BIDIKAN CINTA UNTUK KIM DAE JUNG

BIDIKAN CINTA UNTUK KIM DAE JUNG
MASA LALU JUN HYUN


__ADS_3

Jun Hyun masih menyisir rambut ibunya yang mulai rontok, pria yang segudang ujian itu hanya bisa menahan agar air matanya tidak tumpah.


Dia sudah berusaha lima tahun ini untuk menyembuhkan ibunya, namun perubahan itu tak kunjung hadir.


Pengobatan sangat mahal ia berikan pada ibunya, menghabiskan hampir semua penghasilannya tiap bulan, alhasil dia memilih berbagai pekerjaan yang bisa membuatnya menyambung hidup, itulah mengapa dia menawatrkan diri sebagai guru pribadi Anna.


'PERCAKAPAN BAHASA KOREA-


"Ibu sudah minum obat?" Tanyanya.


Ibunya menghela nafas berat.


"Ibu lelah minum obat. Tenggorokan ibu sakit jika setiap saat menelan obat besar itu." Ketus ibunya.


"Ibu mau sembuh, kan? Biar kita bisa keliling dunia lagi."


"Ibu tidak perlu lagi keliling dunia, ibu hanya ingin melihat kamu menikah."


Jun Hyun tertawa, menampakkan senyum manis ala oppa Korea.


"Kamu kenal Anna dimana?"


"Dia murid privateku, Bu." Sahutnya sembari mengikat rambut ibunya.


"Apa kau menyukainya?


"Ibu tahu, aku tidak gampang menyukai seseorang." Sahut Jun Hyun


Ibunya menatap mata Jun Hyun untuk memastikan bila anaknya tidak berbohong.


"Tidak, kamu menyukainya. Tidak ada yang salah, kamu sudah dewasa, punya pendidikan yang tinggi. Jangan hanya menyibukkan diri kerja dan mengurus ibu. Carilah pasangan hidupmu." Ujar ibunya.


"Iya, Bu."


"Kapan? Anna itu gadis yang baik."


Jun Hyun tergugu, rupanya ibunya belum tahu bahwa Anna sudah berstatus sebagai istri orang.


"Dia bisa membuat kamu lebih baik, wanita seperti itu yang harus kamu jadikan pasangan hidup." Lanjut ibunya.


"Kira-kira apakah dia menyukaiku?" Tanya Jun Hyun.


"Ya, tentu saja. Anakku ini sangat tampan, buktinya kamu dari dulu selalu di tawari jadi model. Pintar dan berhati lembut."

__ADS_1


Jun Hyun hanya terdiam, ia sadar kali ini sangat berat sebab akan menyaingi pemilik Group Korain.


"Jangan terlalu berharap banyak, Bu. Aku bisa jika tidak menikah sampai mati." Imbuhnya.


Ibunya memukul pundak Jun Hyun.


"Apa yang kau harapkan dari kesendirian? Percuma kau kuliah di jerman, pikiranmu sangat pendek." Ketus ibunya kesal.


"Baiklah, aku akan menikah setelah ibu sembuh, mana ada wanita yang mau bila mertuanya sakit-sakitan, jadi sembuhlah demi aku menikah." Sahutnya.


"Jun Hyun, Anna itu berasal dari negara mana?" Tanya ibunya yang masih penasaran dengan Anna.


"Indonesia."


"Wanita-wanita Indonesia hampir semuanya berhati lembut. Seperti Rifasya yang aku kenal." Ujar ibunya.


Jun Hyun mengepal tangan. Mengapa nama yang berhubungan dengan masa lalu pahit mereka di ungkit lagi oleh ibunya.


"Aku tidak suka ibu mengungkit orang-orang dalam hidup pria b*ngsat itu." Tegasnya.


"Kamu masih dendam?"


"Sampai kapanpun, semua akan ku ingat ibu. Semua telah mendarah daging."


"Jun Hyun, jangan hidup di penuhi dendam. Ini kesalahan ibu, bukan mereka." Ucap ibunya namun Jun Hyun sama sekali tak menggubris, dia malah meninggalkan ibunya seorang diri di kamar.


Ibunya di terpa penyesalan, sebab perbuatannya di masa silam, anaknya hidup berkawan dendam yang tak ingin ia lepaskan. Jun Hyun bahkan tak mau mendengarkan penjelasan yang sesungguhnya, kematian ayahnya harus terbayar bagaimana pun caranya. Itu yang selalu Jun Hyun ungkapkan pada ibunya.


