BIDIKAN CINTA UNTUK KIM DAE JUNG

BIDIKAN CINTA UNTUK KIM DAE JUNG
KEMESRAAN MENJENGKELKAN


__ADS_3

Pagi itu Anna dan Dae Jung masih betah di tempat tidur, kali ini Dae Jung sudah tak ingin ke kantor. Dia sudah menyerahkan tugasnya pada Dae Song, Ji Yeong pun akan jadi sekertarisnya, meski hati terpaksa Ji Yeong menerima itu. Dia tahu, tabiat Dae Song sangat berbeda dengan Dae Jung, tentu suatu tugas berat bagi dirinya.


"Kita bertiga saja bernagkatnya?" tanya Dae Song pada Yuna dan Ji Yeong.


"Apa kau ingin membawa lima pelayan itu? bawa saja kalau kamu mau." Timpal Ji Yeong berlalu ke mobil.


"Maksudku, Dae Jung tidak ikut?" tanyanya lagi pada Yuna.


"Tidak, Pak Song. Mereka sedang melepas rindu. Lagi pula Pak Kim Dae Jung sudah mengalihkan Korain Korea ke Pak Song." Jawab Yuna yang juga ikut menjadi sekertaris Dae Song.


"Melepas rindu?"


Dae Song di selimuti rasa cemburu lagi. Ah, bodohnya rasa ini. Mereka suami istri, kamu yang terlalu berharap, batin Dae Song mengerutu.


"Hahh......kkk" Dae Song menghela nafas. Sesak cemburunya jangan sampai membutakan mata hatinya.


"Ayo, kota berangkat." Serunya pada Yuna.


Di dalam mobil, saat mereka perjalanan menuju kantor, Dae Song ingin mengetahui sesuatu yany jadi rasa penasarannya. Ucapan Anna tentang Kisah Yama dan Baek Hyeon memancing rasa keingin tahuannya.


"Yuna, kau tahu siapa Yama dan Baek Hyeon?" tanya Dae Song pada Yuna yang duduk di sampingnya.


"Tahu, Pak. Baek Hyeon, Kakak dari Kakek Hang, dia menikah dengan Yama suadara Kakek Anna dan Bake Hyeon menjadi pahlawan Indonesia 1942."


"Lalu? apa hubungannya dengan Anna dan Dae Jung?"


" Ohw, mereka di jodohkan untuk melanjutkan kisah cin reinkarnasi itu, Pak. Karna Yama dan Baek Hyeon tidak sempat bahagia kala itu, jadi mereka ingin melanjutkan kisah cinta itu di keluarga mereka. Itu Anna dan Pak Kim." Jelas Yuna.


"Jadi? bagaimana?" tanya Dae Song belum lentao ras penasarannya.


"Kisah mereka berakhir tragis karna peperangan, Baek Hyeon dan Yama di pisahkan oleh maut." Sahut Yuna dengan nada sedih.


"Lalu?"


Ji Yeong yang tak tega bila mendengar kelanjutan itu, lalu menimpali " Lalu mereka hidup dengan bahagia, bersama rakyat dan para dayang istana. Cukup?"


Dae Song sudah menutup mulut, meski kisah Yama dan Baek Hyeon masih tercetus rasa penaraan untuknya.

__ADS_1


***************


Di Kamar, Dae Jung dan Anna masih menyusun rencana kehidupan mereka setelah menetap di Indonesia. Pembangunan Parawisata Korain di Mamali yang stuck di tempat. Itu karna ujian berat menimpa mereka belakangan ini.


Dae Jung akan menggantikan nama Parawisata Korain itu menjadi Parawisata TwoStar, ini bentuk kasih sayangnya pada bayi kembarnya.


"Apa kau suka?" tanyanya pada Anna.


"Suka-suka, aku juga akan tetap menulis, kan?" tanya Anna padanya.


"Tentu, novel kamu bagaimana? sudah rampung"


"Sebagian, ini kah kisah cinta Yama dan Baek Hyeon, harus aku tuangkan pada tulisan." Imbuh Anna.


Dae Jung menelaah," Kamu menulis kisah kita?"


"He em, Tidak apa, kan? Lagi pula, nama tokohnya aku ganti."


"Berarti penculikan Jun Hyun dan Dae Song kamu tulis juga?"


"Iya ..." Sahut Anna pelan.


