BIDIKAN CINTA UNTUK KIM DAE JUNG

BIDIKAN CINTA UNTUK KIM DAE JUNG
KELUARGA BORA


__ADS_3

Bibi Nami menyambut kepulangan suaminya dari Taiwan, pria paruh baya itu langsung merangkul istrinya.


-PERCAKAPAN BAHASA KOREA-


"Bora dimana?" tanyanya pada Bibi Nami.


"Dia dikamar, kamu akan terkejut melihat anak kita sekarang."


"Begitu? apakah dia semakin cantik setelah berdiam diri selama lima tahun?" canda Ayah Bora.


Bibi Nami tertawa, mantan kekasih Bu Nas itu memang sangat family man.


Dia menuju ke kamar anaknya, membawakan buah tangan tas mahal untuk putri semata wayangnya.


"Ahn Bora," sapa Ayahnya dibalik pintu.


"Ayah .." Bora memanjat ditubuh Ayahnya.


Ayahnya melihat tv dikamar yang menyiarkan berita diledakan Korain, dia mengusap kepala putrinya.


"Pasti Dae Jung sangat sedih," lirihnya.


"Ayah, bisakah Ayah membantuku untuk memiliki Dae Jung?" pinta Bora, tetapi hal itu buat Ayahnya tercengang.


"Itu tidak mungkin sayang, Dae Jung sudah punya istri." Ayahnya berusaha menolak secara halus.


"Tapi, aku masih mencintainya Ayah."


Presdir GG group itu membalikkkan wajah ke arah istrinya, dia memberi isyarat agar Bora tidak memaksanya lagi, namun Bibi Nami pura-pura tidak melihat itu.


"Ayah ..Dae Jung yang membuatku lupa dengan masa laluku yang buruk, tujuanku hanya Dae Jung, Ayah." Bora makin menghiba.


Ayahnya keluar dari kamar tanpa memberi jawaban, dia meninggalkan Bora yang masih ingin merengek. Pria bernama Kang Sae itu berlalu kekamarnya, langkahnya pun diikuti Bibi Nami dari belakang.


"Apa yang kau lakukan tadi?" tanya Bibi Nami protes dengan sikap suaminya pada Bora.


"Lakukan apa?"


"Kenapa kau terang-terangan menolak permintaan Bora, dia itu baru sembuh." Bibi Nami mulai menarik urat lehernya berbicara pada suaminya.

__ADS_1


Paman Kang Sae masih sibuk membuka kancing kemejanya.


"Aku bicara padamu," ujar Bibi Nami yang merasa diabaikan.


"Apa aku harus mendukung Bora untuk merebut yang bukan haknya lagi? Ayah macam apa membiarkan anaknya seperti itu." Sahut Paman Kang.


Saat Paman Kang membuka lemari, Bibi Nami malah menutup pintu lemari itu dengan keras, dia sangat tidak suka dengan jawaban suaminya itu. Paman Kang Sae lagi-lagi merasa tidka dihargai sebagai pemimpin keluarga, ini salahsatu kekurangan istrinya yang tidak pernah mendengarkan pendapatnya sebagai suami.


"Kau tidak perlu memikirkan nasib oranglain, pikirkan anakmu yang akan selalu menangis bila dia tidak bisa memiliki Dae Jung." Bibi Nami mulai geram.


Paman Kang Sae mengeleng, istrinya memang wanita yang ambisius hingga darahnya mengalir ke Bora pula.


"Itu tidak mungkin, Bora akan mendapat yang terbaik bila kita mendidiknya dengan baik." Tukas Paman Kang yang menghindari Bibi Nami, dia tak ingin pertengkaran mereka terulang lagi seperti yang lalu-lalu.


"Kalau begitu biarkan saya yang melakukannya, Dae Jung mengalami kerugian besar karna ledakan itu, jadi aku akan masuk sebagai penyelamat perusahannya, biarkan GG group yang bertindak."


"Kau ingin membuat orang berpisah?" tanya Paman Kang.


"Kalau demi Bora, kenapa tidak? biarkan GG bertindak."


"Aku tidak akan membiarkan perusahaan melakukan kecurangan, jika ingin menolong Korain lakukan tanpa ada sebab." Tegas Paman Kang.


"Jangan meminta persyaratan menukar harta pada orang yang sedang kesusahan." Paman Kang berusaha merubah pola pikir istrinya.


Bibi Nami tertawa, kalimat Paman Kang seperti menggelitiknya, bahkan cekikikannya meledek suaminya itu.


"Kamu lupa? GG group itu berasal dari mana dan dari siapa? itu perusahaan orangtuaku ! jika kau tidak menikahiku, kau hanya jasi penanam sayur di Desamu !" Bibi Nami mengingatkan asal-usul Paman Kang yang hanya seorang anak petani di Desa, semenjak menikahi Bibi Nami kehidupannya berubah drastis, menjadi pengusaha konglomerat di Korea Selatan.


