BIDIKAN CINTA UNTUK KIM DAE JUNG

BIDIKAN CINTA UNTUK KIM DAE JUNG
MENJEMPUT IBU JUN HYUN


__ADS_3

Setelah mengecek semua kondisi di kantornya, Dae Jung meminta pamit dari Yuna, dia turun ke bawah lalu masuk ke mobil yang di dalamnya sudah ada Anna menunggu. Sore ini mereka akan ke rumah Jun Hyun untuk menjemput Ibunya, ini cara agar Ibu malang itu bisa terlindungi selama Jun Hyun menjalani masa tahanan.


Saat mereka tba di rumah Jun Hyun di kawasan Gwangjin, Anna dab Dae Jung di sambut kelima bodyguard mereka yang memang dari kemarin memasang badan untuk menjaga rumah tersebut.


Anna di sambut asistent rumah tangga Jun Hyun, meminta agar dia ingin bertemu dengan Bibi Hang Seo, Dae Jung masih bersembunyi di balik pintu, membiarkan ana lebih dulu bertemu dengan Ibu Jim Hyun, dengan perlahan Anna mengetuk pintu kamar Bibi Hang Seo, terlihat diatas kursi rodanya, di menyibukkan diri menyulam.


-PERCAKAPAN BAHASA KOREA-


"Apa kabar, Bibi? Saya Anna." Sapa Anna merendahkan suaranya.


Bibi Hang Seo berbalik, dia tertegun meliha kehadiran Anna yan sudah ada di kamarnya.


"Ha, Anna .."


Anna meraik kursi di dekat jendela lalu duduk di sampin Bibi Hang Seo.


"Iya, Bi. Lama tidak bertemu, sudah merasa lebih baik?


"Bibi seperti biasa. Kamu kesini sama siapa? Kamu tahu Jun Hyun dimana? Sudah dua hari anak itu tidaj pulang, Bibi khawatir padanya." Ujar Bibi Hang Seo.


Anna tergugu. Dia tak ingin Bibi Hang Seo tahu keadaan Jun Hyun sekarang, sebelum bertemu, Anna sudah di beri saran dari Dae Jung untuk memberikan alasan itu ketika Ibu Jun Hyun menanyakan keberadaan anaknya.


"Itu yang jadi permasalahan, Bi. Jun Hyun, punya tugas di lembaga tempatnya bekerja, dua bulan dia harus ke China untuk pertukaran guru disana." Anna terpaksa berbohong demi kebaikan Bibi Hang Seo.


"Apa? Kenapa dia tidak pamit pada Bibi? Jun Hyun pergi jauh, anak itu tidak biasanya dia pergi tanpa pamit dari Ibunya, padahal dia merenacanakan seminggu yang lalu kami akan pindah ke Jerman kembali." Tutur Bibi Hang Seo penuh guratan sedih di wajahnya.


"Anakku itu pekerja keras, dia selalu mengutamakanku ketimbang kebahagiaannya, sejak kecil Jun Hyunku seperti itu. Dia hanya memikirkan kesembuhanku, pengobatanku, dia tidak pernah menikmati hidupnya seperti anak-anak lain." Bibi Hang Seo sudah membulirkan air mata, dia menyembunyikan wajahnya di sela jemarinya.

__ADS_1


Anna di terpa kesedihan pula, Di balik pintu, mata Dae Jung ikut berkaca-kaca, wanita yang di dalam itu pernah menjadi Ibu sambungnya, dia selalu menyaksikan Ibunya bercengkrama dengan Bibi Hang Seo bersama air mata kepedihan mereja sewaktu menikah dengan Ayah Dae Jung.


"Bibi, Kata Jun Hyun, Selama Jun Hyun beemrtugas di China, untuk sementara Bibi tinggal bersama saya dengan suamiku."


Bibi Hang Seo terkejut mendengar Anna telah memiliki suami, mengapa Jun Hyun tidak memberi tahunya? Apakah Jun Hyun ke China cara agar melupakan perasaan sukanya pada gadis ini? Batin Bibi Hang Seo bertanya.


"Kamu sudah punya suami?" Tanyanya.


"Iya, seseorang yang Bibi sangat kenal. Aku panggil ya, Oppa ..." Anna memanggil Dae Jung yang sudah menunggu.


Dae Jung menampakkan diri di depan pintu, dia masuk melangkah perlahan, Bibi hang Seo menilik wajah pria yang tidak asing baginya, 'Ah, dimana Ku pernah melihat anak ini?'


