BIDIKAN CINTA UNTUK KIM DAE JUNG

BIDIKAN CINTA UNTUK KIM DAE JUNG
ADA YANG ANEH DI JI YEONG


__ADS_3

Pagi-pagi Anna menyibukkan diri menyiapkan sarapan, morning sikcness tak lagi menyapanya, mungkin salahsatu penawar karna Dae Jung semalam sangat memanjakannya, malam indah dan penuh keromantisan dilalui bersama.


Terlihat Ji Yeong turun ke bawah lebih dulu, dia berlalu begitu saja menuju parkiran. Melewati Anna yang menyusun sarapan di meja makan.


"Ji Yeong tak ingin sarapan lagi?" tukas Anna melihat kepergian Ji Yeong mengendarai mobil sportnya.


Ji Yeong benar-benar dilema kali ini, pikirannya sudah dikekang rasa bersalah juga empatinya sebagai anak. Ayahnya memang harus pantas dihukum, tapi bagaimana dengan Ibu kandungnya yang belum tentu tak bersalah, wanita tua itu hanya dijadikan sarana pelampiasan Ayahnya, dan pasti dibawah tekanan Chung Sang.


"Bu Nas, sepertinya Ji Yeong akhir-akhir ini sibuk sekali .." Ujar Anna yang menuangkan susu di gelas Dae Jung.


"Iya, Nona. Ji Yeong juga sudah malas bercanda, mungkin karna pekerjaan kantor." Timpal Bu Nas pula."


"Hm, dia sudah bekerja keras, pasti Tuan Kim akan memberikan apapun dia minta, dia pantas mendapat apresiasi dari kerja kerasnya." Anna menambahkan.


Yuna sudah hadir diantara mereka, dia duduk sembari memasang wajah lesuh, dia tak secerah pagi ini, hasrat bercanda lenyap dari dirinya pula, itu di karnakan Yuna merasa diabaikan oleh Ji Yeong.


Semua pesan Yuna tak ada satupuk dibalas oleh pacarnya itu. Panggilannya pun sama sekali tak di jawab, terlebih legi bila harus meminta barengan ke kantor seperti rutunitas mereka setiap pagi. Ah, Ji Yeong kenapa tiba-tiba aneh seperti itu? batin Yuna mengerutu.


"Rupanya, kabut mulai nampak lagi, Bu Nas." Ketus Anna.


Namun itu sama sekali tak didengar oleh Yuna, dia masih sibuk mengolesi rotinya dengan tatapan kosong megambang.


"Yuna, kau baik-baik saja?" Anna membuyarkannya seraya menepuk pundak Yuna.


"Ha? ya, aku baik."Sahut Yuna terkejut.


"Kamu ada masalah dengan Ji Yeong?"


"Tidak ada, kami hanya fokus di Korain saja dulu." Jawab Yuna.


Alasannya pun memang klise, tetapi ini jawaban terbaik. Sebab dia pun tak tahu, apa yang sudah terjadi hingga merubah Ji Yeong yang pribadi yang hangat padanya makin dingin bersikap.


Di menit kemudian, ada Dae Jung yang sudah menyatu dengan ketiga wanita itu. Dia melemparkan kedipan mesra di Anna, buat istrinya sedikit geli. Dae Jung melihat penampakan kursi Ji Yeong yang kosong.


"Ji Yeong belum bangun?" tanyanya.

__ADS_1


"Dia lebih dulu pergi, Tuan." Sahut Bu Nas.


"Apakah dia mengalami kesulitan di kantor?" tanya Anna pula.


"Korain sudah keluar dari zona sulit. Tak ada yang perlu lagi dikhawatirkan, benarkan Yuna?" Dae Jung berkata.


Yuna mengangguk perlahan, ternyata bukan dirinya saja yang merasa Ji Yeong bersikap aneh. Orang-orang di sekelilingnya pun menilai demikian.


"Mungkin saja, dia punya masalah internal yang tidak bisa di ceritakan pada kita." Dae Jung bijak menanggapi.


Akan tetapi, sebagai sahabat yang sudah puluhan tahun mengenal Ji Yeong, dia menyimpan kecurigaan dengan sikap Ji Yeong tersebut. Tentu ini yang jadi pemicu agar Dae Jung menyelidiki pula tentang apa yang membuat sahabatnya itu berbeda dari biasanya.


"Anna, sepulang dari kantor, aku akan menjemputmu, kita akan ke dokter kandungan," tutur Dae Jung.


"Iya, kalau tidak merepotkan."


"Hem, merepotkan apa? antar Istri dan anak sendiri perikasa itu repot, maksudmu?" timpal Dae Jung.


Anna terkekeh.


Yuna dan Bu Nas hanya menyimak kedua pasangan itu dengab senyuman kecil.


