BIDIKAN CINTA UNTUK KIM DAE JUNG

BIDIKAN CINTA UNTUK KIM DAE JUNG
MALAM PERJANJIAN


__ADS_3

Sore itu Dae Jung membawa pulang Istrinya, Anna memang terlihat lelah saat ini, dia membiarkan Anna untuk beristirahat di kamarnya. Dae Jung ke kamarnya Untuk menyusun menghias kamar Anna yang akan ia tempati melewati malam panjang bersama, itu rencana special kejutan untuk Istrinya.


Di bantu oleh kepala pelayan Nas dan pelayan lainnya, Dae Jung menyusun lilin serta bunga mawar putih di lantai. Mawar putih bunga kesukaan Anna, itu informasi yang ia dapatkan dari adik iparnya, Rasti.


"Malam ini, aku akan membuktikan kelelakiaaku padamu, Anna." Lirih Dae Jung melihat kamar Anna yang masih di tata pelayannya.


Ada telpon masuk di ponselnya, nomor yang tak di kenali lagi, Dae Jung tahu bahwa itu panggilan dari orang yang sering menerornya. Tanpa menjawab panggilan tersebut, Dae Jung turun menuju kamar Dae Jung yang berada di rumah Kakeknya.


Presdir Hang sudah dua minggu berada di Singapura untuk menjalani pengobatan, sekaligus menjumpai sahabat-sahabat terdahulunya.


"Ji Yeong, kamu sudah pulang, kan?" Seru Dae Jung seraya mengetuk pintu kamar Ji Yeong.


Ketukan kesekian kalinya, namun tak ada jawaban dari Ji Yeong. Rupanya, pria yang sudah ia anggap adik itu tidak ada di rumah.


Ji Yeong kembali ke rumahnya, disana di melihat Ji Yeong keluar dari mobil.


"Kau kemana saja?" Tanya Dae Jung.


"Bukankah kau menyuruhku mengantar pulang primadona Korain tadi." Jawab Ji Yeong berlalu.


Dae Jung mengikuti langkah Ji Yeong ke ruang santainya.


dia menghempaskan badan ke sofa, Yuna begitu menguras tenaga dalamnya, di jalan sahabat baru Anna itu tak henti berdumel sehingga Ji Yeong harus jadi pendengar yang baik.


"Ji Yeong, Penelpon misterius ini sudah sangat meresahkanku." Kesalnya.


Ji Yeong yang berselonjoran di sofa, membangunkan diri.


"Dia menelpon lagi?" Tanya Ji Yeong.


"Iya, Kamu sudah dapat tentang siapa penelpon ini?"


Ji Yeong terdiam, dia berada dalam kebimbangan. Semua harus di katakan pada Dae Jung, tetapi apakah keadaan akan berubah bila Dae Jung mengetahui semuanya?


"Kenapa kamu diam? kamu sudah tahu? Siapa?" Dae Jung makin penasaran.


Ji Yeong menatap tajam Dae Jung lalu berkata,


"Kau harus berjanji dulu, tidak akan ada yang berubah setelah kau mengetahui semuanya."


"Maksud kamu?"


"Termasuk Anna dan pernikahanmu?" Lanjut Ji Yeong penuh keseriusan.

__ADS_1


Kali ini Ji Yeong bersikap bukan sebagai Sekertarisnya, melainkan adik juga sebagai sahabat.


"Saya janji, tidak ada yang akan berubah, Anna sudah ada dalam tujuan hidupku. katakan saja semuanya." Ucap Janji Dae Jung.


"Ikut aku ke Daegu sore ini juga. Disana semua pertanyaanmu akan terjawab. dan Ingat janjimu ini." Tegas Ji Yeong.


Mereka memutuskan untuk ke Kota Daegu, sebelum berangkat, Dae Jung menemui kepala pelayan Nas.


" Jika Anna terbangun, bilang saya ada urusan bersama Ji Yeong. Saya akan lambat pulang karna keluar Kota." Ujar Dae Jung pada Bu Nas.


*************


Mereka sudah sampai di rumah mewah yang lernah Ji Yeong datangi.


"Ini rumah siapa, Ji Yeong?" Tanya Dae Jung mengamati rumah bak tanpa penghuni itu.


"Kau masuk saja. Aku menunggu saja disini dengan Pak Su."


Dae Jung memasuki rumah itu membuka pagar besi, tak ada seorang pun yang menjaga keamanan. Dia berjalan perlahan hingga berada di depan pintu utama dari rumah tersebut.


