BIDIKAN CINTA UNTUK KIM DAE JUNG

BIDIKAN CINTA UNTUK KIM DAE JUNG
TINGKAH YANG ANEH


__ADS_3

Dae Jung pulang larut malam hari ini, karna dia dan kedua sekertarisnya menyelesaikan semua yang mereka harus kerjakan esok hari, lusa sudah memasuki weekend, dia berencana untuk mengajak Anna berlibur ke tempat yang pernah ia janjikan sebelumnya.


"Anna sudah tidur, Bu Nas?" tanyanya pada Bu Nas yang menyeadiakan kopi untuknya, Dae Jung sedikit heran lakon itu biasa di lakukan oleh Anna, ketika mendekati jadwal pulang kantor, Anna selalu menunggunya di ruang tamu sembari mengetik susunanan novel di laptop.


"Hari ini, Nona Anna seharian di kamar, Tuan."


'Apakah Anna masih kesal dengan kejadian tadi pagi?' imbuh Dae Jung dalam hati.


Dae Jung berlari kecil menaiki tangga, dia ke kamar Anna yang sudah menjadi kamarnya pula, saat membuka pintu, terlihat Anna meringkuk di balik selimut. Dae jung melepas dasinya lalu membuka kemeja, hanya baju kaos putih dalaman yang menutupi tubuhnya yang berotot nan berisi itu.


Dia menarik perlahan selimut istrinya agar wajah Anna nampak jelas di matanya,


"Kamu sakit?" tanyanya yang memegang dahi Anna.


Anna memperbaiki pandangannya yang masih buram, Oh, ternyata itu suaminya.


"Tidak, aku hanya sedikit melemah," sahut Anna bersuara berat.


Indera penciumannya di suguhkan aroma yang menenangkan jiwanya, dia mengendus, membangun diri dari perbaringan, wajahnya ia arahkan ke leher dan ketiak Dae Jung, menghirup aroma tubuh Dae Jung yang wanginya memulihkan tenaga kembali.


"Kamu kenapa? badanku bau?" ujar Dae Jung yang menyelidik di sela-sela ketiaknya, memastikan aroma wangi parfume masih menempel, setiap pagi parfume mahalnya selalu membanjiri tubuhnya yang gagah itu.


Anna masih mencium aroma penyejuk jiwanya, dia memaksa Dae Jung mengangkat ketiak.


"Buka, Oppa."


Dae Jung merasa geli, dia tidak mengindahkan permintaan aneh Anna itu.


"Kamu kenapa? Aku cuci badan dulu," ketus Dae Jung yang ingin beranjak ke kamar mandi, tapi tangan Anna tak meloloskannya.


"Jangan di cuci, aku suka, ayo duduk, aku mau cium aromanya."


Dae Jung merasa tak percaya diri akan hal itu, tubuhnya memang masih wangi, namun permintaan Anna tetap saja buat dirinya malu.


"Oppa, lepas bajunya," pinta Anna.

__ADS_1


Dae Jung mengeleng, pertanda tidak mau.


"Ayo, buka bajunya, buka," Anna merengek sambil menarik-narik kaos Dae Jung.


"Anna, kau tidak perlu membuktikan cintamu dengan cara itu, ini jorok, " celetuk Dae Jung.


Rengekan Anna buatnya harus mengalah, tak kuat bila melihat wajah sendu istrinya, di lepasnya kaos itu tubuhnya yang putih mulus, tangannya kanan di angkat Anna ke atas memperlihatkan ketiak bersihnya itu, ekspresi Dae Jung meringis menahan malu, Anna memang sudah jadi istrinya, tapi tetap saja itu membuatnya tidak percaya diri.


Anna mulai merapatkan hidungnya di ketiak suaminya itu, seperti merasakan sensasi di taman bunga yang menyegarkan pikirannya yang amrul adul seharian tadi, Dae Jung mulai mengerutu berbahasa Korea,


"Ha, mabsosa, tto mwohaneungeoya, Anna,"


(Tingkah apa lagi ini yang kau lakukan, Anna)


Sepuluh menit telah adegan itu berlansung, giliran ketiak bagian kiri lagi, puas dengan ketiak, Anna lagi mengendus ke bagian leher suaminya yang berjakun.


Dae Jung mulai letih mematung seperti itu, Anna menghembuskan nafas lega, dia sudah selesai mencakup aroma tubuh Dae Jung.


