
Dae Jung dan Ji Yeong sudah ada di kantor polisi tempat Anna dan Yuna di amankan. Kedua wanita lawan gulatnya pun tak luput dari pemeriksaan Polisi. Jalan berdamai mereka lakukan dengan Dae Jung mengganti kerusakan pada para pedagang yang telah di recoki oleh ulah Istri dan Sekertarisnya itu.
Wajah Yuna dan kedua wanita itu memar bekas pukulan yang mereka layangkan ke satu sama lain,
Salah satu wanita lawan bergulat Yuna menghampir Dae Jung.
-PERCAKAPAN BAHASA KOREA-
"He, Kau sungguh Presdir kan? Apa kau kurang memberikan Istrimu Uang? Hingga dia ingin memakai baju seperti kami?" Tanyanya yang melotot ke Dae Jung.
Dae Jung menyerngit, berusaha menahan olokkan wanita itu.
Saat lawan gulat Yuna keluar pergi, Dae Jung berfokus ke pada Anna dan Yuna yang penampilannya sudah sangat berantakan.
Anna dan Yuna duduk menunduk terdiam di bangku. Da eJung yang berdiri menyilangkan tangan sembari menyusun kalima untuk Istrinya.
"Anna, kamu dengar wanita tadi bicara kepadaku? "
Anna mengangguk perlahan.
"Ya, ampun. Anna, Apa Uang yang ku berikan padamu kurang? Baju juga masih kurang? Kenapa kalian membuat masalah hanya karna baju yang seperti itu? Apa kamu mau aku belikan baju beserta Tokonya?" Dae Jung sangat kesal bila ada yang meremehkan Anna.
"Maaf .." Hanya itu yang bisa Anna ucapkan.
"Sekertaris Yuna, Kenapa kau mengajari Anna untuk melakukan cara-cara ekstrimmu?" Imbuh Dae Jung keberatan.
"Oppa, ini bukan salah Yuna. Ini salahku., Aku yang mengajaknya ke Myongdong." Anna mengakuinya.
"Untuk apa?"
"Misi Inner Beauty."
"Ha? Misi Inner beauty?" Tanya Dae Jung dan Ji Yeong serentakm
Dae Jung menghela nafas. Dia tak ingin lagi lebih lanjut kesal pada Istrinya itu.
"Sekertaris Ji, Bawa Yuna ke klinik terdekat lalu Antar dia pulang. Saya akan pergi bersama Anna."
"Ya, Tuan."
__ADS_1
Dae Jung menarik tangan Anna menuju ke mobil, kali ini jasa sopir tak di pakainya lagi. Dia ingin mengajak Anna lebih cepat dari jadwal dari yang di janjikan sebelumnya.
Dia merasa, hari-harinya ia habiskan terlalu sibuk untuk bekerja sehingga melupakan Anna yang juga butuh teman bersantai.
"Kamu mau kemana lagi hari ini? Tanya Dae Jung.
"Kita pulang saja." Sahut Anna.
Dae Jung menginjak rem mendadak.
"Giliran sama Yuna kau bersemangat jalan berdua, Kita akan malam mingguan." Ujar Dae Jung yang memalingkan pandangan dari Anna, rasa gengsinya tak ingin juga terkalahkan.
Anna tersenyum melihat Dae Jung menyimpan rasa malu di balik sikapnya perhatiannya.
"Kalau begitu, Kita ke Namsan Tower." Usul Anna.
Dae Jung memutar Arah lagi ke Yosang-gu, Di dalam mobil mereka di buat canggung jika mengingat ciuman itu semalam. Dae Jung menelan salivanya dengan paksa. Tanpa menoleh tangan kanannya mengenggam jemari Istrinya, sementara Anna terhenyak atas perlakuan Dae Jung.
Tanpa ada kata terucap oleh keduanya, tangan mereka saling mengenggam erat selama perjalanan. mereka menaiki bus untuk menuju bukit Namsan.
Setelah tiba di sekitar N Soeul Tower, Perjalanan mereka lanjutkan dengan berjalan kaki santai, Tangan Dae Jung masih betah menyatu di jemari Anna. Pemandangan Pepohonan begitu Indah di sekitar N tower, banyak yang juga lalu lalang pada saat itu, baik orang lokal maupun turis.
