
Fajar mulai merekah, Kapal geng mafia Jun Hyun menuju ka arah Pulau Ulleungdo salahsatu pulau yang ada di Korea Selatan. Dia dan anak buahnya akan berisitirahat perjalanannya sejenak di tempat itu sembari menyusun rencana.
Anna sudah terbangun dari tidurnya, semalaman dia berjaga hingga subuh tanpa sadar dia terlelap di lantai, Anna membangunkan diri, memastikan disekitarnya orang-orang jahat itu lengah, dia merapikan bajunya, kerudungnya, beranjak membuka lemari yang ada di ruangan itu, mencari sesuatu yang bisa di gunakan sebagai senjata untuk melawat musuhnya. Namun tak ada satu pun barang yang bisa ia gunakan untuk perlawanan.
Ahh !
'Apa aku harus melawan mereka dengan tangan kosong?' Imbuh Kata hatinya.
Anna melihat ke arah luar jendela, kapal kecil yang ia tempati berada di sebuah pulau yang di kelilingi tebing, di ujung kiri sana terdapat goa yang besar.
Anna memutar otak, kali ini dia harus bisa menyelesaikan semua dan kembali kepada Dae Jung.
Anna memikirkan bila dia berusaha keluar dari kapal itu, ia rasa percuma, pulau yang masih menampakkan alam bebas itu tak mungkin menyediakan transpotasi untuk aksesnya kembali ke Seoul, jalan satu-satunya dia harus menetap disana menunggu Dae Jung menemukannya, caranya dengan merusak bagian kapal itu agar mereka tidak bisa melanjutkan perjalanan.
'Aku harus berpura-pura sakit. Kita harus akhiri ini Jun Hyun, kamu harus berada di jalan lurus.' Gumamnya.
Anna mulai beraksi dengan pura-pura kesakitan, suara rintihannya terdengar oleh pria yang menjaganya dari luar, pria itu langsung memberitahu Jun Hyun. Karna khawatir Jun Hyun masuk memastikan kondisi Anna.
"Kamu sakit?" Tanyanya.
"Kepalaku sakit, aku mau muntah, toiletnya mana?" Sahut Anna meringis kesakitan.
"Ayo, aku antar kamu." Jun Hyun ingin mengengdong Anna namun perempuan itu menolaknya, dia tak ingin tubuhnya di sentuh pria lain selain suaminya.
"Aku bisa jalan sendiri, tunjukkan saja dimana toiletnya."
Jun Hyun menuntunnya dengan menggenggam tangan Anna, dia tak ingin perempuan itu sampai lepas darinya. Dia harus memiliki Anna, meski perempuan itu menolaknya dengan keras.
Saat mereka melewati bagian kemudi kapal, Anna berusaha untuk lepas dari Jun Hyun, dia mencoba menjatuhkan diri dengan cara pingsan namun tangannya menarik berbagai kabel bagian bawah meja kemudi sehingga semua terputus. Anna berpura-pura pingsan, melihat itu Jun Hyun tak memikirkan apa-apa selain kondisi Anna.
__ADS_1
"Anna, bangun, " Jun Hyun menepuk-nepuk kedua pipi Anna.
Jun Hyun menggendong masuk ke kamar tempat Anna berada pertama kali, dia membaringkan Anna di tempat tidur. Wajah wanitanya begitu lelah terlihat sangat pucat, rasa bersalah menerpanya, apa aku salah mencintaimu, apa aku salah melakukan ini padamu? deretan keluhnya dalam hati.
Di belahan lautan yang berbeda, patroli keamanan yang mengudara melaporkan titil lokasi yang mereka curigai kapal itu milik mafia Jun Hyun.
"Mereka menemukan sebuah kapal bersandar di Pulau Ulleungdo, mereka yakin itu kapal mereka." Ujar Ji Yeong pada Dae Jung.
Dae Jung yang sedari tadi mengawasi pergerakan patroli badan kepolisian memang sudah mencurigai, bahwa geng mafia saudara tirinya itu pasti bersembunyi di suatu pulau.
"Arahkan semua helikopter kesana, kita akan menggunakan speed boad agar lebih cepat." Titah Dae Jung.
