BIDIKAN CINTA UNTUK KIM DAE JUNG

BIDIKAN CINTA UNTUK KIM DAE JUNG
KE LEMBAGA MISTERI


__ADS_3

Sore hampir tiba, Perjalanan sejarah mereka sudah selesai untuk hari ini, Jun Hyun dan Anna sudah berpisah arah, mereka menaiki masimg-masing seraya melambaikan tangan perpisahan.


"Tolong, antarkan saya ke Lembaga Private High." Ujarnya pada sopir pribadinya, mobil pengawalnya pun turut mengikutinya dari arah belakang.


Di dalam mobil, Anna menyusun jawaban demi jawaban yang sedikit terkuak, merekomendasi dari pihak Korain tentunya.


Setelah sampai di kawasan Gwangjin, Anna sudah melihat Lembaga Private High School terbesar di daerah tersebut. Anna meminta supirnya untuk tidak memberitahu Dae Jung soal ini, sebagai sopir dia hanya mengiyakan perintah Nona mudanya. Keempat bodyguard Anna pun mengikuti langkanya, mereka memasuki lobby dimana resepsionis menanti kedatangan tamunya.


"Aku ingin kerja samanya." Ujar Anna berbahasa Korea sambil memperlihatkan isi tas selempangnya dengan sejumlah mata uang Korea.


Resepsionis itu terdiam, dia melihat kanan kirinya, lalu mengangguk pada Anna. Dia menuliskan pada Anna dengan kalimat "Apa yang harus saya bantukan?"


Anna juga membalas dengan menulis dengan bahasa Inggris, " Tunjukkan nama-nama guru yang terdaftar di Lembaga ini, baik yang sudah non aktif maupun yang masih aktif. Secepatnya."


Resepsionis mata duitan itu langsung mengcetak data nama guru yang Private School tersebut, Anna masih berdiri mengawasi setiap gerak-geriknya. Hanya beberapa menit berselang, resepsionis itu memberika dua lembar kertas padanya, Anna mengamati satu per satu nama-nama yang terisi di kolom guru beserta alamatnya.


Hingga nama yang ke angka seratus, nama yang ia cari tak ada di daftar itu, namun ada sesuatu yang nama yang ia temukan. Begitu terkejutnya dia, karna tak percaya dengan fakta yang ia temukan, di ulangnya sekali lagi dari kolom pertama hingga ke seratus tak ada nama itu di kolom daftar guru, hanya ada nama yang selama ini jadi misteri,


Di meminta pada resepsionis itu lagi memberikan alamat lengkap nama yang ia temukan. Karna uang di depan mata, resepsionis itu kembali memberikan biodata lengkap seauai permintaan Anna.


Toh, baginya dia tidak merugikan perusahaan, sudah sewajarnya bila data guru di berikan pada murid private yang terdaftar.


Setelah mendapatkannya, Anna lalu memberikan tas selempang hitam yang memang ia sediakan uang untuk menyogok siapapun yang ingin membantunya.


"Ambillah dengan tasnya, saya akan kembali bila kamu sampai berbohong." Ujar Anna.


Anna kembali masuk ke mobil, dia memperhatikan nama-nama guru itu, semua sama tak ada yang menunjukkan nama yang dia cari.


"Aku bisa gila memikirkan ini." Gumamnya.


Anna sudah berani mengambil kesimpulan bahwa semua yang terjadi sudah ada yang mengatur sedemikian apiknya, namun kecerdikan Anna belum bisa mereka kalahkan.


"Aku tahu, ini pasti berhubungan dengan perusahaan juga berhubungan dengan aku dan Dae Jung."


Anna melihat cuaca saat itu, keadaan masih sore. Dia harus menemukan jawaban lagi. Anna memperlihatkan alamat yang tedapat di kolom guru supirnya, dia meminta kepada supirnya untuk di antarkan ke alamat tersebut.

__ADS_1


"Pak, tahu alamat ini? Jika tahu, tolong antarkan saya kesana." Pintanya.


Mereka pun memutar arah lagi, perjalanan mereka tempuh dua jam hingga tiba di kawasan Banjiha, rumah petak yang terhimpit oleh tanah, kawasan para penduduk menengah ke bawah. Anna turun dari mobilnya, bersama keempat pengawalnya, dia mencari alamat nomor rumah yang sesuai di kolom guru private school.


"Ini rumahnya, Nona." Seru salahsatu pengawalnya.


