
Yuna sudah sampai di apartementnya, Ji Yeong melambaikan tangan dari balik kaca jendela mobil, tangannya membalas kiss by pula pada robot hidupnya itu.
Agak lama pria itu memperhatikan gadisnya yang sedang mematung di pintu masuk, sementara dari jauh Yuna memberikan arahan agar Ji Yeong kembali pulang untuk istirahat.
Pacarnya pun menurutu permintaan Yuna, Ji Yeong melajukan mobilnya kembali meninggalkan Yuna yang ingin melepasnya dari jauh, hingga mobil sport hadiah ulang tahun dari Dae Jung lenyap ditelan jarak.
"Aku beruntung bisa menjadi pacar dari robot sepertinya, hmm .." Yuna bergumam sembari menlangkah masuk ke lobby apartementnya yang masih terletak di Pyeonchandaong itu.
Yuna memasuki lift untuk ke lantai 17 dimana rumah susunnya itu berada, dia masih sibuk memainkan ponsel, namun belum sempat pintu lift itu tertutup, ada tiga orang pria yang ikut pula nimbrung ke dalamnya.
Sekilas ketiga pria berbadan kekar itu hanya ikut ingin ke kantai sama, Yuna hanya mengabaikan mereka dengan asyik bermain ponsel mengirimkan pesan-pesan mesra pada Ji Yeong.
'Kamu hati-hati di jalan ..bila sudah tiba di rumah hubungi aku ya,'
Pesan Yuna pada Ji Yeong, tapi dengan cekatan Ji Yeong membalas pesan kekasihnya itu.
'Bila sudah masuk ke rumahmu, jangan kemana-mana lagi. Kamu masih posisi dimana sekarang?'
' Aku masih di lift bersama ketiga pria yang juga mau ke lantai yang sama.'
Balasan Yuna membuat Ji Yeong seketika panik, ada kecurigaan yang sungguh mendasar, pria yang memiliki jwa intelejen sepertinya meyelidik bahwa ketiga pria itu bisa saja akan membahayakan Yuna.
Ji Yeong memutar balik laju mobilnya kembali ke apartement Yuna. Dia melaju dengan kecepatan tinggi, tak ada lagi ketenangan dalam diri pria kelahiran Busan itu, yang dipikirkan hanya keselamatan Yuna, sebagai pria yang ingin bertanggung jawab, dia akan melindungi kekasihnya itu, selalu, dan kapan saja.
Tak ada balasan dari pesan dari Ji Yeong, Yuna memanyunkan mulut, dia kembali berfokus pada ketiga pria di sampingnya.
'Ah, kenapa aku merasa ada yang aneh pada ketiga hulk ini?' gumam Yuna yang merasa aneh karna di tatap oleh ketiga pria kekar itu. Ketiga pria itu memakai topi juga mamakia masker hitan menutupi bagian wajahnya.
Memang benar kecurigaan Ji Yeong, ketiga peia itu langsung membekap mulut Yuna, gadis betubuh tinghi itu meronta, melawan dengan mencakar ke wajah pria yang membekapnya dari belakang, mereka membius sekertaris Dae Jung itu dengan sapu tangan putih, hanya hitungan detik berlalu, Yuna sudah tidak sadarkan diri, wajah cantiknya di tutupi jaket salahsatu pria itu untuk menutupi kejahatan mereka.
Mereka sudah di lantai 15, hanya tersisa satu lantai lagi yang akan mereka lewati. Mereka bermaksud membawa Yuna dari sana, lalu memperkosa primadona Korain itu beramai-ramai, itu perintah dari bos mereka.
Saat pintu lift terbuka di lantai 17, mata ketiga pria jahat itu membelalak, melihat sambutan untuk mereka, dibalik pintu lift yang terbelah ada Ji Yeong dan empat keamanan di apartement itu sudah siap dengan pistolnya, tangan Ji Yeong mengarahkan ujung pistol itu tepat ke arah kepala yang membopong Yuna.
__ADS_1
"Letakkan pacarku sekarang!" Ujar Ji Yeong yang menatap tegas ke pria bayaran itu.
Namun pria itu hanya termangu.
"Atau peluru timah panas ini menembus ke otak busukmu!" Lanjut Ji Yeong geram.
Dusrh!!
Tak mendapat respon, Ji Yeong menembak ke kaki kanan pria itu itu, hingga Yuna yang tak berdaya jatuh ke lantai.
Kedua teman pria tertembak itu juga mengeluarkan pistol, dia ingin membalas perbuatan nekat Ji Yeong, namun pria yang memiliki keahlian bersenjata itu langsung melayangka tembakan emlat kali, kedua tangan lalu kaki mereka hingga tersungkur ke lantai kesakitan.
