BIDIKAN CINTA UNTUK KIM DAE JUNG

BIDIKAN CINTA UNTUK KIM DAE JUNG
PENEMUAN YANG MENGEJUTKAN


__ADS_3

Tak ada sinar matahari yang menyinari pagi ini, itu di karnakan mentarinya masih mendekap di bawah selimut, Anna tampak kelelahan usai menghadiri pesta semalam. Hingga dua tak mampu mengurus keperluar suaminya. Dae Jung sudah berada di dalam mobil menuju kantor bersama Ji Yeong, rasa jengkelnya mencuat kala melihat puluhan panggilan dari nomor yang tak di kenalinya, lagi dan lagi.


"Kita harus bertindak Ji Yeong, orang ini sudah meresahkan ku." Ujarnya membanting ponselnya ke Jok belakang.


Ji Yeong tak bergeming, namun ia tahu apa yang harus di lakukan, satu-satunya bertemu dengan si peneror teesebut secara langsung.


"Setelah mengartarmu, saya ingin pergi ke suatu tempat bersama pak su." Tukas Ji Yeong.


"Tapi, kamu mau kemana?"


"Ke Daegu."


"Untuk apa lagi kau kesana? bukannya kemarin kau sudah mengunjungi nenek, tapi terserahlah, itu urusanmu, kamu berhak punya urusan pribadi." Dae Jung menepuk pundak sahabatnya itu.


Setelah mengantar Dae Jung, Ji Yeong dan pak su memutar arah ke arah Kota Daegu, kali ini dia harus meminta penjelasan maksud dan tujuan penelpon misterius itu.


perjalanan mereka lebih cepat di banding hari kemarin, hanya perbedaan setengah, Ji Yeong dan Pak su, sopir pribadi Dae Jung sudah ada di depan halaman Rumah mewah itu lagi.


Di halaman masih ada mobil yang sama, tidak lama kemudian dari dalam rumah keluar wanita tua ynag kemarin mengendarainya. Ji Yeong turun dari mobil lalu berlari mencegat wanita itu saat ingin membuka pintu mobilnya.


-PERCAKAPAN BAHASA KOREA-


"Haa ..Anda siapa?" Tanyanya yang di barengi rasa terkejut.


Ji Yeong melepas kacamata hitamnya.


"Bibi, masih ingat dengan saya?" Tanya Ji Yeong menatap tajam padanya.


Wanita itu memutar memori ingatannya,


"Ji Yeong." Lirihnya menjatuhkan semua yang di genggamnya.


"Saya minta waktunta, Bi. saya ingin membicarakan sesuatu." Pinta Ji Yeong penuh rasa sopan.


Bibi itu mengiyakan, mereka memlih duduk di bangku taman, ada rasa ketakutan di batin wanita tua itu. Bila rahasia yang selama ini ia simpan terkuak oleh orang-orang di masa lalunya.


"Bibi, tahu nomor-nomor ini?" Tanya Ji Yeong memperlihat ScreenShot bekas daftar panggilan di handphone Dae Jung.


Bibi itu mengamati, namun tak ada satu pun nomor itu di kenalinya.

__ADS_1


"Saya tidak tahu."


Ji Yeong menghela nafas, dugaannya benar, fakta itu tersembunyi oleh orang yang ingin di ketahui lewat Bibi ini.


"Sejak kapan Bibi tinggal disini?" Tanyanya.


"Sudah lama." Jawab Bibi itu.


"Bibi harus jujur, di rumah ini, Bibi dengan siapa saja?"


Wanita tua itu beranjak ingin meninggalkan Ji Yeong.


"Sudahlah, kamu pulang saja."


Ji Yeong menahan tangan bibi itu dengan paksa.


"Saya tidak akan melepas, sebelum Bibi menjawab. Di rumah ini ada yang meneror Dae Jung. Bibi pilih yang mana, Jujur dengan saya atau jujur di kantor polisi?"


Ji Yeong bertindak tegas, itu cara yang ampuh untuk keadaan darurat seperti ini.


"Tidak ada gunanya kau tahu ini, sebab yang kamu cari tidak ada di rumahku." Teriak Bibi Nami.


Wanita bermabut pendek itu akhiranya menyerah, dia memberikan kesempatan pada Dae Jung untuk melihat isi rumahnya itu.


