BIDIKAN CINTA UNTUK KIM DAE JUNG

BIDIKAN CINTA UNTUK KIM DAE JUNG
GURU BAHASA ANNA YANG TAMPAN


__ADS_3

Seminggu telah berlalu, aktifitas Dae Jung hanya di habiskan pulang pergi kantor, sementara Anna berdiam diri di rumah melakukan berbagai perawatan di salon pribadi yang di sediakan oleh Kepala pelayan Nas.


Ketika pagi menjelang, hanya hamparan lapangan Golf yang terlihat, di samping kanan hanya rumah Presdir Hang dan rumah kacanya yang terlihat menganggungkan, berbagai tanaman hias dunia terpajang, makan tidur, lalu melewati malam panjang di kamar seorang diri.


Anna mulai di hinggapi rasa bosan, ia tak pernah lagi menulis, otaknya sudah buntu akibat kemewahan yang terpampang di depan matanya. Banyak yang ingin ia ketahui tentang Korea namun tak da seorang pun Ahli sejarah yang mampu mengemukakan padanya.


"Nona, Anna." Ada suara pelayan mengetuk pintu kamarnya.


Anna beranjak membukanya.


"Maaf, Nona menganggu, di bawah sudah ada yang menunggu Nona." Ujar pelayan itu.


Anna menuruni Anak tangga, terlihat di sofa ada seorang pria yang duduk dengan memakai tas selempang hitam.


"Siapa Ya?" Tanya Anna pada kepala Nas.


"Ini Nona, saya di suruh Pak Kim untuk mencarikan Guru bahasa Korea dan Inggris untuk Nona. supaya Nona Anna bisa fasih ." Jawab kepala pelayan Nas.


Kepala pelayan Nas juga di berangkat ke Keroa tiga hari yang lalu sebab hanya dia yang mampu berbahasa Indonesia, agar Anna tidak kebingungan meminta sesuatu pada pelayan lain.


"Apa kabar, Nona Anna? nama saya Jun Hyun." Ucap Pria yang akan menjadi guru Anna itu.


Meski agak kurang fasih di segi ejaan, namun cukup baik untuk di cerna.


"Wah, kamu bisa berbahasa indonesia juga?" Tanya Anna tertegun.


" Iya, Nona. Saya menguasai Empat Bahasa. Korea, Jepang, Inggris dan Indonesia." Jawab pria yang berwajah tampan itu.


Anna menepuk tangan,


"Wah, masih muda tetapi sudah banyak ilmunya, kamu masih di bawah kepala tiga kan, usianya?" Tanya Anna menebak.


"Iya, Nona. Itu benar." Sahutnya.


"Lalu, apa kamu juga menegtahui tentang Sejarah atau tempat-tempat uang bisa di jadikan bahan tulisan di Korea?"


"Iya, Nona. Saya juga pernah jadi pemandu travel." Jawab Jun Hyun.

__ADS_1


Anna melempar senyum ke kepala pelayan Nas.


"Ini sudah sore, besok saja kita mulai belajarnya, lagi pula saya harus memasak untuk Tuan Kim." Ujar Anna pamit dari Pria segudang ilmu itu.


Seminggu ini, Anna memang menyibukkan diri mengurus segala keperluan Dae Jung. Mulai dari sarapan, baju yang akan di kenakan Dae Jung, merapikan kamar, hingga makan malam. Namun itu tak ingin di ketahui oleh Dae Jung, Anna hanya ingin mengabdikan diri kepada Suaminya, bentuk rasa terima kasihnya pada Dae Jung ,meski perjanjian itu masih ada di antara mereka.


"Dae Jung memang tahu, apa yang aku butuhkan." Gumamnya.


Anna memulai bertarung dengan berbagai bahan daour, di bantu tiga koki hang kerja di rumah itu, dia sudah sangat paham selera Dae Jung ketika memilih makanan. Suaminya itu tidak suka makanan pedas, dia lebih memilih daging dan sayur ketimbang makanan olahan lainnya. Sehingga Anna lebih mudah memasak berbagai olahan daging dan sayuran sesuai pentunjuk kokinya.


** **** *****


Pukul 19.45 Dae Jung sudah tiba, ia melangkah masuk ke rumah. Mengetahui kedayangan suaminya, Anna berlari menuju Dae Jung lalu memeluknya kegirangan.


