BIDIKAN CINTA UNTUK KIM DAE JUNG

BIDIKAN CINTA UNTUK KIM DAE JUNG
PERLAWANAN ANNA


__ADS_3

"Kita mau kemana?" Tanya sopir mereka.


"Siapkan kapal sekarang, kita sudah menculik ratu, tentu rajanya tidak akan tinggal diam." Sahut Jun Hyun.


Jun Hyun masih memeluk Anna dengan erat dalam pingsannya, rencananya kali ini tidak sesuai harapan, semua karna kecurigaan Anna yang buatnya terpaksa menculik perempuan yang ia kagumi itu.


"Aku tidak ingin melibatkan kamu. Tapi kamu terlalu cerdas untuk semua ini." Lirih Jun Hyun mengusap dahi Anna.


Jun Hyun tahu, Anna juga mempunyai rencana yang mungkin belum terbaca olehnya, wanita di depannya bukan wanita sembarang pada umumnya, kepolosan Anna mampu mengelabui siapa saja yang baru mengenalnya, termasuk dirinya.


"Aku terjebak dalam posisi ini Anna, andaikan kamu bukan istri dari keluarga br*ngsek itu, mungkin semua akan berbeda ceritanya." Ujar Jun Hyun yang masih menatap wajah Anna.


Rencana Jun Hyun untuk membalaskan dendam sudah lama ia rencanakan, namun kehadiran Anna menjadi dua sisi sarana untuk mempermudahnya juga mempersulitnya. Dia menjadi guru private Anna untuk lebih mengetahui keadaan keluarga Korain sekarang seperti apa, dan bagaimana melumpuhkan Korain secara paksa. Dendam pada keluarga Korain sangat mendarah daging di dirinya, baginya nyawa Ayahnya harus terbalas pula oleh kehancuran Korain.


Di tempat yang berbeda, Dae Jung mendengar penuturan keempat pengawal Anna, dia tak henti mengepalkan tangan, kedua telinganya begitu panas di suguhkan penculikan istrinya.


"Kami yakin,yang menculik Nona Anna Jun Hyun guru privatenya." Ujar kepala pengawal.


"Jun Hyun? itu siapa? guru private Anna itu perempuan." Imbuh Ji Yeong.


Ji Yeong tahu, guru private Anna adalah Chu Ha, dia yang menyimpan formulir Chu Ha di meja kerja Dae Jung, namun karna kesibukan Dae Jung hingga diantak menyadari bahwa Jun Hyun yang sering di sebutkan Anna menyimpan bahaya yang setiap saat mengintai mereka.


"Kerahkan semua untuk menutup jalur tranportasi di setiap daerah Seoul." Perintah Dae Jung, suaranya bergetar menahan amarah.


"Apa yang kita harus lakukan?" Tanya Ji Yeong menanti tugas untuk dirinya.


"Aku tahu, Anna bisa bela diri. Dia pernah menceritakan, dia tiga tahun menjadi agen rahasia untuk membongkar mafia obat terlarang di kotanya. Aku tahu, ini salahsatu rencana dia untuk membongkar semuanya." Ujar Dae Jung.


"Dan Anna tahu kita pasti menyelamatkannya." Ji Yeong menambahkan.

__ADS_1


Anna memang pernah menjadi agen rahasia bersama kepolisian di kotanya, berkat gelar sabuk hitam yang dimilikinya dalam taekwondo, dia di tawari menjadi salahsatu agen untuk membongkar penjualan obat terlarang di sekitarnya.Sejak kecil Anna di ajarkan taekwondo oleh Kakek Lambau dan masuk dalam kursus taekwondo untuk mempermantap ilmu bela dirinya.


Anna sudah banyak menjerumuskan gembong nark*tika ke dalam jeruji besi, hingga pekerjaannya itu di ketahui oleh Uwa Nuri membuat dirinya terpaksa berhenti dari pekerjaan berbahaya itu, sebab pengancaman dari berbagai arah kerap kali Raka dan Rasti terima, sehingga dia memutuskan untuk menjadi pelayan resto sembari menggapai impiannya menjadi penulis.


"Kerahkan semua intelejen kita, sadap semua jaringan telpon , dan jaga setiap sudut di kota ini. Mulai dari tranportasi darat, laut, dan udara. Aku yakin mereka masih dalam wilayah Seoul." Ujar Dae Jung.