Mereka bersiap-siap menaiki speed boad, enam speed boad pagi itu menerjang lautan biru menuju pulau Ulleongdo. Percikan air laut sesekali mengibas mata Dae Jung dan Ji Yeong yang berbalut kaca mata hitam.
Hanya setengah jam perjalanan mereka tempuh, dari jauh pulau bertebing itu sudah nampak di pelupuk mata mereka, tiga helikopter dari atas telah mengitari pulau tempat Jun Hyun berasama geng mafianya.
"Kita terkepung bos." Ujar anggotanya.
Jun Hyun hanya diam, dia melihat ke Dae Jung penuh dengan kemarahan. Di atas speed boad yang terhenti Suami Anna itu pun membuka kacamatanya, dia melemparkan tatapan kemarahan pula pada pria yang sudah menculik istrinya.
Dari jarak tiga meter dari mereka, dia ingin berusaha untuk berkomukasi dengan Jun Hyun, Dae Jung meminta megaphone (pengeras suara) pada Ji Yeong, dia ingin memberikan peringatan pada Jun Hyun agar melepaskan Anna secara baik-baik.
"Kamu masih punya kesempatan Jun Hyun, lepaskan istriku, dan mari kita berdamai." Ujarnya.
Jun Hyun masih gamang, tak ada ucapan yang bisa ia balaskan pada saudara tirinya itu.
"Bawa Anna kemari." perintah Jun Hyun pada anggotanya.
Ombak laut berdesir makin yang menerjang kapal mereka, menambah suasana tegang di antara dua kubuh itu.
__ADS_1
Priia yang di perintahkan mengambil Anna merencanakan sesuatu, dia bukan sepenuhnya anggota Jun Hyun melainkan ada bos besar di atas yang lebih memerintah mereka, Anna yang sudah tahu kehadiran Dae jung menurut di tarik paksa oleh pria itu. Dia membawa Anna ke tempat Jun Hyun berpijak.
"Apa yang bos akan lakukan? jika kita menyerahkan wanita ini, bos besar akan marah. Kita bunuh saja wanita ini." Ujar pria itu oada Jun Hyun.
"Kau yang akan ku bunuh bila berkata seperti itu lagi." Sahut Jun Hyun yang tak suka mendengar Anna di ancam demikian.
Dari jauh Dae Jung memandangi Anna penuh kerinduan, istrinya terlihat begitu lelah dengan kejadian yang tak seharusnya Anna tanggung.
"Lepaskan dia." Kata Dae Jung sekali lagi.
Namun pria yang itu memasang mimik wajah mengejek pada Presdir Korain itu, di tepi yang memiliki kedalaman sepuluh meter itu dia melancarkan aksinya untuk membunuh Anna sesuai rencana awal dari bos besar mereka. Pria itu mendorong Anna dari kapal hingga perempuan itu terjatuh ke dalam laut.
Buhhss !!!!
Air laut menerima paksa tubuh mungil Anna yang sudah makin tenggelam.
"Anna !" Teriak Dae Jung histeris.
Brak!
"Kenapa kau mendorongnya." Kecam Jun Hyun pukulan pun tak lupa ia layangkan ke wajah pria itu.
Tanpa berpikir panjang Dae Jung melepas sepatunya lalu terjun ke dalam lautan, dia sekuat tenaga berenang ke Anna. Ji Yeong dan sebgaian penyelam ikut menceburkan diri mengikuti Presdir Korain.
Jun Hyun juga sudah lebih dulu menyelam menyelamatkan Anna, dia menerjang kedalaman lautan Ulleongdo untuk meraih Anna yang sudah di pingsang di dasar lautan itu. Tangan Anna di raihnya, dia menarik Anna ke dalam pelukannya lalu membawanya ke atas permukaan laut, Dae Jung yang sudah berada di dekat mereka melakukan perlawanan agar Jun Hyun melepas Anna dari pelukannya, di dalam air laut menjadi saksi bisu tragedi permusuhan kedua pria yang pernah menajdi saudara itu.
Mereka bertiga di tarik oleh angkatan laut menuju permukaan, di atas sana gencatan senjata sudah di layangkan pada anggota geng mafia Jun Hyun yang melakukan perlawanan pula.
Suasana mengcekam sudah terjadi di pagi itu, menorehkan penerus kisah sejarah cinta Yama dan Baek Hyeon di pulau Ulleongdo di abad ke-21.
__ADS_1