"Baik, saya tidak tahu siapa yang meneror, tapi jika kamu mau tahu siapa yang tinggal di dalam rumah itu, ikut saya akan kuntujukkan." Jawab Bibi itu dengan nada di balut ketakutan.


Ji Yeong melepas cengkramannya.


Dia menuntun Ji Yeong ke dalam salahsatu rumah mewah miliknya, berbagai hiasan mahal terpajang memamerkan kekayaan si pemilik rumah.


"Ayo naik." Ajaknya pada Ji Yeong menaiki anak tangga.


Di lantai dua terdapat dua kamar, di kamar kedua itulah langkah Bibi itu terhenti.


"Di dalam kamar itu ada rahasia yang bertahun-tahun kami sembunyikan. Ini luka untuk kami, Ini kepahitan untuk kami. juga memalukan!" Imbuhnya.


Bibi itu membuka sepasang pintu kamar itu dengan lebar. Di dalamnya terlihat wanita berambut panjang duduk dilantai dengan wajah yang murung, lesuh, hampa tak bergairah.


seluruh tubuhnya tak terurus.

__ADS_1


Ji Yeong mengamati lebih seksama wajah wanita itu.


Dia terperanjat dari tempatnya berpijak, bagaimana wanita itu bisa seperti ini? pertanyaan mengkelebat di benaknya.


"Lihat rahasia kami Ji Yeong, Anak saya sudah depresi bertahun-tahun, dia sudah di perkosa oleh pria asing berkebangsaan A, kami menyembunyikannya karna menjaga agar dia tidak menjadi bahan olokkan massa. bertahun-tahun kami berusaha mengobati sakitnya, tapi tak ada perubahan, dia sangat terguncang oleh pelecehan itu, tangannya sudah di penuhi goresan luka sayatan untuk dia mencoba mengakhiri hidupnya." Jelas Bibi itu terisak tangis.


Ji Yeong shock melihat penemuan yang jauh dari perkiraannya. ulasan cerita Bibi Nami membuatnya iba pada wanita muda yang dulu ia kenali itu.


"Dia bahkan tak mengenali namanya sendiri, hidup anakku sangat hancur." Lanjut Bibi Nami.


"Sejak kapan ini semua terjadi, Bi?" Tanyanya.


"Sejak dia menghilang dari kampus saat itu." Jawab Bibi Nami menumpahkan butiran air di pipinya.


"Jadi, selama ini tidak ada pernikahan?"


"Iya, itu cara kami menutupi rahasia ini."


"Tolong, rahasiakan ini Ji Yeong." Bibi Nami memohon padanya.


Ji Yeong masih terdiam, dia masih mengamati wajah Anak Bibi Nam yang telrihat tertawa terkekeh sembari menghitung helai demi helai rambut panjangnya.


"Saya pamit, Bi. Ini tidak akan di ketahui orang-orang yang berniat jahat pada Bibi dan keluarga." Hanya itu yang bisa di ucapkan Ji Yeong kala pamit dari rumah mewah tersebut.


Dia kembali memasuki mobil, meminum air mineral untuk mentralkan kekacauan pikirannya.


"Kenapa semua harus terungkap di saat seperti ini." Gumamnya.


Ini bisa jadi badai untuk rumahtangga Dae Jung dan Anna, belum usai misinya untuk menyatukan dua hati itu namun kisah mereka akan di uji lewat penemuan yang mengejutkannya, bukan cuma dia saja, bahkan Dae Jung sendiri akan lebih terkejut di banding dirinya.


"Pak Su, ini sangat rumit." Lirihnya.


Pak Su hanya bisa mengangguk saja,


"Kita kembali ke Seoul, Pak Su." Ujarnya.


Namun melihat fakta yang terungkap itu, belum memebri jawaban atas pertanyaann, siapa penelpon misterius yang meneror Dae Jung? bahkan Bibi Nami juga tak mengetahui itu.


Ji Yeong memang harus lebih memeras otaknya, dia tak ingin sahabatnya jadi bahan permainan orang yang ingin berniat jahat pada pemilik Korain Group tersebut. Ji Yeong menyadari, bahwa pekerjaan Dae Jung cukup beresiko bila ada cemburu melihat kesuksesan yang di raih Dae Jung.

__ADS_1


__ADS_2