BIDIKAN CINTA UNTUK KIM DAE JUNG

BIDIKAN CINTA UNTUK KIM DAE JUNG
PENELUSURAN JI YEONG


__ADS_3

Ji Yeong menemui secara diam-diam detektifnya, seorang pria berkajet hitam datang mengetuk kaca jendela mobil Ji Yeong, dia memberikan secarik ketas dengan foto hasil penelusurannya tentang penelpon misterius yang meneror Dae Jung.


"Ini, Pak Ji. Semua informasi dan gambar itu ada disini. Rupanya ini suatu permainan yang memang sengaja di buat." Ucap pria paruh baya itu yang sudah lama menjadi teman Ji Yeong.



Ji Yeong membaca isi tulisan dalam kertas putih itu, tertulis alamat rumah serta nama penghuni rumah, di beberapa foto yang tecetak memperlihatkan rumah mewah.


"Ini sudah sangat real, saya sudah kesana memastikannya. Kehidupan disana hanya hunian terpenjara." Lanjut pria itu menjelaskan.


Ji Yeong makin penasaran. Dia memberikan sejumlah uang pada temannya sebagai tanda ucapan terima kasih.


"Saya akan kesana mengecek sendiri. Tunggu tugas selanjutnya." Ucap Ji Yeong oamit darinya dengan menutup kaca jendela mobilnya kembali.


Bersama sopir pribadi Dae Jung, dia menuju ke alamat yang tertera.


Alamat itu di luar Kota Seoul, tepatnya di Kota Daegu.


tak ingin membuat Dae Jung mencarinya, dia mengabarkan pada sahabatnya itu.


"Ya, Saya pulangnya lambat, mungkin akan pulang malam. saya ingin mengunjungi nenek di Daegu." Ucapnya di telpon pada Dae Jung.


Empat jam perjalanan Ji Yeong, akhirnya tiba di Kota Pusat metropolitan yang terkenal dengan Pusat Tekstil, mobilnya memasuki kawasan Elit, mencari alamat sesuai nomor rumah yang tertera di kertas pemberian Detektifnya.


"Sepertinya rumah itu yang di alamat ini, Pak Ji." Ucap sopirnya yang mengamati nomor rumah.


Ji Yeong memastikan dengan membuka kaca jendela mobilnya.


"Benar, Pak Su. Kita sudah menemukan Rumah sesuai dengan alamat ini." Sahut Ji Yeong membenarkan.


Terlihat dari luar, Rumah mewah bercat Abu basah itu sangat rapi, namun keadaan begitu sepi, jendela tak ada satupun terbuka,seperti yang dikatakan detektif tadi, memang tak ada kehidupan disana.


Ji Yeong tak ingin kedatangannya di Daegu tidak membuahkan hasil, dia menunggu di dalam mobil sembari mengamati pergerakan rumah bertingkat dua itu.


Dua jam berselang, ada mobil mewah pula yang lewat di samping mobil Ji Yeong, mobil itu singgah di depan rumah yang ia telusuri, dari dalam rumah terlihat perempuan muda keluar membukakan pintu pagar pada pengendara tersebut.


"Pak su, Tutup kaca jendelanya." Titah Ji Yeong pada sopirnya.


Mobil mewah itu yang sudah memarkir di halaman, nampak sesosok wanita yang usianya kisaran lima puluh tahun keluar dari mobil membawa berbagai belanjaan.

__ADS_1


Dari juah Ji Yeong mengamati pergerakan kedua perempuan yang telah memasuki rumah mewah itu.


Wanita tua tadi tidak asing oleh mata Ji Yeong, namun ingatannya belum memberikan memori dimana ia mengenal wanita tersebut.


Ji Yeong berusaha mengingatnya, tersketsa memori masa silam saat dia bertemu dengan bibi itu. Ji Yeong mengeleng seakan tak percaya, kesimpulannya sejak kemarin benar adanya. Penelpon misterius itu ada hubungan dengan masa lalu Dae Jung.


Ji Yeong kembali menghubungi Cha Hae Sung, Detektifnya.


"Saya akan memberimu tugas kembali, cari tau semua penghuni rumah itu. Dan usahakan mengtahui kegiatan mereka." Perintah Ji Yeong dengan nada serius.


Ji Yeong dan Pak Su kembali ke Seoul, perjalanan yang melelahkan tak terasa sebab Ji Yeong begitu terkejut dengan apa yang ia temukan. Untuk saat ini, dia takkan memberitahu Dae Jung, karna ia temukan menentukan masa depan Dae Jung dan Anna.