Pertama kali di peluk Anna, Dae Jung terkejut. dia hanya mengusap belakang Istrinya itu. Sementara Ji Yeong mengalihkan pandangan dari arah mereka.


"Kamu kenapa lagi? " Tanya Dae Jung Kebingungan.


"Oppa, Terima kasih atas semuanya." Ucap Anna penuh rasa syukur.


" Untuk apa?"


Dae Jung yang agak risih sebab di lihat para pelayannya berusaha melepas pelukan Anna darinya.


"Ok, Ok, sama-sama. Aku mau mandi dulu." Ujar Dae Jung menuju ke kamarnya.


Jauh di dalam lubuk hatinya, ia senang mendapat pelukan hangat dari Anna istri konyolnya itu. Bahkan saat mandi pun Dae Jung menyungging senyum menginngat pelukan Anna.


Setelah mandi, Dae Jung turun ke bawah untuk makan malam, memakai baju kaos lengan panjang orange, cahaya tampannya makin bersinar, Anna melihat itu makin terpesona dengan ketampanan suaminya.


Entah siapa yang lebih dulu diantara mereka mendapatkan bidikan cinta Dewi Amour, hanya persoalan waktu saja, menemukan bidikan cinta pada dua anak manusia yang terikat perkawinan tanpa cinta itu.


"Ini makan malamnya special lagi, Pak Choi? " Puji Dae Jung pada kepala kokinya.


Anna mengedipkan mata ke arah Pak Choi.


"Iya, Tuan." Sahut Pak Choi.

__ADS_1


Dae Jung melahap daging masakan Anna, ia begitu menikmati suapan demi suapan ke dalam mulutnya.


Anna yang tak tega pada kepala pelayan Nas, Ketiga pelayan dan koki itu berdiri, dia pun berucap,


"Kalian makan juga, di belakang masoh banyak, pasti kalian juga sudah lapar, kan?" Usul Anna yang iba.


Namun ke enam pekerja di rumah Dae Jung itu hanya terdiam.


"Opp, di dalam Islam kita semua bersaudara, meskipun mereka kerja dengan kita, tidak baik memperlakukan mereka dengan cara seperti itu. mereka juga pasti sudah lapar, sydah seharian memasak untuk kita." Jelas Anna.


Mendengar itu Dae Jung tertegun, Anna memang wanita yang penuh belas kasih.


"Tinggalkan kami saja, bair saya yang urus Pak Kim ini. kalian ke belakang makan, ajak semuanya makan juga, ya." Titah Anna pada mereka.


Dae Jung mengangguk pada mereka, pertanda mengizinkannya, sekumpulan pelayan itu memulai makan malamnya pula.


'PERCAKAPAN BAHASA KOREA'


"Beruntung kita mempunyai majikan seperti Nona Anna." Puji kepala Koki itu.


"Sangat cocok dengan Pak Kim. Beruntung bisa menikahi gadis seperti Anna." Sahut Kepala pelayan Nas.


Mereka bercengkrama sembari memuji Anna yang sangat rendah hati. Para pelayan itu berkomitmen untuk melayani Anna dengan baik dan sepenuh hati.


Dae Jung menatap Anna yang makan dengan lahap. perempuan di hadapannya memang lugu, namun dia memang mempunyai hati yang murni seperti uang dikatakan Presdir Hang.


"Kamu pelan-pelan makannya, makanan iti tidak akan lari darimu." Usil Dae jung.


Anna memanyunkan mulut yang di penuhi makanan.


"Makanan ini sekarang memang tidak akan lari dariku, Tapi dia lama menjauh dariku, sejak kecil aku hanya melihat makanan seperti ini di tv, mana bisa Anak petani sepertiku membeli makanan ini." Jawab Anna mengingat mendiang orangtuanya.


Dae Jung tergugu. dia merasa bersalah sudah membuat Anna bersedih.


" Ya sudah, Kamu makan ini semua hak kamu." Ucap Dae Jung.


"Oppa, aku mau meminta izin, apa boleh saya pergi bersama guru baru itu, saya berniat mencari bahan untuk tulisan, Hmm .. hanya sekitar kota Seoul saja." Ujar Anna.

__ADS_1


"Boleh, asalkan kamu membawa dua pengawal untuk kewaspadaan saja." Sahut Dae Jung.


Anna mengangguk mengerti.


__ADS_2