BIDIKAN CINTA UNTUK KIM DAE JUNG

BIDIKAN CINTA UNTUK KIM DAE JUNG
KEBENARAN


__ADS_3

Assalamualaikum readers cantikku, maaf ya, author lupa dengan Anna dan Dae Jung, saking sibuknya nulis 5 novel lain. Terima kasih sudah koment dan like.


🙏🙏🙏🙏 AnnaJung akan ada seosen dua tapi untuk mengetahui dimana akan t*****, kalian bisa Add Wa 085242863696.


Sisa dua bab lagi, 😑 season satu akan selesai. Ini novel AnnaJung tipe dwilogi, gak bisa di tamatin dengan begitu saja tanpa ada season dua.


***************


Anna masih menatap wajah pucat suaminya. Kalimat cinta tiada henti berbisik untuk Dae Jung. Dia tahu, suaminya belum pergi dari dunia ini, namun melihat tak sadarkan diri, Anna begitu terpukul. Ada banyak kabel yang menancap di tubuh suaminya. Juga perban dengan bercak darah terlilit di dada suaminya. Istri mana yang tak tersayat bila melihat kondisi suaminya yang demikian, setegar apapun jiwa Anna, inilah puncak kelemahannya, pertahanan ketegarannya runtuh dengan tragedi menimpa Dae Jung.


Sementara di ruang dokter, Jun Hyun masih meminta keterangan dari dokter perihal kondisi Dae Jung saat ini.


*Dialog Bahasa Korea*


"Apakah semua berhasil?" tanya Jun Hyun.


Dokter senior itu menghela nafas. "Berhasil, tapi paru-paru Chung Sang belum bereaksi sepenuhnya di tubuh Dae Jung, jika jantungnya cukup baik dinterima oleh Dae Song, " sahut dokter tua itu pelan.


Ini masih jadi rahasia mereka, belum ada pihak korain yang mengetahui itu termasuk Anna dan Ji Yeong. Jun Hyun meminta dokter agar mengambil oragan Chung Sang untuk di donorkan pada anak kembar itu.


"Tapi, ada satu yang harus kalian terima," kata dokter itu.


"Apa?"

__ADS_1


"Dae Jung koma, paru-paru itu hanya di bantu oleh alat medis, bila paru-paru Chung Sang tidak bereaksi bekerja dengan baik, sampai kapanpun Dae Jung tidak akan sadarkan diri," jelas dokter senior.


Jun Hyun menelan ludah. Dia menatap nanar dokter, bukan karena marah, tapi sebegitu jahatnya Chung Sang pada Dae Jung hingga paru-parunya pun tak ingin memberi kehidupan kedua pada saudara tirinya itu.


"Tapi setidaknya kita bersyukur dia masih ada kemungkinan untuk hidup kembali, itu berkat kamu, andakakn tidak memberi jalan, mungkin kami akan mengorbankan salah satu dari mereka," ucap dokter itu lagi.


Tapi tetap saja Jun Hyun resah. Tetap saja korain akan bersedih mengetahui kondisi Dae Jung, terlebih Anna yang tengah mengandung.


Di balik pintu, ada Ji Yeong yang sudah mendengar semua percakapan mereka. Ada rasa haru, sebab Ayhanya sedikit bisa menebus dosanya dengan menggunakan jantung dan paru-parunya pada orang yang ia dzolimi. Ji Yeong segera memberitahu Yuna dan Bu Nas. Ini memang bukan kabar gembira, tetapi ini suatu harapan lagi untuk mereka lebih kuat berdoa untuk Presdir Korain itu.


******************


Dua bulan kemudian, Dae Song mulai bisa duduk di atas ranjang. Dia bukan lagi pria pengidap lemah jantung, dia akan menjadi pria yang bigar pada umumnya. Bu Nas dan kedua pelayannya begitu setia merawat anak Rifasya itu. Dae Song sudah tahu kondisi adiknya, dia pun merasa menyesal mengapa bukan dia saja yang koma menggantikan Dae Jung. Khawatir bila Anna melemah menghadapi kondisi suaminya.


"Nona Anna tetap ada di ruangan ICU tuan Kim," sahut Bu Nas sembari menyuap makanan ke mulut Dae Song.