Ji Yeong bergerak dengan seluruh anggota kemanan Dae Jung. Sementara Dae Jung pergi ke kamar untuk berganti pakaian, malam ini dia akan memberikan seluruh tenaga untuk menyelamatkan istrinya.


Dia memasuki kamar Anna, kamar istrinya begitu rapi.


"Sepulang kerja, aku biasa melihat mu tidur." Lirih Dae Jung.


Mata Dae Jung melihat ke arah meja rias Anna, di cermin menempel kertas yang tertuliskan kata "Air" Dae Jung berusaha memahami apa arti tulisan Anna tersebut.


"Air ..apa maksud ini sayang." Gumam Dae Jung.


Beberapa saat Dae Jung berusaha memahami kode yang di berikan Anna sebelum dia pergi, terakhir kali Anna berada di Sungai Han, berarti Anna sudah merencanakan semuanya.


Dae Jung sudah memasuki ruangan rahasia yang sudah terisi berbagai orang dari pendayagunaan informatika.


"Terakhir kali Anna terlihat melintasi tepi trotoar ini." Ujar Ji Yeong memperlihatkan gambar Anna yang sedang bejalan.


"Anna memberikan kode rahasia untuk kita, dia memberi petunjuk untuk kita pahami, yaitu Air." Dae Jung memperlihatkan kertas tulisan Anna.


"Kata keempat pengawal Anna, Anna yang meminta untuk bertemu di Sungau Han." Ji Yeong memberi tambahan.


"Berarti Air memang kode Anna untuk kita, Air berhubungan dengan sungai dan lautan. Ya, mereka pasti akan membawa Anna lewat jalur laut, karna mereka sudah berada di sungai Han, tentu mereka mengambil arah lebih dekat yaitu pelabuhan." Dae Jung menerka.


"Benar, karna ketika mereka melewati jalur darat, mereka tahu akan terkepung dari berbagai arah." Sahut Ji Yeong.

__ADS_1


"Siapkan semua helikopter kita, telusuri dari atas setiap lautan Seoul, dan siapkan kapal Korain, aku tidak akan membiarkan istriku berlama-lama di tangan kotor mereka." Titah Dae Jung dengan suara lantangnya.


Bagian keamanan Dae Jung sebagian kembali mengambil tugas masing-masing.


Tidak lama ponsel Dae Jung berdering, nomor yang tak di kenal. Dae Jung menjawabnya tanpa bersuara.


"Apa kabar Presdir Kim?" Suara pria itu terdengar mengerikan, dia Jun Hyun yang mencoba memebrikan peringatan padanya.


"Kamu siapa?" Tanya Dae Jung.


"Istrimu masih baik-baik saja. Dia bersamaku tidak akan terluka."


"Aku tidak pernah membunuh orang, tetapi jika kau melukai Anna, Aku akan jadi orang yang pertama membunuhmu." Kecam Dae Jung.


"Sepertinya darah Ayahmu sudah membektikan gennya padamu, pembunuh berdarah dingin."


"Siapa kamu? apa hubunganmu dengan Ayahku?"


"Mungkin kamu lupa lima belas tahun yang lalu, ada seorang anak seusiamu memberikan peringatan pada saat kematian Ayahnya."


Dae Jung berusaha mengingat memori lima belas tahun silam, dia mengingatkan pada anak laki-laki yang menangis di pemakaman Ayahnya. Dia Kang Jun Hyun, saudara tirinya. Anak dari sitri ketiga Ayahnya.


"Kamu sudah ingat? aku yakin kamu sudah ingat. Saya memberikanmu dua pilihan, memberikan Korain padaku atau mengikhlaskan Anna mu ini jadi milikku?" Tutur Jun Hyun dengan suara sendunya.


"Jun Hyun, Anna tidak ada hubungannya dengan kita. Ini urusan kita berdua. Kita sama-sama terluka saat itu, Ibu kita sama-sama terluka. Lupakan semuanya." Dae Jung berusaha berkompromi.


"Dasar bedebah, Ayah br*ngsekmu membuat Ayahku mati dalam sel, setelah menghancurkan perusahaannya, mana mjngkin aku melupakn itu."


"Jun Hyun, Jun Hyun .." Dae Jung masih ingjn membujuk saudara tirinya itu. tetapi panggilan itu di matikan oleh Jun Hyun.

__ADS_1


Agar tidak bisa terlacak, Jun Hyun menceburkan ponselnya ke dalam lautan. Dia sudah berada di kapal untuk menyeberang pulau bersama para anggotanya, tentu membawa Anna pula.


__ADS_2