"Apa kabar, Bibi? Masih ingat saya? Saya Kim Dae Jung, anak Rifasya Salim." Ujar Dae Jung memberi salam pada Ibu Jun Hyun.


Bibi Nami seketika memegang dadanya, dia berusaha mengatur nafas, kehadiran Dae Jung buatnya terkejut ketika mendengar nama Rifasya Salim yang tak lain istri pertama dari suami terakhirnya.


Ada banyak pertanyaan yang menumpuk di benak Bibi Hang Seo, termasuk bagaimana bisa Jun Hyun yang masih mempunyai dendam terhadap Korain bisa berhubungan baik pada Dae Jung?


Anna dan Dae Jung melihat mimik Bibi Nami sudah tidak bagus. Anna melirik ke Dae Jung, meminta pendapat suaminya agar situasi ketegangan ini bisa mencair.


"Bisakah untuk sementara Bibi tinggal bersama kami?" Pinta Dae Jung.


Bibi Hang Seo mengeleng.


"Saya tidak ingin kembali ke Korain, saya sudah menutup kisah lama menyedihkan itu."


" Tapi, ini atas saran Jun Hyun, Bi." Anna menambahkan.

__ADS_1


"Biarkan saya disini saja, menunggu Jun Hyun sampai pulang. Tolong, jangan paksa saya kembali ke keluarga Korain." Sahut Ibu Jun Hyun memalingkan wajah dari mereka berdua.


Rasa trauma mendalam sangat di rasakan Bibi Hang Seo, lima tahun menikah dengan Ayah Dae Jung jntuk menebus utang serasa dia berada di neraka, tak di hargai, di pukuli, belum lagi penyiksaan batin lainnya yang menorehkan luka tak berdarah namun membekas sampai sekarang. Membertahu Ayah Jun Hyun bahwa dia yang ingin melakukan pernikahan itu, sehingga Ayah Jun Hyun yang merasa di khianati mengakhiri hidupnya di dalam penjara.Paling menyakitkan ketika, Kim Do Hang menceraikannya lalu membuang dia bersama Jun Hyun di jalan, tak memberi uang sepeser pun, hanya baju di badan yang jadi benda di tubuh mereka. Sungguh biadab ! Hardik Bibi Hang Seo dalam hati.


"Baiklah, Bi. Kami menghargai keputusan Bibi, jika Bibi butuh bantuan, hubungi Anna, dia siap membantu Bibi kapanpun." Ujar Dae Jung.


Bibi Hang Seo hanya mengangguk tanpa menoleh ke mereka, tak ada kata yang bisa ia ucapkan, kehadiran Dae Jung buat dia shock.


Dae Jung dan Anna keluar dari kamar itu, dia memberikan panduan pada asistent rumah tangga Jun Hyun agar semua yang berhubungan dengan Bibi Hang Seo jadi tanggun jawabnya, mulai pengobatan, penafkahan, menyediakan dokter sekaligus perawat yang siap menjaga Ibu Jun Hyun, hingga semua yang menyangkut rumah itu.


"Kami pulang dulu, hubungi kepala pelayan yang bernama Bu Nas kalau kamj perlu sesuatu." Tutur Dae Jung padanya.


Mereka keluar dari rumah itu dengan tangan hampa, ya walaupun tidak sesuai harapan, tetapi mereka berdua pikir itu juga baik, Anna dan Dae Jung tetap mengawasinya meski tak tinggal bersama.


"Aku bangga padamu." Ujar Anna yang sudah di dalam mobil bersama suaminya.


"Bangga kenapa?"


"Bangga karna aku mempunyai suami yang terdidik dengan baik. Kamu punya empati uang luar biasa pada orang di sekitarmu."


"Begitu .. Ya seharusnya memang harus seperti itu. Aku punya banyak karyawan, mereka butuh pemimpin seperti itu."


"Aku tidak pernah melihat Ibu mertuaku, tapi aku yakin, dia perempuan yang luar biasa sehingga bisa membangun karakter menjadi Kim Dae Jung yang sekarang ini."


"Iya, makanya banyak perempuan yang antri padaku." Sahut Dae Jung usil.


"Tapi sayangnya, hanya aku jodohmu yang sudah di tetapkan di abad yang lalu." Imbuh Anna yang tak mau kalah.

__ADS_1


Dae Jung menusuk pipi Anna yang terisi lesung pipi, Mobil mereka melancong ke kawasan Yongsan , disana Dae Jung ingin mengajak Anna mengunjungi salahsatu mall miliknya.


__ADS_2