BIDIKAN CINTA UNTUK KIM DAE JUNG

BIDIKAN CINTA UNTUK KIM DAE JUNG
INNER BEAUTY 02


__ADS_3

Anna dan Yuna sudah sampai di klinik kecantikan rekomemdasi Yuna. Kali ini Anna membiarkan Yuna menghibur dirinya sendiri, setelah itu dia akan mengajari sahabat barunya itu membuat inner beauty terpancar untuk menyinari gelapnya aura Yuna.


Klinik kecantikan yang berlokasi di Gangnam itu sudah banyak di kunjungi para artis, kalangan konglomerat penakluk Gangnam, bahkan dari negara lain pun ada yang menjadikan klinik tersebut sebagai langganan tetapnya.


Namun saat mereka ingin memasuki klinik, Anna melihat Jun Hyun berjalan kaki tidak jauh dari tempatnya berpijak.


"Yuna, kamu masuk duluan, Aku mau ketemu Guruku, Jun Hyun. Nanti aku menyusul." Ucap Anna yang bergegas menyapa gurunya.


"Dasar Anna, dia sangat rendah hati. Gurunya privatenya saja sampai di hormati seperti itu." Gerutu Yuna yang melangkah masuk ke dalam klinik.


"Jun Hyun." Anna menyapanya sembari berlari kecil mengejar langkah Jun Hyun.



"Anna." Jun Hyun terkejut dengan kehadiran Anna yang tiba-tiba.


"Kamu dari mana?"


Jun Hyun menunjukkan tas plastik di penuhi obat-obatan lalu menjawab, "Aku dari menebus Obat, eommaku (ibuku)."


"Ibumu sakit?" Tanya Anna.


"Ya, Sudah lama."


Anna mengehelas nafas berempati, "Semoga cepat sembuh, Aku titip salam sama beliau. Semoga cepat sembuh."


Jun Hyun mengukir senyum lagi di bibir mungilnya.


"Gomawo, Anna. Suatu saat aku akan mengajakmu bertemu dengannya, dia pasti akan lebih bersemangat untul sembuh bila bertemu manusia periang seperti kamu."


"Ya, aku bersedia. Tapi, aku mau masuk dulu. Kamu hati-hati di jalan." Anna pamit seraya melambaikan tangan.


Mata Jun Hyun tak bisa lepas melihat Anna sampai menghilang dibalik pintu klinik termahal itu.


"Kamu juga penyemangatku." Ucapnya tanpa sadar.


Di dalam Klinik sudah ada Yuna yang melakukan treatment Suntik Aqua Shine agar kulitnya bebas dari minyak. Sementara Anna di sambut perempuan Agen di klinik itu menawarkan berbagai treatment yangbmebuat Anna takut mencobanya, alhasil Anna hanya memutuskan Stem Cell facial saja untuk menghilangkan sel kulit mati, ini cara yang aman tanpa efek samping dan tak perlu waktu pemulihan.


Dua jam berlalu, dua wanita itu menuju ke cafe yang tak jauh dari klinik tempat mereka tadi. Yuna memesan kopi sama dengan yang Anna pesan, tentu saja Latte.


Saat pelayan perempuan itu membawa kopi untuk mereka, dia tidak sengaja menumpahkan di baju Yuna, sehingga gadis berambut coklat itu tersulut emosi.

__ADS_1


"Ha, apa kau buta? Ini bajuku mahal." Hardik Yuna berbahasa Korea.


Anna melihat itu langsung menenangkan Yuna. pelayan itu tak henti mengucapkan kata maaf sembari membersihkan noda kopi di baju Yuna dengan tissue.


"Dia tidak sengaja, Yuna. kamu masuk saja dulu, gantikan kopi teman saya." Ujarnya pada pelayan itu dengan berbahasa Korea pula.


"Yuna, salahsatu Inner beauty itu adalah terletak dari perilaku bersikap pada oranglain. bagaimana kamu memperlakukan orang ketika membuatmu kesal." Protes Anna.


Wajah cantik Yuna masih menampakkan kekesalan, tapi karn kehilangan mood, ia ingin keluar dari cafe itu.


"Kita ke tempat lain saja."


Anna mengikuti langkah Yuna yang keluar, mereka masuk kembali ke dalam mobil.


"Kali ini, Aku akan mengikuti caramu, An." Ujar Yuna padanya.


Anna berbisik ke sopirnya untuk mengantarkan mereka berdua ke suatu tempat pilihan terbaiknya. saat Di mobil itu makin menjauh dari Gangnam, ada telpon dari Dae Jung. Anna menjawab dengan wajah sumringah.


