dae Jung, bibirnya sudah mencium yang buka haknya lagi, Dae Jung mendorong Bora sekuat tenaga.


"Hentikan ini Bora, istriku bisa salah paham, keluar dari sini." Tegas Dae Jung.

__ADS_1


Di kamar yang gelap itu, Bora lagi-lagi melampiaskan kerinduannya, dia menciumi seluruh tubuh Dae Jung, namun pria itu mendorongnya secara terus-menerus, dia tidak menyerah, Bora akan memancing nafsu Dae Jung.


"Aku merindukanmu, kau yang pertama kali melakukan itu padaku, kamu lupa? kita menghabiskan malam bersama-sama bahkan setiap hari," Bora menciumi leher Dae Jung yang beraromakan wangi maskulin.


Reaksi obat itu sudah mulai bereaksi, rangsangan Bora mulai merobohkan benteng-benteng pertahanannya, Dae Jung menelan salivanya berusaha menetralkan akalnya yang sudah keru. Bora makin liar, dia menurunkan wajahnya ke arah kejantanan Dae Jung, merabanya, sedikit demi sedikit resleting celana Dae Jung ia buka, namun di pikiran Dae Jung mengsiluetkan wajah Anna dengan bayi yang di kandung oleh istrinya itu, hanya itu yang di jadikan obat penawar nafsunya Dae Jung mendorong Bora hingga terpental di lemari pakaian. Dae Jung menyalakan lampu, nafsu telah di kalahkan oleh amarahnya malam ini.


Di luar ada yang mengetuk pintu, itu Anna yang sudah datang menenteng makanan untuk ngemil mereka malam ini, Dae Jung mulai panik dengan kesalahpahaman yang akan terjadi di antara dia dan istrinya.


"Anna," lirihnya.


Bora menikmati pemandangan kepanikan Dae Jung, dia melorotkan branya hingga sebagian gundukan kenyalnya terlihat, sebelum ke kamar Dae Jung, dia sudah menempel lipstik anti air sebagai tanda bekas ciuman dari si lawan main, tentu itu terprangka adalah Dae Jung.


Karna tak ingin lebih membuat Anna salah paham, Dae Jung bergegas membuka pintu, terlihat wajah Anna tersenyum lebar, namun di detik kemudian, semua itu lenyap ketika melihat penampakan Bora.


"Anna, ini salah paham," ucap Dae Jung.


Anna mengamati kondisi dua anak manusia yang pernah menjalin hubungan itu, kancing celana suaminya terbuka, belum lagi tampilan Bora yang menggelitik bila di terawang dari kacamatanya.


"Sayang, percaya aku." Dae Jung memohon meraih tangan kiri Anna.


Anna perlahan masuk ke kamar berlalu melewati Dae Jung, menjatuhkan palstik yang terisi berbagai cemilan di belinya tadi, langkah kakinya menuju Bora yang di depan lemari berdiri tegap. Pandangan mata Anna, penuh misteri, ekspresi wajah datar tak bisa di tebak. Melihat itu Bora sedikit ketakutan, Anna seperti psikopat yang akan melahapnya hidup-hidup, dingin namun mengerikan bila demikian.


Plakkkk !!!!!


Tangan Anna dengan keras menampar pipi kanan Bora,


Plakkk !!!


Melayang lagi di pipi kiri, Bora memegang kedua pipinya menahan perih, kekuatan Anna menamparnya buat kedua pipinya begitu ngilu.


Plakkkk !!!!!

__ADS_1


Tamparan itu masih melayang lagi di pipi kiri Bora. Anna menatap tajam, nyali Bora menciut, istri Dae Jung benar-benar sangat menyeramkan bila sudah marah. Batin Bora.


Dae Jung hanya diam menyaksikan cara istrinya yang juga mengagetkannya itu.


Anna menjambak rambut Bora, wanita penggoda itu juga melayangkan tangan untuk memukuli Anna balik, namun keahlian taekwondo Anna blum bisa di kalahkan olehnya, tangan Bora di putar Anna, lalu melempar tubuh mantan kekasihnya itu ke lantai, Bora belum bereaksi, dia benar-benar ketakutan melihat Anna tak bersauara seperti kerasukan setan.


Anna mengambil pisau buah di atas laci meja, Bora meminta tolong dengan suara keras, Dae Jung menghampiri Anna untuk mencegat istrinya.


"Jangan sayang, ini kriminal." Dae Jung memperingatkan.


Anna memutar wajah ke arah suaminya,matanya meluapkan emosi yang ia tahan.


"Aku akan membunuh kalian berdua, sebisaku." Sahut Anna.


Dia membanting tubuh Dae Jung yang sedari tadi menahannya, hingga tubuh suaminya itu terjatuh ke lantai, melihat tindakan Anna, Bora makin ketakutan, dia tiada henti mengaung meminta tolong pada asistentnya, Anna kembali berfokus pada Bora yang merangkak sedikit demi sedikit ke pintu.


"Tolong ! Tolong !" Teriak Bora.


Anna ingin menancapkan pisau ke wajahnya, namun Bora menutup wajahnya dengan bantal sofa. Dae Jung ketakutan melihat sikap istrinya yang di luar kendali, dia bergegas memeluk tubuh Anna dari belakang.


"Lepaskan aku, aku akan membunuh perempuan ini, dan kau akan juga akan mendapat giliran!" Kecam Anna pada suaminya.


Dae Jung mengerahkan tenaganya, menjaga posisi tubuhnya agar tidak membiarkan Anna melawannya.


"Jangan sayang, kamu percaya sama aku. Sumpah, aku tidak akan melakukan itu, aku tidaka melukai juniorku juga."


Anna menginjak tumit Bora, dia mengnijak berulang kali hingga Bora kesakitan lagi, Bora berusaha meraih knop pintu, marangkak perlahan keluar, entah cara malam ini menguntungkan dirinya atau malah sebaliknya.


" Tunggu Bora, jangan pergi. Br*ngsek." Hardik Anna berbahasa Korea.


Bora makin menjauh, dia berlari terpongoh-pongoh di jalan setapak kayu di atas lautan itu. Dari arah belakang, Anna tak henti meneriakinya, mengumpatnya.

__ADS_1


"Sudah, sudah, sayang." Dae Jung mulai meneteskan air mata, kelalainya malam ini membuat istrinya begitu marah juga kecewa. Mengapa dia bisa bertemu Bora di Maldives?


"Aku tidak melakukan apa-apa, aku menolaknya Anna. Sumpah demi Tuhan, sumpah demi mendiang Ibuku." Dia meyakinkan lagi-lagi dan lagi.


__ADS_2