Dae Jung mengetuk pintu, hanya sekali ketukan, pintu kayu itu terbuka di baliknya ada perempuan tua yang sama seperti yang di temui oleh Ji Yeong.


*PERCAKAPAN BAHASA KOREA*


Dae Jung terkejut, namun bibi itu lebih terkejut melihat kehadiram Dae Jung di depan matanya.


"Dae Jung, Apa Ji Yeong yang membawamu kemari?" Tanya Bibi Nami ketakutan.


Bibi nami menutup pintu rumahnya kembali, namun tangan Dae Jung menghalanginya.


"Apa yang Bibi Nami rencanakan? Mengapa ada yang merorku terus-menerus? Apa Bibi Nami yang melakukannya?"


"Saya tidak pernah meneror siapapun. Justru kami keluarga ingin menjauh dari siapapun, termasuk kamu Dae Jung." Tegas Bibi Nami.


Bibi Nami terdiam, dia juga tak mengetahui siapa peneror yang di katakan Ji Yeong dan Dae Jung itu. Mengapa mereka bisa terbawa sampai ke rumahnya dengan membawa alamat si peneror itu.


"Dae Jung, Bibi tidak pernah mengganggu kehidupan kamu. Jangan berprasangkan buruk pada Bibi." Ucap wanita tua itu memelas, di hidupnya sudah banyak beban yang ia pikul.


Ada teriakan histeris perempuam di atas lantai dua, barang-barang rumahnya telah di rusak oleh anaknya yang depresi itu. Suara teriakan memcaci maki pria yang sudah memperkosanya.


Bibi Nam berlari ke atas, Dae Jung penasaran dengan semua yang ada di rumah baru Bibi Nami, dia ke lantai atas pula menyusul wanita tua yang sangat ia kenali itu.


"Bajingan! Bedebah!" Teriak anaknya dari dalam kamar.

__ADS_1


Bibi Nami membuka pintu kamar anaknya, menghentikan segala amukan anak perempuan tunggalnya. Dia memecahkan kaca jendela, berniat untuk loncat, upaya melakukan bunuh diri lagi.


Dae Jung yang berada di depan pintu yang terbuka menyaksikan amukan anak Bibi Nami.


Perempuan itu ia kenal. Sangat ia kenali bahkan di hidupnya bertahun-tahun.


"Ahn Bora ..." Lirihnya Dae Jung terperangah.


"Bora .." Ucap Dae Jung sekali lagi.


Bibi Nami masih memeluk Anaknya, dia berusaha menenangkan Bora, Kedua suster yang menjaga Bora terluka bekas lemparan kaca.


Bora yang menjerit seketika terhenti mendengar suara lirihan Dae Jung dari arah pintu.


Dia melepaskan diri dari pelukan Bibi Nami, kedua matanya menyorot tajam ke Dae Jung, tangisnya pecah, dia berlari menuju Dae Jung lalu meraih tubuh pria masa lalunya itu. Di dalam tubuh Dae Jung, dia menumpahkan air mata kerinduanny, air mata kepasrahannya, air mata dukanya selama lima tahun terkurung.


"Oppa Dae Jung." Isak tangis Bora membasahi switer biru Dae Jung.


Dada Dae Jung terasa sesak, ingatannya kembali memutar kenangan pada saat pertama kali bertemu Ahn Bora.


 


##Anak laki-laki itu tak mau masuk ke dalam kelasnya, dia masih duduk bersembunyi di balik lebatnya taman


bunga.


Dia sendiri meratapi nasibnya yang sudah tak punya kedua orangtua. seminggu yang lalu Ibunya meninggal dunia karna sakit.


"Kamu menangis?" ada suara anak perempuan yang menegurnya.


Anak laki-laki itu menyembunyikan wajahnya dibalik tas sekolahnya.


"Kamu anak laki-laki kenapa menangis?" Tanya anak perempuan itu lagi.


"Bukan urusan kamu, pergi sana." Hardiknya.


Tetapi anak perempuan itu malah duduk di sampingya lalu memberikan dia sebatang coklat.


"Ini coklat dari Ibuku, kata Ibuku coklat bisa buat orang bahagia." Ujarnya.


Anak laki-laki itu terdiam sejenak, mendengar kata Ibu, dia semakin menguras air matanya.


Note:

__ADS_1


Kisah Cinta reinkarnasi Baek Hyeon dan Yama di abad ke-21 penuh dengan berbagai kejutan yang mengintai penerusnya, Anna dan Dae Jung.


Jadi, ikuti terus kisah mereka yang berjuang dalam membentuk sakinah, melawan badai atau menyerah oada kepasrahan?


__ADS_2