Ini bukan pertanda baik untuk pernikahan sahabatnya itu, segala upaya Ji Yeong akan mencari tahu maksud dan tunjuan penelpon itu meneror Dae Jung.


****************


Anna baru saja pulang, dia langsung menuju ke kamarnya, namun di depan pintu kamar sudah ada Dae Jung yang sedang menyilangkan tangan.


"Bahagianya setelah pulang bertamasya." Ujar Dae Jung dengan tatapan sinis.


Anna hanya berlalu begitu saja, tak merespon sindiran Suaminya itu.


"Ya, saya sedang bicara." Dae Jung mulai kesal.


"Ji Yeong tadi tidak bisa menjemputmu, jadi seharusnya kamu menghungiku."


"Ya, Allah. Oppa, kan ada pengawal, lagipula saya pergi lima jam saja. itupun kan belajar dengan guru pilihan, Oppa.


Dae Jung gamang, Anna yang memperhatikan sikap suaminya itu menyimpulkan,


"Ha, Oppa Cemburu ya?" Tanya Anna menunjuk wajah Dae Jung.


Dae Jung terkekeh lalu menjawab, "Cemburu apa, saya hanya di tugaskan Kakek dan Uwa Nuri menjagamu."


"Ya, Sudah. Jangan terlalu posesif seperti itu. saya perempuan yang mampu menjaga harga diri." Celoteh Anna berlalu memasuki kamarnya.


Dae Jung kesal lalu meneriaki Anna dibalik pintu.


"Kalau ada apa-apa jangan minta tolong ke saya."

__ADS_1


'Anna kadang buat kita bahagia, kadang buat jengkel, Cewek indonesia apakah memang seperti itu? susah di tebak.' Dae Jung mengerutu.


Anna di dalam kamar pun terdengar mengerutu,


'Katanya tidak cinta, tapi seposesif begitu, apa memang dia sangat mengkhawatirkan aku. Haa, itu belum cukup, ketika oppa jatuh cinta kepadaku, kamu akan merasakan posesif lebih lagi.'


Di lantai bawah, terdengar ada pelayan yang menyapa Ji Yeong, rupanya kawannya itu baru saja pulang. Dae Jung segera turun ke bawah.


"Kamu sudah bertemu nenek?" Tanya Dae Jung.


Keluarga Ji Yeong sudah menganggao Dae Jung keluarga mereka pula, sehingga sapaan keluarga itu sudah menyatu ke mereka berdua.


Ji Yeong belum menjawab pertanyaannya, dia malah ke kulkas mengambil minuman bersoda. Satu ia lemparkan ke Dae Jung, yang ditangannya ia buka lalu di teguk sampai dengan setengah isi sodanya lenyap.


"Ya, dia baik-baik saja. jika ada waktu dia memintamu untuk kesana mengunjunginya bersama Anna." Jawab Ji Yeong dengan wajah datar.


"Apa yang terjadi?" Tanya Dae Jung mengamati sahabatnya itu.


Karna belum ingin memberitahu Dae Jung, ia pun beralasan,


"Di perjalanan kepalaku sangat pusing."


"Kau rupanya sudah di tulari Anna." Canda Dae Jung.


"Ji Yeong, apa kamu sudah mengetahui siapa penelpon misterius itu?" Tanyanya kembali.


"Belum, kenapa dia menelpin lagi?"


"Sepertinya, memakai nomor yang baru." Sahut Dae Jung.


Ji Yeong menghela nafas.


"Untuk sementara, Non aktifkan saja. Sementara aku akan telusuri. Haa, Letihnya."


Ji Yeong berlalu pula ke kamarnya, Dae Jung merasa asing pada dua orang penghuni rumah itu, Anna dan Ji Yeong.


"Ada apa dengan mereka, saya yang pemilik rumah tapi tidak di anggap." Celetuk Dae Jung.


Dae Jung kembali ke depan pintu kamar Anna, mengetuk pintu Anna berkali-kali secara perlahan. namun tak ada jawaban dari si pemilik kamar tersebut, padahal dia ingin menjahili istrinya itu.

__ADS_1


"Dasar! gadis kera."


Dae Jung menjuluki Anna gadis kera karna Anna acaokali bertingkah konyol dimana pun berada.


__ADS_2