"Kamu dimana?" Dae Jung menyerocos kesal.


"Assalamualaikum dulu." Pinta Anna keberatan.


"Assalamualaikum, kamu dimana? Kamu pergi bersama Yuna? Dia tidak mengajakmu ke Clubbing, Kan?" Dae Jung begitu Khawatir sebab sebagai atasan Yuna, dia sangat paham betul perilaku Sekertarisnya itu.


Yuna menyerngit mendengar pertanyaan Dae Jung. Memutar mata malas bila Dae Jung selalu berburuk sangka padanya, padahal saat ini dia ingin berubah menjadi baik.


"Clubbing? Tidak, kami sedang menikmati perjalanan, Oppa tidak perlu tau, Ya. Ini rahasia perempuan." Sahut Anna menegcilkan suaranya.


"Bagitu, baik, nikmatilah. Nanti malam aku akan menjemputmu. Aku akan mengajakmu Satuday Night." Ujar Dae Jung yang disusul bunyi panggilan terputus pertanda Suaminya sudah menutup telponnya.


"Presdir Kim sebegitu buruknya berpendapat tentangku." Ketus Yuna.


Anna tak merespon kekesalan Yuna. Sopir telah menghentikan mobil di daerah Jung-gu, tepatnya di Myeongdang-dong. Kawasan yang sepanjang jalan di penuhi ribuan outlet beraneka ragam. Mulai dari kosmetik, baju, tekstil, bahkan strett food.


Anna turun dari mobil di susul Yuna yang mulut menganga.


"Ini untuk apa, Anna?" Tanya Yuna bingung.


"Kita akan berpetualang disini." Sahut Anna.


"Disini? Mwo? Anna, seleramu saja masih rendah padahal kamu sudah menjadi Istri orang ke Empat terkaya di Seoul. Ha ..! aku benar-benar bingung padamu.""

__ADS_1


"Aku tahu, tapi ini akan membuat kamu belajar benyak memaknai kehidupan. Yuna, dengan belanja disini kita membantu usaha orang, jangan membuat orangbkaya tambah kaya lalu melupakan pengusaha kecil sepert mereka ini."


"Terserah kamulah." Yuna pasrah.


Perempuan yang memakai fashion kelas dunia itu mulai mengitari myeongdang-dong. Berbagai jenis bajunAnna beli, tapi Yuma hanya memeprhatikan Istri Presdir itu sembari tak henti mengeleng.


"Kau ingin pake semua ini?" Tanya Yuna yang melihat baju penuh di tangan Anna.


"Tidak, Tuan Kim akan mengamuk bika aku memakai merk biasa seperti ini. Baju ini akan aku sumbangkan pada orang yang membutuhkan. Ini namanya kecantikan dalam bersosial." Ujar Anna yang masih memilah baju satu per satu.


Yuna mengangguk, logikanya begitu menerima cara Anna tersebut, dia pun memulai mengambik satu per satu baju yang bagus menurutnya untuk di sumbangkan ke panti sosial.


Saat Yuna mengambil baju di sampingnya, baju itu malah di tarik juga oleh dua orang ibu-ibu yang bertubuh gempal.


Alhasil, keduanya saling tarik menarik.


-Percakapan bahasa Korea-


"Aku yang lebih dulu melihat baju ini." Ucap Yuna melototi mereka.


"Tapi, Aku yang lebih dulu mengambilnya, jadi lepaskan." Sahut salahsatu Wanita paru baya itu yang juga menajamkan tatapannya.


Yuna yang berwatak keras dan tak ingin di kalahkan semakin menarik baju itu dengan kuat.


"Lepaskan baju ini, beruang kutub." Hardik Yuna kesal.


"Kau bilang apa? beruang kutub. perempuan binal ini mengataiku!"


Melihat Yuna sedang berargment panas dengan pelanggan lain, Anna datang merelai mereka.


"HA, kau lagi siapa? ingin membela temanmu ini? " Wanita itu sudah tersulut emosi.


"Beraninya kau membentak Istri Presdir." Sahut Yuna memberontak.


Kedua wanita paru baya itu menertawai Anna dan Yuna.


"Istri Presdir yang menggila di baju seperti ini? Perempuan binal." Hardiknya.


Yuna tak tak tahan lagi, dia langsunng menjambak wanita itu lalu menggulingkannya di jalan. Semua pengunjung Myoengdang-dong siang itu menajdikan mereka berempat tontonan live yang brutal.


Mereka di berempat di amakan di Kantir Polisi, sebab banyak penjual di tempat kejadian menagalami kerugian akibat pergulatan Yuna.

__ADS_1


__ADS_2