
Anna bangun kesiangan, usai mandi dia memakai gamis terusan berwarna biru laut, Anna turun ke lantai bawah. Kepala pelayan Nas sudah menyiapkannya makan siang.
karna tak biasa menghadiri pesta selarut itu, tubuhnya benar-benar kewalahan. Seperti biasa, teh hijau favoritnya telah tersedu, mengepulkan aroma melati, Hm ... sangat merileskan.
"Bu, Nas. Hari ini Tuan Kim sarapannya apa? "Tanyanya.
"Tuan Kim tidak sempat sarapan, Nona. Tadi beliau buru-buru ke Kantor." Jawab Kepala Pelayan Nas.
"Aku kelelahan semalam, Bu Nas. Aku telat bangunnya, Kasihan Tuan Kim pasti dia sudah lapar, Dia kan bukan tipe orang yang bisa makan sembarang tempat." Anna mengiba.
"Bawakan saja makanan untuk makan siang, Nona." Usul Kepala pelayan Nas.
Anna tersenyum ceria pada Bu Nas.
"Bu, Nas. Memang orangnya cerdas. Aku akan masak untuk Tuan Kim. Bu Nas ini sama pelayan lain makan saja makanan ini, biar aku makan bersama Tuan Kim di kantor."
Anna bergelut di dapur bersama Koki Choi, menu masakan siang ini khas Indonesia, lumayan banyak ia masak karna ingin membagikannya dengan Sekertaris Ji dan Sekertaris Yuna.
Setelah semua selesai, Anna ke kamar untuk mengganti baju, berdandan agar lebih menarik di depan Dae Jung. Meski ia tahu ini sulit, akan tetapi Anna berusaha semampunya untuk menumbuhkan benih cinta di hati suaminya itu.
Kantor Dae Jung letaknya di Hannam-dong sementara tempat tinggal mereka berada di Pyeongchang-dong, butuh jarak 8 km Anna harus tempuh bersama sopir pribadinya. Di perjalanan dia begitu menikmati suasana kota Seoul yang megah, jauh dari kata macet. Mobilnya meluncur mulus tanpa hambatan.
"Sudah sampai, Nona." Ucap bodyguard Anna yang berada di jok depan.
"Iya, saya turun, ini agak lama. Jadi kalian makan siang saja dan ngopi dulu." Ujar Anna pada Sopir dan Bodyguardnya.
Anna turun dari mobil, dia melihat kantor Pusat Korain menjukang tinggi nan megah, dia berdecak lagi meratapi Kekayaan Korain.
"Wah, Ini semua punya Oppa Dae Jung. Kakek, aku memang ciderella yang di persunting pangeran." Gumamnya.
"Ini yang di bilang Hannamdong, Benar-benar sama yang kulihat di drama korea, saya berasa seperti Nona presdir di drama. Oh ya Allah, hidupku berubah." Gumamnya memandangi sekitaran Hannamdong.
Anna melangkah masuk dengan menenteng tas yang berisi empat kotak makanan, dia di sambut resepsionis cantik.
"Annyeonghaseyo" Ucap Anna.
"Jega doul-sulissneun geosisseubnika?" Tanya Resepaionis itu.
(Ada yang bisa saya bantu, Nona?)
Anna yang sudah sedikit pandai berbahasa korea berusaha menyusun kata lagi.
"Ne, Gimdaejung seosaengnim-eul mannago sipeoyo."
(Ya, saya ingin bertemu Tuan Kim Dae Jung)
Resepsionis itu malah memandangi penampilan Anna dari bawah sampai atas, lalu berkata dalam hati "Wah, semua yang di pakainya barang branded)
"Yagsog-geul Jab-aaseubnikka?" Tanyanya lagi.
__ADS_1
(apa nona sudah membuat janji?)
"Ani.( Tidak)" Jawab Anna pasrah.
Tak banyak yang tahu tentang Anna, para karyawan Dae Jung hanya mengetahui bahwa presdirnya itu sudah menikah dengan melihat gambar di Internet saja. Bila bertemu langsung maka mereka belum bisa mengenali bahwa Anna adalah Istri dari CEO Korain.
"Mianhae, miseu daeglog-lyeong mannaji moshae." Ujar Resepeaionis itu padanya.
(saya minta maaf, Nona tidak bisa bertemu presdir)
"Menonjeo uijeleul mandeul eoyahabnida" Lanjutnya.
(harus buat agenda dulu)
"Gamhi geu mal-eul eotteohge!"
