
Anna menyusun kotak makanan yamg sudah kosong ke dalam tas kainnya. Dae Jung masih memperhatikan ekspresi datar Istrinya. Sepertinya Anna masih menyimpan bekas luka atas pertanyaan yang belum ia jawab.
"Aku mau pulang dulu, tapi saya minta izin untuk mampir di toko buku."
"Kamu hati-hati, Nanti malam aku akan pulang cepat. tunggu aku di rumah." Ujar Dae Jung.
Saat Anna melangkah menuju pintu, Dae Jung berkata,
"Saya minta maaf, Anna." Ucap Dae Jung.
"Minta maaf untuk apa? Disini tidak ada yang salah, hanya saja kita yang terjebak dalam situasi yang tidak di inginkan." Sahut Anna dengan suara bergetar.
Deg!
'Situasi yang tidak di inginkan' Seketika dada bidang Dae Jung bergetar, Anna sudah mengucapkan kata yang bisa saja itu suatu penyesalan atas pernikahan mereka.
Kakinya terkulai lemah melihat Anna lenyap di balik pintu.
"Apa aku sudah melakukan kesalahan? Apa aku terlalu pengecut untuk mengakui bahwa aku sudah tertarik pada Anna." Gumamnya.
Dari kantor Dae Jung, Anna menuju ke toko milik teman Jun Hyun, disana pria berambut coklat itu sejak tiga jam yang lalu menunggunya. Melihat kedatangan Anna yang sudah memasuki pintu kaca toko, Jun Hyun melambaikan tangan padanya.
Anna sudah mengukir senyum di wajah manisnya, ia sudah melupakan pembicaraannya siang tadi bersama Dae Jung, Anna merasa ini mungkin salahsatu Ujiannya sebagai Istri, dan bersabar menanti Cinta Dae Jung itu yang harus ia jalani.
#JUN HYUN
"Maaf, Jun Hyun. Aku terlambat." Ucap Anna.
"Tidak apa, berkat menunggumu, aku menghabiskan tiga examplar sekaligus." Canda Jun Hyun.
Karna mereka sudah sepakat untuk berteman, panggilan sapaan Nona Jun Hyun hilangkan pada Anna.
Anna tertawa, menampakkan lagi kedua lesung pipinya.
"Ini toko buku punya teman kamu?"
"Iya, saat sore hari, disini tempat aku merehatkan pikiran dengan membaca." Jawabnya.
"Ternyata kamu kutu buku juga, Ya."
"Kutu? itu hewan." Ketus Jun Hyun.
Anna terkekeh.
"Bukan, Itu istilah di Indonesia orang yang hobbynya baca."
__ADS_1
"Oh, begitu. Ayo, cari buku yang kamu mau." Lanjut Jun Hyun berdiri mengajak Anna.
Suasana toko buku di Hannam dong saat itu masih sunyi, Hanya beberapa orang saja yang mengisi meja baca yang agak beejauhan.
Anna mengikuti langkah Jun Hyun memilah buku di rak kayu.
"Kamu suka buku yang bergenre apa?" Tanya Jun Hyun.
"Kalau aku paling suka membaca buku filsafat. Novel romance juga."
"Kita favoritnya sama." Sahut Jun Hyun.
Anna memilih novel bersampul pink, berjudul "Beautiful way to love husband" . Dia sedikit menghela nafas, dia menyimpannya kembali di rak, tanpa membacanya sinopsisnya.
"Kenapa menyimpannya kembali?" Tanya Jun Hyun.
"Buat apa, Aku punya cara sendiri mencintai suamiku." Jawab Anna berusaha senyum.
Ya, Caranya mungkin agak kuno, namun berdoa dan memberikan pelayanan terbaik pada Dae Jung adalah cara yang paling ikhlas, Pikirnya.
"Kalau boleh tau, sudah berala lama kamu menikah dengan Tuan Kim?"
"Kami sudah sebulan menikah." Jawab Anna yang memasang wajah muram.
Teringat lagi dengan pernikahannya yang tanpa cinta dari Dae Jung.
"Kamu wanita yang baik." Lirih Jun Hyun dalam hati.
Anna sudah mendapatkan buku yang ia cari, buku tentang panduan menjadi seorang Ibu yang baik. Dia memikih buku itu bukan tak ada alasan, Dia ingin mempersiapkan diri sejak dini menjadi seorang Ibu, Entah kapan hal itu bisa terwujud.
