BIDIKAN CINTA UNTUK KIM DAE JUNG

BIDIKAN CINTA UNTUK KIM DAE JUNG
JAWABAN CERDAS ANNA


__ADS_3

Yuna menundukkan wajah melewati puluhan pasang mata yang memperhatikannya kala itu. Dia memasuki toilet, lalu mengerutu sepuasnya di depan cermin Westafel.


"Ya ampun, Suami Istri itu sangat menyebalkan, bagaimana mereka bisa di pertemukan dengan watak yang sama. Dae Jung dan Anna akan membuatku penuaan dini." Ucapnya sembari memegang kedua pipinya.


"Hu, Jika persolan cinta, Anna memang tuannya, pantas saja bisa menikahi Dae Jung." Lanjutnya.


"Aku harus belajar banyak dari Anna, bisa saja ini jalanku bisa mendapatkan pria kaya seperti Dae Jung, jika aku gagal mendapatkan Pemilik Korain, aku akan mendapatkan pengeran dari kerjaan lain."



Yuna masih saja berambisi ingin menjadi Istri dari kalangan pria Konglomerat, Kesusah payahannya selama ini menggunakan beasiswa sejak kecil harus terbayarkan dengan mendapat Suami yang kaya Raya.


Percuma saja, dia merombak habis-habisan bagian tubuhnya bila hal iti tidak tercapai.


"Anna, aku akan berguru padamu." lirihnya.


Mengetahui kelakuan Yuna pada saat itu, Ji Yeong menyapa Anna,


"Nona Anna tidak apa-apa?" Tanya Ji Yeong khwatir.


"Aman Sekertaris Ji, hanya saja Yuna sedang sensitif saja, ini sudah biasa di kalangan perempuan jadi santai saja." Jawab Anna meleburkan suasana tegang itu.


"Oh begitu, Nona Anna di panggil Tuan Kim, Ayo ikut saya." Ajak Ji Yeong padanya.


Anna mengikuti langkah Ji Yeong menuju tempat Dae Jung berkumpul dengan teman-temannya. Di meja bundar itu terlihat Dae Jung bercengkrama dengan lima pasangan yang berpenampilan High class.


Ji Yeong mempersilahkan Anna duduk di kursi kosong yang berdampingan dengan Dae Jung. Jangan di tanya lagi, Jantung Anna berdenyut tiga kali lipat dari yang normal pada umunya. 'Hufft, Ini proses yang harus aku lewati, Tenang Anna' Batinnya merintih.


"Thi is miss Korain?" Tanya wanita muda di hadapannya.


Untung saja, Anna sudah di ajar oleh Jun Hyun sehingga Anna mampu membahsakannya dengan fasih.

__ADS_1


"Yes, my name is Anna." Anna memperkenalkan diri.


"Your are si beutiful." Puji wanita itu kembali.


"Thank you for the compliment." Ucap Anna.


Ada pelayan yang menuangkan wine (anggur merah) ke gelas Anna. hal itu membuat Dae Jung bertindak menegurnya dengan berbahasa Korea.


"Istri saya tidak meminum seperti itu. Tolong berikan saja jus buah untuk saya dan istri saya." Pinta Dae Jung.


Pelayan itu meminta maaf lalu mengambi kembali gelas yang berisikan wine, menggantiaknnya dengan jus buah jeruk asal Pulau Jeju yang snagat terkenal manisnya.


Setelah menikah, Dae Jung tak pernah lagi meneguk minuman khas budaya korea tersebut, sebab ia tahu agama yang ia anut mengharamkannya, di tambah lagi dengan kehadiran Anna yang banyak merubah pola pikirnya tentang menatap kehidupan.


Dae Jung kemabali meminta pramusaji agar meberikan makanan yang jauh tidak mengandung ekstrak pig. Pelayan itu lalu ke dapur dengan Ji Yeong yang menyusul di belakangnya untuk mengawasi.


"Andaikan aku tahu serumit ini, Kita bawa bekal saja dari rumah." Celetuk Anna berbisik pada Dae Jung.


Dae Jung hanya tersenyum mendengar guyonan polos Anna.


"Ada Sekertaris Ji masuk ke dapur, dia akan mengawasi koki itu." Tukas Dae Jung.


Wanita muda itu kembali bertanya pada Anna tentang hal yang ingin di ketahuinya. Dia masih menggunakan bahasa Inggris.