"Apakah dia baik-baik saja? pastinya matanya bengakak karena menangis," tanyanya lagi.


"Manusiawi, itu kesedihan seorang istri, Tuan," sergah Bu Nas.


Dae Song menyadari cinta Anna dan Dae Jung begitu kuat, hingga Dae Jung tak ingin meninggalkan Anna begitu saja. Sekuat tenaga dia berjuang melawan maut, demi mendampingi Anna juga anak kembarnya.


Hanya hitungan bulan lagi, Anna akan melahirkan tentu seorang istri ingin di dampingi oleh suaminya. Impian Dae Jung, sebelum tidur dia selalu mengatakan pada Anna bahwa dia ingin menyaksikan kelahiran anaknya secara langsung, namun takdir berkata lain. Semua aturan Allah harus mereka terima dengan hati yang lapang.

__ADS_1


Korain sudah tentram. Rumah dan Kantor begiti damai tapi menyimpan kabut, karena memikirkan Kim Dae Jung. Ji Yeong bersama Yuna masih mengambil alih menangani korain.


Sementara Anna hari-harinya hanya di rumah sakit, ruangan khusus buat merawat petinggi korain di sediakan oleh pihak rumah sakit agar Anna nyaman menjaga suaminya. Anna begitu telaten merawat Dae Jung. Menggungting kuku suaminya, membacakan buku agar bisa terespon dengan baik di otak Dae Jung, bercerita seakan suaminya mendengar dan bercengkrama dengannya. Ini saran dokter agar Dae Jung tidak merasa hanya berdiam diri di masa komanya.


"Oppa, kandunganku sudah trimester ketiga, beban beratnya makin bertambah, anak kita juga sering menendang-nendang, katanya dia ingin di usap terus oleh Ayahnya," Ujar Anna meraih tangan kanan Dae Jung lalu di lekatkan di perutnya yang sudah membesar.


"Kadang aku terlambat makan, aku juga terlambat minum vitamin, saat kamu masih sehat, kamu selalu marah bila aku lupa semua itu, bagunlah, ingatkan aku semua itu lagi."


"Kata dokter, aku harus operasi secar bila melahirkan nanti, aku akan berjuang untuk anak kita," lanjutnya tapi lagi-lagi Anna tidak sanggup menahan dera air matanya. Dia kembali menagis tersedu-sedu.


"Kamu kapan bangun, anak kita sebentar lagi akan lahir, hanya kamu yang bisa mengadzaninya huhuhuhu ..." Anna menumpuhkan kepala di lengan Dae Jung.


"Bukan aku lelah merawatmu, aku ingin suamiku tersemyum tulus lagi pada dunia, Dae Jungku yang tidak pernah mengenal dendam tidak boleh kalah dengan nasib. Aku ingin kita sama-sama merawat anak kita," ucap Anna.


Dia tak tegar, selama ini Dae Junglah yang membuatnya tegar di kala rapuh, minum vitamin dan makan pun dia selalu di temani suaminya, sungguh dia bukan perempuan yang tegar, semua karena sosok Dae Jung yang begitu penyayang sebagai suami.


"Oppa, aku butuh kamu, bangunlah .." bisik Anna.


Tangan Anna melingkari tubuh suaminya. Berkhayal ketika dia tertidur nanti, saat bangun Dae Jung sudah sadarkan diri lagi.


"Sampai kapanpun, aku mencintaimu Kim Dae Jung, kau pria yang sulit di lepas wanita manapun, kau begitu sempurna, kau wujuda dari malaikat cinta," bisik Anna mesra di telingan Dae Jung.


Bora dan Bibi Nami sudah di jatuhi hukuman 15 tahun penjara. Di dalam sel, Bora tak henti berupaya untuk bunuh diri. Namun selalu di gagalkan oleh polisi. Bibi Nami pun hanya bisa berdiam diri di sudut ruangan gelapnya. Tubuh makin kurus, tak ada gairah makan juga tidurnya tak nyaman.

__ADS_1


Setiap hari ayah bora datang membesuk istri dan anaknya. Malu dan terpukul, tapi inilag resikonya sebagai pria pengkhianat yang hanya menginginkan harta, meninggalkan Bu Nas lalu menikahi Nami.


__ADS_2