Mereka semua menghampiri rumah yang di sebut itu. Mencocokan alamat serta nomor rumah, sangat benar itu rumah yang mereka cari. Salahsatu pengawal Anna mengetuk pintu rumah yang bak tak berpenghuni. Di balik pintu terbuka ada seorang pria paruh baya yang masih larut dalam kesedihan, dia Ayah Chu Ha.


Anna menyapanya dengan berbahasa Korea,


"Bagaimana kabarnya, Pak. Kami turut berduka cita atas kepergian Nona Chu Ha." Sapa Anna.


Dengan air mata yang masih meleleh di pipi keriputnya, Ayah Chu Ha memasang wajah terkejut melihat kehadiran Anna.


"Saya akan membantu bapak untuk menemukan apa penyebab Chu Ha meninggal." Ujar Anna.


Mendengar itu Ayah Chu Ha mengangguk lalu mempersilahkan Anna masuk ke rumahnya beserta keempat pengawalnya pula.


"Aku tidak akan lama, Pak. Tunjukkan dimana kamar Chu Ha." Lanjut Anna.


Dengan membawa foto itu Anna kembali keluar menemui Ayah Chu Ha yang berdiam diri kebingungan.


"Apa Chu Ha mempunyai pacar atau teman dekat?" Tanya Anna.


"Setau saya tidak ada, anak saya Chu Ha sama sekali tidak pernah memyebut pacar atau teman dekat, saat pulan kerja, Chu Ha langsung pulang ke rumah, dia anak yang tidak suka macam-macam." Jelas Ayah Chu Ha.


Anna menghela nafas, rupanya seorang Ayah di depannya sekarang telah salah memahami karakter anaknya, bisa di simpulkan Chu Ha diam- diam memiliki hubungan dengan pria tanpa sepengetahuan Ayahnya.


Anna berbalik badan, diam-diam dia merobek tengah antara Chu Ha dan kekasihnya hingga foto itu terbelah menjadi dua. Dia menyelipkan gambar Chu Ha di saku jaketnya lalu memperluhatkan gambar pria itu pada Ayah Chu Ha.


"Bapak kenal pria ini?" Tanya Anna lagi.


Ayah Chu Ha mendekatkan wajahnya ke arah gambar bekas sobekan Anna, mengamati secara seksama, iya, pria yang ada di gambar itu sangat ia kenali.


"Iya saya kenal, dia salahsatu Staf di Korain, dia Kepala staf di marketing perusahaan Korain." Jawab Ayah Chu Ha penuh keyakinan.

__ADS_1


"Dan saya istri dari Presdir Korain, Tuan Kim Dae Jung." Sahut Anna pula.


Mendengar itu, Ayah Chu Ha tercengang, dia lalu berjongkok pada Istri bos tempatnya bekerja.


"Saya minta maaf, Nona. Saya tidak tahu bahwa Nona Istri dari Presdir." Ayah Chu Ha bersujud.


"Bangunlah, Pak. Mulai sekarang, aku akan menyelediki kematian Chu Ha, untuk sementara Bapak berdiam diri saja, jangan libatkan polisi dulu. Aku akan informasikan jika sudah mengetahui faktanya." Ujar Anna.


Anna meninggalkan Ayah Chu Ha yang masihnmenundukkan badan.


"Tolong, ini tugas kalian, carikan pria ini sekarang juga. Kalian ke pabrik dan bawa dia ke rumah tanpa sepengetahuan Tuan." Pinta Anna pada pengawalnya.


"Siap, Nona."


Mereka masuk kembali ke dalam mobil masing-masing. Di dalam mobil, lagi-lagi Anna menahan amarahnya dengan permainan yang di jalankan oleh seseorang itu.


"Kamu sudah mempermainkan aku. Apa maksud kamu sebenarnya? " Lirih Anna.


"Kita pulang sekarang, aku sudah sanga lelah." Titahnya pada supirnya lagi.


Anna menyusun rencana untuk menemukan Kepala staf yang mempunyai hubungan khusus dengan Chu Ha, pertanyaan Anna sekarang ini, dia mengambil ponselnya lalu mendial nomor seseorang.


"Jun Hyun, bisakah malam ini kita bertemu ddi sungai Han?"


#VISUAL JUN HYUN



Suara Jin Hyun mengiyakan permintaan Anna tersebut.


Pertanyaan yang meminta fakta harus terungkap kali ini adalah ..


Mengapa Kepala Staf itu merekomendasi Chu Ha untuk menjadi guru privatenya?


Dan Kenapa nama Jun Hyun tidak ada di daftar guru Private High?

__ADS_1


__ADS_2