"Nona Anna, Apa yang Anda pakai itu di kepala? Sepertinya itu sudah umum di kalangan muslim?" Tanya wanita itu penasaran.


Sebelum menjawab, Anna berusaha mengingat kosa kata yang di ajarkan Jun Hyun padanya, menyusun kalimat dengan baik untuk memberi jawaban yang tepat.


"Yang saya pakai adalah kerudung, istilah dalam islam ialah hijab, jadi saya berhijab." Jawab Anna.


"Bernijab? " Tanya Wanita yang lain di sampingnya.

__ADS_1


"Bukan bernijab, tapi berhijab." Anna meluruskan.


"Oh, apakah nona Anna nyaman memakainya? Saya liat begitu sulit sekali melihat perempuan islam menutupi berlapis-lapis kain itu di kepalanya."


Anna tersenyum, memang benar sebagian warga Korea menganggap kerudung hal yang Aneh.


"Saya juga resah melihatnya." Ada lagi wanita yang menambahkan.


Anna hanya mengehla nafas. Belum saatnya ia berbicara, dia ingin memberikan waktu pada mereka mengemukakan tentang hijabnya.


"Nona akan terlihat sangat cantik bila menggeraikan rambut."


Anna menarik nafas, kali ini semua harus di luruskan pendapat tentang hijab dalam aturan Islam.


"Dalam islam, keyakinan kami. Sangat wajib atau di haruskan berjilbab. Perempuan yang berhijab itu bentuk menjaga kehormatannya, menutupi aurat yang tak boleh di tampilkan pada lawan jenis yang bukan mahram, mahram artinya laki-laki yang tidak pantas atau orang lain yang bukan keluarga inti.


Berhijab, bagi kami cara untuk menjaga diri, agar seluruh anggota tubuh wanita yang intim tidak dapat di jadikan objek nakal oleh pria. Semuanya hanya bisa di lihat oleh Suami saja. Baik itu rambut, leher atau yang lainnya. Itu adalah hadiah special untuk Suami. "


Jelas Anna penuh keyakinan.


Mereka yang mendengar itu hanya terdiam. Namum wanita muda tadi masih melemparkannya pernyataan yang sangat mengagetkannya.


"Tapi Nona Anna, Jika di Korea orang-orang di sekeliling Nona pasti ada yang menganggap Nona itu ******* bahkan di negara lain pun takut akan penampilan anda."


Dae Jung terkejut mendengar penuturan istri temannya itu. Namun Anna yang cerdas mampu menyumbatnya dengan jawaban jenius.


"Semua orang berhak mempunyai tanggapan, itu tergantung kepribadian setiap individu, hanya saja bila memandang keseluruhan umat itu buruk hanya karna sebagian yang merusak citra islam, itu tidak adil dan mereka hanya memperlihatkan pikiran yang sempit. Ada banyak di dunia ini yang Cinta kedamaian termasuk Agama saya, Agama saya tidak pernah mengajarkan kekerasan, pembunuhan, dia hanya mengajarkan bagaimana mengasihi sesama dengan lembut seperti yang sekarang ini saya lakukan pada anda."


Jawab Anna begitu lantang. Tak ingin bila agamanya di citrakan buruk bagi mereka yang tak mengenal Tuhan.


Dae Jung tergugu. Kedua matanya tak lepas memandangi Anna, betapa terkesannya dia mendengar kalimat cerdas Anna yang tak pernah ia tunjukkan selama ini. Ternyata perempuan yang sudah menjadi Istrinya itu menyimpan kecerdasan yang tersembunyi, berbagai tingkah konyol Anna yang selama ini nampak hanya kepribadian yang lain pada diri Istrinya itu.

__ADS_1


Ada perasaan bangga menjadikan Anna Istrinya, perempuan yanng bisa menjaga penampilan untuk dia seorang. Sungguh, ini adalah salah satu jawabannya selama menyandang status lajang, ' sisi apa yang ia cari dari perempuan?'


Malam itu ada butiran cinta yang menyusup ke dalam ruang hati Dae Jung, nama Anna sudah mengisi separuh bagian yang selama ini di penuhi nama Bora. Rupanya, kecantikan hati Anna mulai mengikis idealisnya terhadap kaum perempuan.


__ADS_2