Mata Paman Kang nanar, ucapan itu acapkali terlontar bila istrinya sedang marah, telingannya selalu menerima sindiran pedas itu, namun kali ini berbeda, dia tidak tahan lagi bila harus berlapang dada dengan segala sikap temprament Bibi Nami.


"Lalu kenapa kau mengejarku? jika tidak, mungkin aku sudah bahagia dengan Nas."


Bibi Nami melayangkan tamparan keras di pipi suaminya.


"Kau menyesal menikahiku? kau masih mencintai pelayan tua itu?" tanya Bibi Nami mengeraskan suaranya, diluar kamar ada pelayan yang ikut khawatir mendengar pertengkaran majikannya itu.


"Nami, jika aku bisa memutar takdir, aku tidak akan melakukan penghianatan hanya karna harta, hartamu dan semua kehormatan dari mereka itu tidak berarti apa-apa bila kau sendiri tidak menghargai suamimu." Lantang Paman Kang Sae, dia meluapkan kekecawaannya selama berpuluh-puluh tahun, diremehkan oleh istri sendiri, dia seperti berada diatas telunjuk Bibi Nami, tak ada yang bisa ia lakukan tanpa izin dari istrinya itu.


"Berarti kita sama saja, seorang penghianat, aku mengingkanmu, kau menginginkan hartaku, dan Bora menginginkan Dae Jung, kita ditakdirkan seperti itu, Hahhahhha." Bibi Nami tertawa jahat lagi.

__ADS_1


"Maka dari itu, aku tidak ingin mengulang itu pada anakku sendiri, kelicikan ibunya biarkan membusuk diraga sendiri, tak perlu mengindentik ke anaknya."


"Hmb, Bora akan tetap memiliki Dae Jung, kamu tidak usah mengendalikan GG group lagi bila kamu tidak mendukung kami."


"Ambik semuanya, aku tidak perlu bergelimangan harta bila kedudukanku sebagai suami dan ayah tidak dihargai oleh kalian." Ujar Paman Kang, dia keluar kamar membanting pintu.


Bibi Nami mengepal tangan.


Prang !! Prang !!


Dia membanting semua barang yang ada dikamarnya, keinginannya selalu saja bertolak belakang pada suaminya itu, pemikiran mereka tak pernah sejalan, dia sudah memberikan semua kepada Paman Kang Sae, namun pria itu tetap kukuh dengan pola pikirnya sendiri, bahkan ia tahu cinta suaminya hanya kepada Bu Nas seorang, hanya karna kemalaratan hidup buat Paman Kang Sae menikahinya lalu meninggalkan Bu Nas.


"Pria br*ngsek! bedebah !" kecamnya.


"Aku akan membuat kalian menyesal !" hardik Bibi Nami.


Bora dari luar mendengar pertengkaran orangtuanya, sejak kecil hanya itu pula yang disuguhkan hari-harinya, kedua orangtuanya tak pernah akur dalam sehari, selalu saja hal-hal kecil menjadi peperangan besar didalam rumah mewah itu.


Bora masuk kekamar Ibunya, dia berhati-hati melewati pecahan kaca berserakan dilantai.


"Ibu, jangan libatkan Ayah, biarkan kita saja yang melakukan semua." Kata Bora.


"Lihat, Ayahmu itu selalu lebih mengutamakan perasaan orang lain ketimbang kita orang terdekatnya."


"Jangan marah, Bu."


"Iya sayang, kita akan melakukannya berdua dan bersama Lee Yong Do."


"Siapa Lee Yong Do, Bu?" tanya Bora yang asing dengan nama pria itu.


"Dia adalah rekan kita yang akan membantu kita menghancurkan Korain."


Ibu dan anak itu berencana untuk bertemu Lee Yong Do, pria musuh besar Korain.


Paman Kang meminta supirnya untuk istirahat, dia ingin menyetir sendiri kali ini. Sepanjang perjalanannya, dia tak henti merenungkan semua kesalahannya tedahulu, begitu kejamnya dia sebagai pria yang tega mencampakkan Bu Nas, pertunangan mereka berakhir hanya karna sosok Bibi Nami.


Kekayaan membutakan mata hatinya, hingga tak bisa membedakan mana cinta yang tulus dan mana yang hanya menjadikan dirinya sebagai ambisi hidup.


Dan parahnya lagi, Nami akan mengulang itu kepada Bora, lakonnya itu akan terulang lagi pada Dae Jung, karna sebagai Ayah, ia tahu betul sifat anaknya, yang tak berbeda jauh dengan Bibi Nami.

__ADS_1


__ADS_2