"Iya, Ini mengangumkan. Aku janji, Suatu saat aku akan mengajakmu ke tempat yang lebih Indah lagi." Sahut Dae Jung.
"Kemana?"
"Hmm .. kamu tahu Maldives?" Tanya Dae Jung kembali.
"Tidak." Jawab Anna begitu polos.
"Ya, Ampun. Kau begitu payah. Setelah Aku mengerjakan semua proyekku, Kita akan berlibur kesana." Imbuh Dae Jung.
"Kamu lupa, Aku ini hanya pelayan resto, mana tau apa itu Maldivs." Ketus Anna.
Dae Jung tertawa mendengar guyonan Istrinya.
"Aku sekarang masih sibuk, jika semua sudah rampung, Aku akan membawamu di Negara yang tak oernha kau kunjungi."
__ADS_1
"Bahkan, Mekkah untuk ke tanah suci berdua?" Tanya Anna.
Dae Jung gamang. Pria penganut Atheis itu sudah di rasuki cahaya Islam, Namun belum sepenuhnya mencintai Islam, sebab proses yang ia lalui belum bisa membawanya melihat keindahan ajaran Rasululullah.
"Aku akan belajar dulu." Sahutnya.
Mereka melanjutkan perjalanan menuju tower dengan menaiki cabel car, setelah itu mereka menuju tempat yang di inginkan Anna, tentu di Hanbok Culuture Experience Center, mereka memakai baju tradisional Korea untuk sesi foto-foto yang unik, Anna begitu menawan memakai hanbok yang seperti sangat tertutup dan sopan.
Setalah itu Anna ke bawah plaza, tujuannya kali ini di gembok cinta. Anna membeli empat gembok sekaligus.
"Untuk apa kau membeli gembok sebanyak itu?" Tanya Dae Jung.
"Oppa, aku ingin mengembok nama Anna dan Dae Jung, juga Nama Baek Hyeon dan Yama." Jawab Anna yang audah menulis nama-nama iti diatas gembok berwarna-warni.
"Aku tidak percaya hal-hal sepert ini." Ketus Dae Jung sebab hal ini pernah ia lakukan bersama Bora dulu.
di sudut tidak jauh mereka berdua berdiri, ada nama Dae Jung dan Bora tertulis di gembok yang sudah karatan, delapan tahun yang lalu saat SMU hingga kuliah , Dae Jung dan Bora selalu berada di tempat itu untuk berkencan.
"Terserah, Aku hanya ingin menyimpan nama Kakek Baek Hyeon dan Nenek Yama disini. Berkat mereka, aku bisa mendapatkan kebahagiaan lebih sekarang ini." Ucap Anna menatap dalam Dae Jung.
Dae Jung menenggelamkan pula wajah Anna di matanya, senyuman Istrinya sangat meneduhkan, Ini sudah membuktikan bahwa mereka telah di takdirkan untuk bersama, Kisah Cinta Yama dan Baek Hyeon begitu Sejati hingga susunan takdir mengejutkan Anna dan Dae Jung.
"Tanpa itu, mereka abadi bersama kita." Ucap Dae Jung lalu mencium kening Anna lalu turun ke bibir mungil Anna.
Tiba-tiba ada yang menyeru dari belakang mereka dengan berbahasa Korea,
"Apa kalian tidak bisa menyewa Hotel? kenapa mesum di tempat ini?" Kecam seorang ibu yang menutupi mata Anaknya dengan kedua tangannya.
Dae Jung dan Anna terkejut, lalu segera pergi dari tempat itu sembari tertawa geli dengan tingkah konyol mereka di Namsan.
Benteng pertahanan pria idealis itu sudah di runtuh kan oleh kepribadian Anna, simbol perempuan yang ia cari semua ada di Istrinya, mengikis nama Bora yang menghantuinya selama lima tahun.
Cinta itu kejutan, lihat dan buka mata. Jika hatimu murni, kau akan mendapatkan cinta dari pemilik hati yang murni pula.
"Sudah, kita ke sana dulu. Makan lalu kembali pulang, setelah melakukan pergulatan tadi kau sepertinya lelah."
__ADS_1
Dae Jung mengajak Anna makan di resto yang ada di Plaza Namsan.