(Beraninya kau berkata seperti itu)
Ada suara perempuan yang nimbrung di antara mereka, itu Sekertaris Yuna.
"Sajang bu-in ibnida." (dia Istri Prerdir)
Lanjut Yuna membentak pada resepsonis tersebut.
Seketika dia meminta maaf pada Anna,
Yuna mengantar Anna menuju ke ruangan Dae Jung, saat di Lift Anna mengeluarkan kotak makanan dari tas.
"Sekertaris Yuna, Ini saya buatkan Soto untuk makan siang." Anna menyodorkan pada Yuna.
"Terima kasih, Nona." Ucap Yuna yang mulai tersentuh kebaikan Anna.
Mengingat tujuannya untuk berguru tentang Cinta pada Anna, dia pun langsung meminta pada presdirnya itu tanpa basa-basi.
"Nona Anna, saya ingin di ajari tentang mencintai sejati." Ujar Yuna berbisik.
Anna terkekeh, merasa geli mendengar permintaan Yuna.
"Ha? Kenapa ke saya, Saya tidak andil dalam hal itu."
Yuna pun ikut tertawa lalu memukul pundak Anna, dia merasa Anna orang yang terlalu merendah.
"Nona Anna, selalu saja merendah, Tolong ajarkan saya menjadi perempuan seperti Nona yang di cintai pria luar biasa seperti Presdir.." Yuna memohon dengan wajah memelas.
Anna menyerngit "Saya saja belum berhasil buat Dae Jung jatuh cinta, kamu malah minta saya mengajarkan kamu." Kata Anna dalam hati.
Anna lama terdiam, sebab menunggu jawaban Anna terlalu lama, Yuna merengek bak Anak yang sedang meminta permen pada Ibunya.
" "Nona Anna, Tolonglah saya."
__ADS_1
"Sekertaris Yuna, jangan buat saya merasa bersalah." Sahut Anna tak tega melihatnya.
Yuna menangkupkan kedua tangannya.
"Kalau begitu, bantu saya mejadi seperti Nona."
Anna tergugu, karna tak sanggup melihat Yuna memohon dia pun meneytujuinya.
"Baiklah, saya akan bantu."
Yuna berjingkrak-jikrak, memeluk Anna dengan Erat.
"Kalau begitu, Kita sekarang jadi teman." Ujar Yuna mengulurkan jali kelingkingnya.
"Ya, teman." Anna melipat kelingking Yuna dengan kelingkingnua pula.
Lift telah terbuka, mereka melanjutkan menyusuri lorong menuju ruangan Dae Jung, sesekalinmereka berpapasan dengan karyawan yang memberi hormat pada Anna.
"Perkenalkan, Ini Nona Anna, Istri Presdir." Yuna memperkenalkan Anna di hadapan para staf.
Mereka serentak menunduk hormat.
"Yuna, aku merasa tidak nyaman, mereka lebih tau dariku." Ucap Anna risih.
"Tapi, Nona Anna itu Istri bos mereka."
Mereka bedua melanjutkan langkahnya ke ruangan Dae Jung.
"Ini, ruangan Presdir. Sepertinya dia sedang ada di dalam teman Anna." Yuna berbisik.
Anna hanya tersenyum masam, di balik kecantikan dan keseksian Yuna ternyata menyimpan kekonyolan yang melebihi dirinya. Korain memang perusahan Sukses yang terbilang Unik, menyimpan orang-orang yang keren secara penampilan namun tetap lugu bersikap.
"Nona Anna, Besok weekend, kita akan pergi bersama." Ajak Yuna.
"Iya, besok saya tidak punya jadwal belajar. Jadi bisa saja."
Yuna pamit, Anna yang sudah di depan pintu ruangan Dae Jung di hinggapi rasa gugup, ini kali pertama dia ke kantor Dae Jung tanpa izin dari Suaminya itu.
Anna mulai mengetuk.
"Assalamualaikum." Ucapnya sembari memutar knop pintu.
Dae Jung terkejut melihat kehadiran Anna di balik pintu. Anna melambai tangan padanya dengan senyuman khas menampakkan lesung pipinya.
"Kau Anna?" Tanya Dae Jung, dia ragu bila yang di lihat hanya bayangan Istrinya saja.
"Apa, Oppa sudah amnesia?" Tanya Anna kembali.
Dae Jung beranjak dari tempat duduknya ke arah Anna.
__ADS_1