*******************


Ji Yeong kembali ke kantor polisi, sebelum bertemu Jun Hyun, dia terlebih dulu berkonsultasi dengan temannya yang juga bagian dari penyidik disana.


-PERCAKAPAN BAHASA KOREA-


"Kenapa pagi-pagi sekali, Ji?"


"Aku mau bilang sesuatu sama kamu, tapi biarkan dulu ini jadi rahasia kita."


Ji Yeong berbisik pada temannya itu, dia menceritakan semua tentang Ayahnya yang dibalik kejahatan keluarga Korain.


Mata Eung He membelalak, dia tak menyangka Paman Chung Sang ia kenal sebagai orang yang baik bisa melakukan hal sekeji demikian. Eung He mengeleng.

__ADS_1


"Lalu? ingin kau apakan? ini kriminal Ji Yeong, Paman harus membayar kesalahannya." Imbuh Eung He.


Ji Yeong menghela nafas, "Aku tahu itu, aku juga tidak akan membela orangtuaku bila sudah begini, tapi ..Eung He, ibuku ..dia tidak bersalah,"


" Tetapi, kamu harus tetap melaporkan Paman terlebih dulu, ini sangat membahayakan Dae Jung dan istrinya. Mereka tidak bersalah Ji Yeong,"


Ji Yeong gamang, matanya nanar menatap Eung He, temannya itu benar, bila dia membairkan Ayahnya berkeliaran terlalu lama, maka akan ada korban selanjutnya, dan bisa saja itu Dae Jung ataupun Anna.


"Ini harus adil, Ji. Dae Jung mendapat kenyamanan hidup.kembali, dan Paman Chung Sang harus membayar perbuatannya." Lanjut Eung He.


Ji Yeong mengangguk, " Kalau begitu arahkan polisi untuk melakukan penangkapan pada Ayahku, biarkan aku menghindari Dae Jung sementara, wakili aku meminta maaf dari oarangtuaku." Ji Yeong sudah pasrah.


Ji Yeong akan bersembunyi sementara waktu, betapa malunya bila semua orang tahu kalau Ayahnyalah yang meledakkan pabrik Korain dan Mall Korain. Ji Yeong harus menahan malu, sebagai keamanan pribadi Dae Jung dia merasa gagal menjaga Korain, di tambah lagi perbuatan itu dilakukan oleh Ayahnya sendiri, ia yakin, semua hujatan pasti akan menimpanya berserta keluarganya.


"Aku mengerti posisimu, tapi Dae Jung akan lebih mengerti. Tapi hukum harus berjalan, Ji." Ujar Eung He.


"Ya,lakukan pencarian pada Ibuku, dan penagkapan pada Ayahku. Ini laporan atas namaku sendiri sebagai keamanan pribadi Dae Jung." Titah Ji Yeong mengumpulkan kebesaran hati.


Eung He bergegas membuat laporan penangkapan Paman Chung Sang.


"Satu lagi, dimasa persembunyianku, keluarkan Jun Hyun dari sini. Buat dia bisa membantu Dae Jung." Pintanya.


Eung He hanya mengangguk saja. Ji Yeong menemui Jun Hyun, dia akan meminta Jun Hyun untuk menggantikan posisinya sementara.


"Kau mau kemana?" tanya Jun Hyun yang juga ikut sedih melihat keadaan Ji Yeong.


"Lari dari orang-orang yang akan menilai buruk tentang diriku."


"Jun Hyun, besok kamu akan dibebaskan, berjanjilah untuk menemani Dae Jung sementara, aku yakin, Ayahku pasti masih mempunyai rencana. Meskipun dia akan tertangkap, dia tidak akan semudah itu menyerah." Pinta Ji Yeong.


Hanya sepenggal ucapan permintaan pada Jun Hyum, Ji Yeong keluar dari kantor polisi menahan air mata yang ingin tumpah, dia akan keluar kota untuk bersembunyi, mematikan ponsel agar tidak dapat dihubungi oleh siapapun, termasuk Dae Jung dan juga Yuna.


Pikirnya, ini cara yang terbaik menenagkan diri. Jika dia melihat semua pemberitaan dan pertanyaan orang-orang tentang pengkhianatan Ayahnya, bisa saja dia mengakhiri hidup seketika. Ini sangat memalukan dan sangat terkeji. Ribuan nyawa dikorbankan Ayahnya demi ambisi yang bukan haknya.


Dibelahan kota Busan, Dae Song dan anggotanya sudah bersiap-siap meninggalkan rumah 308 C, hanya tersisa Paman Chung Sang dan sebagian para pengawalnya yang pasrah diciduk oleh polisi. Ini suatu rencana mereka untuk memanipulasi polisi dan keadaan.

__ADS_1


Dae Song akan menggencarkan rencananya malam ini. Tak ada waktu lagi, selain malam ini. Dia akan melakukan apapun demi Ayah angkatnya.


__ADS_2