BIDIKAN CINTA UNTUK KIM DAE JUNG

BIDIKAN CINTA UNTUK KIM DAE JUNG
CIUMAN YANG MESRA


__ADS_3

Malam pun tiba, Dae Jung sudah sampai di rumah. Berlari naik atas kamarnya. Mencari Anna di kamar, tapi hanya kesunyian yang ia dapat di kamar mereka.


""Dimana Anna?" gumam Dae Jung.


Dia pergi ke taman atas. Tapi isterinya tak ada disana. Dia turun lagi ke bawah, mencari Bu Nas. Kepala pelayan yang sudah ia anggap ibu itu sedang mengawasi para pelayannya menguras kolam renang.


"Bu Nas, Anna mana?" tanya Dae Jung khawatir.


"Saya kira ada di kamar, Tuan." Sahut Bu Nas.


Tentu Dae Jung panik. Dia memerintahkan pelayannya mencari keberadaan Anna. Dia juga ikut andil, dari atas bawah mengelilingi luasnya rumah Korain. Tapi, sosok Anna belum jua nampak di pelupuk matanya.


Dae Jung melepas dasinya. Ia letakkan di atas sofa. Dia berlari lagi ke taman belakang. Sungguh panik kali ini. Adakah lagi yang sudah terjadi pada Anna?


Karena terlalu khawatir pada Anna dan bayi kembarnya, mata Dae Jung mulai sembab. Nafasnya terengah-engah berlari mengitari sekitaran rumah Korain.


"Oppa," suara Anna memanggilnya dari arah belakang, tepatnya di taman bunga milik Kakek Hang. Rupanya, Anna dan Dae Song di panggil oleh kakek Hang untuk menemaninya membersihkan tanaman.


Dae Jung melihat senyuman Anna dari jauh bernafas lega. Dia berlari kecil menginjak rerumputan hijau. Memeluk Anna menghilangkan rasa khawatirnya.


"Kamu membuat khawatir." Ujar Dae Jung, lalu mencium bibir Anna di depan Dae Song dan juga Kakek Hang.


Dae Song yang tidak senang seketika mengemukakan kalimat protes, " Hei, apa yang kalian lakukan? disini ada Kakek !"


Kakek Hang malah menertawai Dae Song.


"Kamu yang kenapa? kita hanya tinggal tutup mata saja." Imbuh Kakek Hang.


"Tetap saja itu tidak bagus dilihat." Tangkas Dae Song yang cemburu.


"Maaf Kak, saya terlalu khawatir." Ucap Dae Jung. Anna begitu puas, Dae Jung melakukan itu di depan Dae Song. Dia memberikan kedipan ledekan pada kakak iparnya itu.


"Baiklah, kami akan lanjutkan lagi di kamar." Dae Jung menarik tangan isterinya enyah dari Dae Song dan Kakeknya.


Kakek Hang tertawa melihat itu. Dae Song makin kesal. Rasa cemburunya membludak dia mengumpat,


"Pasangan mesum !!"

__ADS_1


Kakek Hang memukul punggungnya dengan tongkat.


"Sebaiknya kau juga menikah, Kakek akan carikan untukmu." Ujar Kakek Hang.


"Aku mau yang seperti Anna. Wajahnya, semuanya, Kakek, bisa?" ketus Dae Song, tapi buat Kakek Hang malah bingung.


"Apa kau menyukai Anna?" tanya Kakek Hang menilik.


Dae Song terdiam. Dia ingin mengelak, tapi Kakek Hang lagi-lagi memojokkannya.


"Kau menyukai isteri adikmu sendiri .." Kakek Hang berlirih tak percaya.


"Sangat menyukainya." Sahut Dae Song.


Kakek Hang sesak nafas mendengar pengakuan cucunya. Cinta sudah membutakan mata Dae Song.


"Jadi kau ingin merebut Anna dari adikmu?"


"Tidak. Aku tidak sejahat itu. Kakek, jika ingin mencarikan aku jodoh, tolong, yang seperti Anna. Semuanya.." Kata Dae Song meninggalkan Kakeknya.


Saat Dae Song menuju kamarnya, dia tidak sengaja melihat pintu kamar Dae Jung terbuka. Rasa ingin tahu tiba-tiba menyeruak lagi. Tapi apa yang ia dapatkan, pasangan suami isteri itu malah berciuman di sofa kamar, tampaknya mereka berdua lupa menutup.


Dae Song yang tidak kuat lagi, Drakkk ! dia menendang pintu itu sedemikian kerasnya hingga Anna dan Dae Jung kaget bukan kepalang.


"Kenapa kalian tidak menutup pintu !!" kecam Dae Song.


Dae Jung beranjak lagi ke Kakaknya. " Seharusnya jangan melihat yang tidak boleh kau lihat." Imbuhnya.