Dae Jung terkekeh, dia merasa geli bila membaca karya istrinya itu. Kekonyolan Jun Hyun menculik Anna dan Dae Song yang menculiknya akan di baca mereka penikmat novel Anna. Meski nama tokoh itu di ganti, tentu saja sangat menggelikan bagi mereka yang mengalaminya.


"Ada yang lucu?" tanya Anna kesal.


"Sangat lucu, aku tidak bisa membayangkan kalau Jun Hyun dan Dae Song membacanya."


"Hem, disitu juga ada Bora." Anna menyentil.


"Kau juga ingin mengabadikan mantan pertamaku itu?" Dae Jung mulai lagi merecoki hati Anna.


Anna melipat bibir, "Aku belum menyempurnakan chapter khusus Bora, saat kalian pacaran, berapa kali kalian melakukan itu?"


Dae Jung yang turun dari ranjang memutar badan," Melakukan apa?"


"Itu, kalian pacaran tujuh tahun, bohong kalau tidak pernag melakukan itu,secara kalian hidup bebas di Sidney dulu." Terbersit cemburu di hati bumil lagi.

__ADS_1


Dae Jung yang tak peduli itu hanya menjawab seadanya saja." Aku lupa, tidak terhitung."


Anna menyembunyikan diri lagi di bawah selimut, hormon kehamilan sangat membuatnya ke kanak-kanakan kali ini. Dae Jung hanya tersenyum melihat itu, baginya tak ada yang pelru di ingat dari kenangan bersama Bora. Anna dan anaknya sudah menjadi masa depannya.


"Nanti malam, aku akan melakukannya lagi. Agar kamu lebih banyak ketimbang dia." Ujar Dae Jung bernajak ke kamar mandi, dia sangat suka bila melihat tingkah lucu Anna yang menahan cemburu.


"Tidak akan kuberikan jatah malam ini." Sahut Anna di balik selimut.


"Baiklah, kita lihat siapa yang tahan dari godaan nanti malam, jangan merengek, Ya." Dae Jung masuk ke kamar mandi.


***************


Bora sudah menunggu di depan kantor, dia tidak mengetahui bahwa pria yang akna turun dari mobil itu adalah kembara Dae Jung. Bora terperangah melihat penampilan mantan kelasihnya yang berubah 7lebih keren dari biasanya, rambut coklat begitu klimiks.


"Lihat siapa disana? siap-siap singa betina akan menyantapmu." Ujar Ji Yeong pada Dae Song yang melihat Bora melambaikan tangan.


Yuna sangat tidak suka kehadiran Bora. Wanita itu dan Ibunya hampir mencelakainya. Ada perasan sakit hati bila mengingat kejadian malam itu.


"Apa dia masih mengira aku Dae Jung .." lirih Dae Song.


"Mungkin saja, belum ada orang yang tahu. Minggu depan kita akan buat pengumuman di publik, ini sudah agenda Kakek." Kata Ji Yeong.


"Ayo, Yuan kita masuk, hadapi singa betina kelaparan itu sendiri. Kamu pasti sangat pandai mengatasinya." Ujar Ji Yeong menarik tangan Yuna memasuki kantor.


Dae Song serasa di timpa kemalangan bila bertemu Bora yang agresif. Dia memang suka bermain perempuan tapi bila itu Bora, ah, tentu geli. Dia tahu, Bora pernah depresi, bukan karna di perkosa, melainkan dia di tinggal pergi pacar Atlet basketnya. Rela memutuskan Dae Jung demi pria itu, hingga dia tidak menerima kenyataan, sementara Dae Jung tidak akan kembali pada seseorang yang sudah berkhianat padanya. Hingga dia depresi akran kehilangan Dae Jung. Semua info ini sudah lama ia ketahui dari anggota Paman Chung Sang.


Bora berlari kecil menghampirinya.


"Ya Tuhan, Aku akan tersesat kali ini." Gumam Dae Song.


Benar, Bora langsung memeluknya, erat sangat erat, karyawan kantor lada saat itu yang tiba di parkiran menoleh sesekali melihat atasan mereka.


"Inilah yang buat Dae Jung kesal padamu, tidak tahu aturan dan tempat." Dae Sing mengerutu.


"Aku akan menunggumu sampai makan siang, kita makan siang sama-sama." Kata Bora yang masih nyaman memeluk Dae Song.


"Terseralah,"

__ADS_1


Dae Song pun yang tengil kewalahan mengjadapi Bora. Apalagi Dae Jung yang pasif.


__ADS_2