"Aromanya, jangan cuci badan, ya, aku ingin bersama tidur aroma ini," pinta Anna.


"Aku tidak boleh mandi?"


Dae Jung hanya mengangguk, Anna benar-benar perempuan yang langka di abad ke-21ini, batin Dae Jung.


"Sudah?" tanya Dae Jung.


"Iya, aku puas, " sahut Anna.


"Hek, kayak habis klimaks saja kamu," ketus Dae Jung yang beranjak mengambil kaos lain di lemarinya.


Tenaga Anna sudah pulih kembali, seperti handphone yang sudah terisi full, dia beranjak memakai kerudung, dia ingin menyediakan suaminya makan malam.


"Aku tunggu di bawah, kita makan malam," ujar Anna yang melambai mesra pada Dae Jung lalu melenyapkan diri di balik pintu.


Dae Jung hanya tersenyum melihat semua tingkah konyol istrinya,

__ADS_1


"Anna, Anna, dari dulu kamu tidak berubah," imbuhnya seraya merapikan selimut dan bantal yang teracak oleh Anna. Pria idealis sepertinya paling tidak suka dengan namanya berantakan, urak-urakkan. Semua harus rapi dan sempurna.


Anna langsung ke dapur menemui Koki Choi, dia mendapati koki Choi sedang bersenda gurau dengan Bu Nas, hm, tampaknya ada api asmara diantara mereka, Anna bisa melihat dari pancaran senyum di wajah keduanya, Koki Choi juga seorang duda tanpa anak, dia di tinggal mati istrinya, sudah lama dia menduda, tak ada salahnya bila Bu Nas menjalin hubungan dengan pria bertubuh berisi itu, pikir Anna.


"Hbmm," Anna mereak.


Kedua langsung menjaga jarak, Anna pura-pura mengabaikan yang di lihat olehnya.


"Sudah masak semua, ya Bu Nas, Koki Choi?" tanyanya.


"Iya, Nona. Semua sudah masak, Nona coba saja dulu," sahut Koki Choi.


"Tidak perlu, aku tahu Pak Choi adalah koki terhebat di dunia, Ayo para dayang cantik bantu aku menyusunnya," serunya pada ketiga pelayan di belakangnya.


Anna membawa sajian makan malam itu ke ruang makan, di meja makan sudah ada Dae Jung menunggu sembari main game, itu salahsatu caranya melepas lelah seharian di kantor.


"Sudah siap semua, kalian makan juga, ya," serunya pada pelayan yang berbalik menuju dapur.


Dae Jung mengamati semua jenis makanan di sajikan Anna, dia mencari sesuatu, terlihat di bagian piring Anna ada sambal yang merekah memerah, menantangnya untuk di lahap.


"Aku minta sambal kamu sedikit," pinta Dae Jung mengadahkan piring ke Anna.


Anna ternganga, Dae Jung tipe pria yang tidak suka pedas, dia sangat menjungjung tinggi pola hidup sehat, tentu Anna keheranan mendengarnya.


"Ini sambal sayang, bukan salad," sahut Anna.


"Aku tahu sayang, tapi tuangkan sedikit disini, aku ingin makan itu, "


Karna tak sabar, Dae Jung menyendok sendiri sambal itu ke piringnya, mencocol semua lauk daging dan ayam ungkep Koki Choi. Bu Nas yang sedang menuangkan air di gelas mereka juga ikut termangu, seumur hidup Dae Jung baru kali ini memakan sambal secara langsung.


Sejak kecil, Dae Jung anti memakan cabai, Ibunya dan Bu Nas sangat berhati-hati bila menyangkut makanan untuk penerus Korain itu, hanya makanan yang sehat acapkali bisa berkawan dengan lidahnya.


"Bu Nas, Dae Jung tidak kerasukan goblin, kan?" bisik Anna pada Bu Nas.


" Saya rasa, mungkin iya, Nona."

__ADS_1


Dae Jung makan dengan keringat bercucuran, menghabiskan separuh dari makanan yang tersaji, Anna tak melepas dari pandangan yang tak biasa itu, suaminya selalu makan dengan porsi minimal, tak pernah serakus ini, biasanya yang rakus hanya dia seorang saja. Ah, aneh.


"Goblin, keluarlah dari tubuh Dae Jungku .." lirih Anna yang sudah membaca ayat Kursi.


__ADS_2