Tatapan marah Dae Song layangkan ke Anna. Hasratnya juga ingin mencumbui Anna. Sangat menggebu. Dae Jung menyelidik, ada sesuatu perasaan yang beda pada Kakaknya itu bila melihat Anna. 'Apakah benar yang ku dengar saat dia mabuk, dia mencintai Anna.' Dae Jung menerka-nerka dalam hati.


Dae Jung menutup pintu dari luar, dia membiarkan sendiri Anna di dalam kamar.


"Aku ingin bicara sama Kakak. Sekarang. Kita ke kamarmu." Ujar Dae Jung menuju ke kamar Dae Song.


Dae Song mengikuti langkah adiknya dari belakang, anak kembar itu akan beradu mulut hanya karena satu wanita. Mereka sudah ada di dalam kamar. Dae Song menutup pintu itu lalu menguncinya.


"Apa yang ingin kau bicarakan?" tanya Dae Song. Dia melihat bekas liptik Anna yang yang berwarna pink masih tersisa di bibir Dae Jung. Dia menahan cemburunya. Sangat konyol bila harus mengumpat lagi.

__ADS_1


"Sejak kapan kakak menyukai isteriku?" tanya Dae Jung sembari menyilangkan tangan.


Dae Song tersandung lagi pertanyaan itu. Wajahnya memalas. Bukan karena tak ingin menjawab, tapi rasa malu yang mendera hingga bibirnya keluh mengucap kalimat jawaban.


"Sejak kapan ?!!!" Dae Jung memaksanya.


"Jauh sebelum kau dilahirkan." Sahut Dae Song dengan kisi-kisinya.


"Jangan bercanda, Kak. Aku serius, aku tidak senang kalau Kakak sampai menganggu isteriku !!" Dae Jung mulai mengeraskan suara pada Kakaknya.


Benar perkiraan Ji Yeong dan Bu Nas, bila itu menyangkut Anna, Dae Jung sangat sensitif. Anna tujuan utamanya, tak ada lagi yang bisa ia berikan selain perlindungan. Menjadi suami Anna, buat hidupnya semakin berarti. Anna merubah semua pola pikirnya tentang Tuhan dan kehidupan. Bila kehilangan Anna, sama saja Dae Jung kehilangan lentera kehidupan.


"Lalu kau ingin apa? membunuhku agar perasaan ini hilang?" tanya Dae Song.


Dae Jung mengepal geram. Andaikan Dae Song bukan kakaknya, mungkin wajah pria itu sudah habis di lukai olehnya.


"Dae Jung, sekalipun kau membunuhku. Aku tidak akan bisa melupakan Anna.Dia sudah di gariskan untuk aku cintai di kehidupan sebelumnya, juga selanjutnya." Jelas Dae Song.


Buukkk ! Pukulan keras Dae Jung layangkan di pipi kanan Kakaknya. Dae Song tak tinggal diam, dia meraih kerah kemeja Dae Jung, matanya menahan emosi.


"Kenapa kau marah? hek? aku juga tidak ingin memiliki perasaan ini. Jika aku mau, Aku bisa mendapatkan yang jauh lebih dari isterimu. Tapi takdir sudah menjebakku."


Dae Jung melepas diri dari cengkraman Dae Song. Amarahnya masih ia kendalikan. Jangan sampai memukuli Kakaknya lagi. Ini tidak benar, Ibu dan Ayahnya di atas sana pasti akan sedih bila melihat perkelahian mereka.


"Kau ingin memukuli kakakmu lagi? memperlihatkan keahlian bela dirimu?" tanya Dae Song yang juga merasa kasihan pada adiknya.


"Aku akan memukuli kakak, bila aku sampai melihat kau mengganggu isteriku. Jangan dekati Anna lagi." Dae Jung memperigatkannya.


Dae Song melempari bantal ke adiknya. "Kau keluar dari sini."


Dae Jung malah melempar balik bantal itu ke Dae Song. "Ingat itu. Jangan ganggu isteriku. Dia sudah mengandung anakku. Jadi lupakan harapan kakak."


"Keluar dari kamarku !!" kecam Dae Song padanya.


Dae Jung keluar seraya membanting pintu dengan keras. Dia sangat menunjukkan amarahnya. Anna segalanya, tak ingin wanitanya itu di ganggu pria lain, termasuk Kakaknya. Susah payah dia mempertahankan cinta itu agar tetap terjaga, dan tak ingin di rusak oleh siapapun.


Dae Song juga demikian, harga dirinya tercabik-cabik hanya karena mencintai perempuan berhijab itu. Tidak, dia sudah letih. Dia harus bangkit dari perasaan ini. Dae Song akan mengillingi setiap bar untuk menghibur kekesalannya pada Anna yang tak bisa ia raih.

__ADS_1


__ADS_2