"Kamu mencari buku yang benar." Ujar Jun Yun.
"Iya, Hanya ini yang aku ingin baca." Sahut Anna yang mulai membaca.
Jun Hyun kembali berfokus pada novel romancenya, dia hanyut dalam kisah cinta segitiga yang banyak menyimpan kesedihan pada dua insan yang mencinta namun bertepuk sebelah tangan. Tapi suasana hening itu di pecahkan lagi oleh Anna.
"Jun Hyun, apa arti Ibu bagimu?"
Jun Hyun diam sejenak, dia menyudahi bacaanya.
"Segalanya." Jawabnya.
"Alasannya?"
Anna ingin mengetes kepribadian gurunya itu seberapa jauh pria atheis memandang arti kehidupan.
__ADS_1
"Alasannya, karna dia yang melahirkan saya. memberikan segalanya padaku sejak kecil, bahkan nyawa pun siap di pertaruhkan untukku."
Anna menepuk tangan untuk jawaban terbaik Jun Hyun.
"Kamu bilang, kamu tidak mempercayai Agama apapun, tapi kenapa kamu seluar biasa itu memaknai seorang ibu." Imbuh Anna.
Jun Hyun mengusap kepala Anna, Rupanya pria itu sudah terhanyut dalam suasana yang menganggap Anna sebagai teman. Mendapat perlakuan demikian, Anna sedikit risih karna dia berstatus sebagai Istri Dae Jung.
"Anna, Apa arti Islam itu? " Jun Hyun tiba-tiba bertanya ke islaman padanya. Anna tesentak kaget lalu bertanya,
"Kamu ingin muallaf?"
Jun Hyun mengeleng." Aku hanya bertanya Nona."p0p
"Jika bertanya, berarti punya niat kan?"
"Aku juga tidak tahu."
"Cari tau dulu di Google." Canda Anna padanya.
Mendengar lawakan Anna, Jun Hyun tertawa lepas. Di matanya, Anna perempuan yang sangat menyenangkan. Betapa beruntungnya suami yang memiliki Anna seutuhnya.
"Jun Hyun, Aku mau bertanya sebagai teman. Apa alasanmu tidak mempeecayai Agama apapun?"
Jun Hyum menghela nafas berat.
"Sebenarnya ini rahasiaku, tapi karna kamu sudah jadi temanku. Aku akan menceritakannya."
Anna memfokuskan diri pada gurunya itu, dia sangat penasaran dengan penyebab Jun Hyun memilih jadi penganut Atheis.
"Anna, sewaktu aku SMP, Ayahku di penjarakan karna kasus Korupsu pada peruasahaan besar. Sejak saat itu masalah datang bertubi-tubi, Aku dan Ibuku Di ikuti banyak rentenir. Ibuku memutuskan untuk ke Jerman memmbawaku memulai hidup disana, Ibuku berusaha keras untuk menghidupiku, Namun seorang pria yang datang menemuinya hinga menawarkan diri menjadi suaminya, Ibuku di jadikan Istri ketiganya, mendengar Ibuku menikah lagi. Ayahku merasa di khianati lalu melakukan bunuh diri di dalam penjara. Tidak sampai disitu saja, lain waktu Aku ceritakan semuanya." Ungkap Jun Hyun mengenang masa pahitnya.
Mendengar kisah hidup Jun Hyun, Anna terkejut sehingga mulutnya menganga. Ternyata dibelahan dunia ini, ada banyak orang-orang yang di uji melebihi dari Cobannya, termasuk gurunya itu.
"Kamu jangan mengasihaniku, Aku lebih baik sekarang." Tangkas Jun Hyun.
"Maaf, aku bukan bermaksud mengungkit itu." Anna merasa bersalah padanya.
"Tidak juga, Entah kenapa, aku nyaman menceritakan itu semua. mungkin karna kamu orangnya tulus, Nona Anna."
"Ibumu masih hidup?" Anna bertanya dengan polosnya.
Jun Hyun hanya menjawab lewat anggukan. Dia meraih tasnya lalu mengeluarkan buku pelajaran untuk Anna .
"Sekarang, kita mulai belajar bahasa Korea lagi. agar Nona Anna bisa berpetualang sendiri tanpa membawa kamus."
Jun Hyun merasa nyaman setelah mengungkap kisah memilukannya pada Anna, baru kali ini dia mempercayai orang lain menampung ceritanya.
__ADS_1