Keempat keamanan itu pula menembak di tangan salahsatu pria itu, karna masih ingin berusaha menembak Ji Yeong dengan pistol di tangannya. Keamanan apartement itu membanty Ji Yeong membawa Yuna keluar dari Lift.
Ji Yeong menggendong Yuna ke rumahnya, mencari di tas Yuna access card untuk membuka pintu. Setelah itu di membawa Yuna masuk dalam rumah yang berinterior pink itu.
Dia membarungkan Yuna di tempat tidur, memeriksa semua bagian tubuh pacanya untuk memastikan tak ada luka dari pria bayaran itu.
Yuna masih terlelap dalam pingsannya. Dia menatap wajah pacarnya penuh rasa bersalah. Bahaya memang akan pula mengintai Yuna, tak bisa lagi di lengahkan, Ji Yeong akan menginap menemani Yuna hingga esok pagi, lalu membawa kekasihnya tinggal di rumah Korain.
Ji Yeong mengirim pesan kepada Dae Jung dengan kejadian yang menimpa Yuna.
"Aku tidak pulang malam ini, Yuna baru saja di serang, besok aku akan kembali bersamanya, kalian baik-baik semua disitu.'
Pesan Ji Yeong menyelinap di Smartphone Dae Jung, membacanya suami Anna itu makin geram dengan berbagai teror pada orang-orang terdekatnya.
'Ini harus di selesaikan!' gumam Dae Jung mengepal tangan.
Tapi sebelum menyelidiki musuh Korain, dia terlebih dulu akan berfokus pada Korain Group, ada banyak nyawa yang menggantungkan hidup dari Korain, karyawan yang berkerja padanya adalah alasan utama agar Korain tetap berjalan, memberikan kesejaterahan pada karyawannya.
"Kamu sedang apa?" tanya Anna yang mengagetkannya, istrinya itu baru saja kelur dari kamar mandi membersihkan badan.
"Pesan dari Ji Yeong, Yuna baru saja mendapat serangan, dia akan tinggak di rumah kakek." Sahut Dae Jung.
__ADS_1
"Astagfirullah, berimbas juga pada Yuna, lebih baik begitu, mereka kan sudah pacaran, pasti akan menikah, Yuna lebih baik tinggal bersama kita." Anna menambahkan.
"Juga aku tidaj keseoian lagi, ada Yuna akan menemaniku." Lanjutnya.
Dia menuju ke meja rias, wajahnya sudah dua hari tak terpoles, dia ingin merias wajahnya, bermaksud untuk mengihibur suaminya.
Dari arah belakang, Dae Jung memandangi pantulan Anna di cermin.Dia menghampiri istrinya yang duduk di kursi meja riasm Bertekuk lutut sembari menatap wajah Anna penuh arti.
"Bidikan aku anak panah cinta Yama, agar aku sekuat Baek Hyeong bertaruh dengan darah." Ucap Dae Jung.
Sebagai jelmaan Yama dan Baek Hyeon, dia tahu, perjuangan cinta Yama dan Baek Hyeon tidak terlepas dari tragedi yang menguras emosi, air mata, dan darah peperangan, dan sejarah itu terulang pada kisah mereka.
Anna menatapnya lekat-lekat, ia ketakutan bila mereka akan terpisah oleh maut, seperti kisah cinta Yama dan Baek Hyeon yang berakhir tragis.
"Tak kupedulikan seberepa banyak aku menyesap lara, karna bersamamu suatu kewajiban dari Tuhan." Kalimat indah Anna pada Dae Jung.
Dae Jung ingin mengutarakan kembali perasaannya, karna dia merasa masih diberi kesempatan mencintai Anna di abad ke-21 ini, sia-sia waktu yang berlalu bila kata cinta tak pernah ia ucapkan pada wanita yang di takdirkannya itu, berulang kali cinta itu lahir, Anna dan Dae Jung akan tetap menjalin kasih, karna cinta sejati bukan untuk memilih, melainkan Tuhan yang memberi.
"Anna, aku meraba nama cinta di ruang hati kecilku, namun yang ketemukan hanya namamu bernaung disana."
Ada dua cinta yang memang buat Dae Jung sempat bodoh, dan itu buat semua penerima cinta tak berdaya.
Cinta dari masa lalu yang ingin mengulang kenangan indah (Bora) dan cinta masa depan yang siap memenuhi harapan (Anna).
Jika cinta membuat akal tak berdaya, janganlah menlenyapkan logika darinya, cinta restu Tuhan akan membawa kebaikan padamu.
******(
Dear pembaca ..
Ada Trailer "BIDIKAN CINTA UNTUK KIM DAE JUNG" jilid satu di Fb Grup NovelToon Indonesua Club Fansbas.
mampir ya, resapi setiap lagunya...
__ADS_1