Jun Hyun masuk ke kamarnya, dia duduk di tepi jendela, amarahnya memang tersulut namun sikap tenang selalu menutupi semua itu.


Sudah lama ia menanti kesempatan, percuma dia mengorbankan waktunya demi mempelajari segala hal bila keinginannya tidak tercapai.


Jun Hyun membuka kunci ponselnya,


"Aku tahu, kamu jauh untuk ku gapai." Ucapnya melihat gambar perempuan berhijab di walpappernya.'


Matanya mulai sembab, begitu sulit posisinya saat ini.


Ada banyak takdir yang ia rasa tidak adil untuknya, dia merasa dipermainkan oleh Tuhan, padahal ini bukan kesalahannya, namun mengapa semua harus ia tanggung hingga detik ini.


Sewaktu kecil, keluarga mereka sangat terpandang, bergelimang harta, bahagia, namun semenjak kehadiran pria yang ia juluki b*ngsat itu, semua menjadi mimpi buruk yang jadi kenyataan. Pria itu menghancurkan segalanya, perusahaannya,keluarganya, bahkan ayahnya.


" Semua akan ku ingat selalu, bahkan caraku hidup untuk menuntaskan kehancuran itu." Gumamnya.

__ADS_1


Dia sudah kukuh ingin menuntaskan dendamnya. Meskipun itu melawan hasratnya, dia tidak ingin di kalahkan oleh apapun.


Jun Hyun mencoba membuka semua gambar-gambar yang ia potret secara diam-diam. Ada kalanya dia tersenyum melihat kepolosan wanita itu, wajahnya melambangkan ketulusan yang sangat jarang di temui.


Hidup Jun Hyun banyak menemui wanita dari berbagai belahan dunia, kerja sampingan sebagai pemandu wisata banyak membuatnya berinteraksi dengan banyak orang-orang asing. Tetapi perempuan yang ia kenal satu ini sangat berbeda, memiliki sudut pandang yang unik.


**************


Wajah Yuna sudah pulih dari bekas suntik aqua shine, tangannya selalu melekat handphone, bukan lain lagi, dia sedang chatting dengan pria yang ia kenal lewat aplikasi kencan. Seorang pria bernama mister S yang dua hari ini menghiasai layar ponselnya dengan kata-kata romantis.


Ternyata tips Anna sangat ampuh untuknya, bila perempuan tidak boleh lebih agresif di banding pria, sebab pria yang beraungguh-sungguh akan tahu mencari jalan untuk mencintai wanitanya. Ini yang di lakukan pada mister S, meski belum melihat fotonya secara langsung namun perhatian mister S selalu melumerkan hati yang bekunya.


Kali ini, dia juga ingin memberikan cara agar mister S sungguh menyukainya lewat cemistry dengan cara tidak memberikan foto dirinya, karna Yuna begitu trauma bila pria-pria hanya tertarik dengan kecantikan dan kemolekan tubuhnya saja, sama sekali tidak menyorot hatinya yang siap tulus mencinta.


Ting !


Ada pesan yang meyusup lagi di ponselnya.


'Kamu makan yang banyak, jaga kesehatan.jangan takut gendut, karna cinta itu apa adanya.'


Pesan dari mister S, lagi-lagi buat dia terpingkal-pingkal di atas kasur.


m


'Ya, kamu juga. terima kasih perhatiannya.' balasnya.


'Aku tidak peduli kamu karyawan swasta atau tidak, yang jelas kamu tulus mencintaiku' Lirih Yuna sangat bahagia.


Kriteria pasangan ideal telah di revisi ulang olehnya, tak ada lagi yang mengharuskan memiliki suami seorang CEO, pemilik berbagai perusahaan Real Estate, seperti yang ia gambarkan pada sosok Kim Dae Jung, melainkan cinta sederhana yamg tulus. Jika dia mampu bangkit menjadi wanita karir, mengapa itu ia tak gunakan untuk menjadi wanita hebat mendampingi pasangannya hingga sukses.


Oh, Anna .. terimakasih atas pencerahan yang kau berikan padaku. Batin Yuna bersyukur.


'Anna, terimakasih..' Yuna mengirim pesan untuk Anna.


Tak lama kemudian, Istri bosnya itu membalasnya.


'Untuk apa, Yuna?'


' Untuk tips cinta dari kamu, aku baru saja jadian dengan pria yang baik'


'Oh, Alhamdulillah, sukses ya.' Balas Anna.


.

__ADS_1


__ADS_2