BIDIKAN CINTA UNTUK KIM DAE JUNG

BIDIKAN CINTA UNTUK KIM DAE JUNG
UNDANGAN BIBI NAMI


__ADS_3

Pagi itu Yuna terbangun dari pingsannya. Dia melihat ada Ji Yeong juga tertidur di sofa. Kepalanya masih sedikit pusing, dia berusaha mengingat kejadian yang menimpanya semalam, ketiga pria itu memang akan mencelakainya, ah, itu pasti suruhan musuh Korain, gumamnya.


Yuna turun dari ranjangnya, membiarkan Ji Yeong yang masih lelap, dia tahu, pacarnya pasti sangat lelah. Hari ini mungkin mereka ke kantor agak siangan lagi.


Saat membuka ponselnya,


Yuna mendapat pesan dari Dae Jung bahwa mereka tidak usah masuk kantor hari ini, membiarkan mereka istirahat saja.


"Pak Kim, kau memang baik hati .." Lirihnya berlalu di kamar mandi.


Namun ada pesan satu lagi dari nomor yang tak dikenal. Sebuah pesan yang mengerikan lagi.


'Keberuntunganmu akan hilang sedikit demi sedikit, kau akan mati secepatnya!'


Pesan itu membuat Yuna ketakutan, rupanya ada seseorang yang menginginkan nyawanya berakhir. Dia menelaah semua kejadian yamg menimpanya akhir-akhir ini, hanya satu orang yang bermasalah dengannya yaitu Bora.


"Apakah Bora yang berbuat begini padaku?" gumam Yuna.


Dia menghela nafas, sungguh mereka semua terjebak dalam sangkar iblis. Yuna tak habis pikir, mengapa Korain tiada henti dirundung bahaya? adakah yang menyebabkan semua ini hingga semuanya muncul dipermukaan secara tiba-tiba? tidak mungkin tidak tanpa sebab. Ah, Anna ..aku harus tanyakan ini padanya, dia pasti tahu, alasan semua yang sudah terjadi.


Yang di maksud Yuna adalah garisan takdir seseorang yang menghubungkan satu sama lain pada orang terdekatnya. Takdir yang membuat pelakonnya terkesiap, segala penghubung yang ada akan jadi pemain yang menyaksikan suka atau duka itu terjadi.


"Bora, jangan bilang aku Yuna kalau aku tinggal diam. Setelah Korain keluar dari masalah, aku akan beri kamu kejutan juga. Tunggu saja." Tukas Yuna kesal.


*****************


Manaeger Korain hari itu yang akan menemani Dae Jung, semua pekerjaan Yuna akan di handle untuk sementara oleh manager Sing Je.


"Pak Kim, ada yang mengundang anda makan siang hari ini." Ujar manager bertubuh kekar itu.


Dae Jung masih melangkah menuju ruangannya, manager Sing Je berbicara sambik mengikuti langkah suami Anna itu.


"Dari siapa?" tanyanya.


"GG Group, Pak Kim." Sahut manager Sing Je.


Langkah Dae Jung terhenti, dia memalingkan wajah ke managernya.


"Dalam rangka apa?"


"Mungkin, Presdir GG group Kang Sae ingin berbicara sesuatu, Pak Kim."


"Makan siang itu di lokasi mana?" tanya Dae Jung yang tak ingin bila tempat itu adalah rumah Bora. Dia ingin bertemu dengan Paman Kang Sae tapi tidak ingin bertemu Bora ataupun Bibi Nami, dia hanya menghargai Paman Kang Sae yang sangat baik hati itu.


"Di Resto LowReal, Pak Kim. Kawasan Cheocamdong." Sahut Sing Je.


"Baik, kita akan hadiri." Dae Jung menyetujuinya.

__ADS_1


Pria itu terlalu baik, benar kata Presdir Senior, Dae Jung tak ingin bila ada yang kecewa dengan sikapnya. Ada banyak yang menyebabkan itu semua, salahsatunya melihat Ibunya kerap kali di sakiti oleh Ayahnya, sehingga dia merasakan sakit setiap mengingat air mata Ibunya hingga meninggal dunia.


Dae Jung dan Manager Sing Je memasuki mobil yang akan di kemudi oleh Pak Su. Mereka akan memenuhi panggilan makan siang GG group, Pak Su sopir yang sudah berpuluh tahun kerja di Korain melajukan mobil itu ke Cheodamdong.


Di perjalanan, Dae Jung ingin VC pada Anna, entah mengapa dia tiba-tiba rindu pada istrinya padahal pagi tadi mereka masih sarapan bersama.


Wajah Anna sudah muncul di smarphonenya.


"Oppa, kenapa?" tanya Anna yang sibuk merapikan baju-baju kotor Dae Jung.


"Apa yang kau lakukan?" tanya Dae Jung kembali yang melihat aktivitas Anna.


"Aku sedamg mencium aroma dibaju bekas kamu." Sahut Anna polos.


Dae Jung tertawa geli lagi, Anna benar-benar ngidam yang aneh. Bekas keringat suaminya menjadi candu pada bayi di kandungnya.


"Apa kau sudah merasa lebih baik?" tanyanya.


"Sudah, aku seperti dapat tenaga lagi."


"Baiklah, kamu baik-baik di rumah, aku akan pulang sore nanti."


Dengan lambaian tangan serta menutup salam, mereka mengakhiri percakapan itu. Dae Jung merasa bersalah karna sampai sekarang, Anna belum bisa dibawa ke dokter untuk memeriksa kandungannya. Dia takut bila Anna keluar rumah, istrinya akan mendapat bahaya lagi.


"Aku akan berusaha memberimu waktu luang, kita akan ke dokter bersama-sama." Lirih Dae Jung dalam hati.


Mobil yang ditumpanginya terhenti di sebuah resto bintang lima. Pak Su membukakan pintu mobil, Dae Jung turun sembari memperbaiki dasi hitamnya. Dia masuk kedalam resto bersama manager Sing Je, mereka berdua disambut asistent GG group yang saat itu menyewa resto tersebut.


"PERCAKAPAN BAHASA KOREA"


"Selamat datang, Tuan Kim." Ucap Bibi Nami secara formal.


Dae Jung menarik nafas, menghindar dari Bibi Nami bukan cara yang baik kali ini. Dia harus bersikap sopan meski hatinya bertolak belakang. Akhirnya Dae Jung duduk di kursi tepat di hadapan Bibi Nami.


Di meja sudah ada berbagai jenis makanan yang siap untuk menemani perbincangan mereka. Ada dua lilin merah yang bertaruh dengan api, mencoba menghabiskan batangan lilin secara paksa.


"Ini tiba-tiba, tapi sebelumnya saya berterimakasih sudah memenuhi undangan ini, Tuan Kim." Ujar Bibi Nami yang basa-basi.


"Katakan, Bi. Aku tidak punya waktu lama, banyak yang harus saya urus."


Bibi Nami tersenyum, dia sebenarnya ingin berlama-lama berbincang dengan calon menantunya itu, tapi Dae Jung lagi-lagi menolaknya secara perlahan.


"Aku suka dengan gaya klasikmu itu, Ini Korain, tentang Korain, bagaimana kalau GG ingin menanamkan saham di sana? hm, maksudku menyatukan mereka menjadi perusahaan yang lebih besar lagi." Terang Bibi Nami.


"Begitu? apa yang membuat GG group tertarik pada Korain yang sudah terdengar akan pailit?" tanya Dae Jung.


"Banyak, salahsatunya di pimpin oleh pria muda yang cerdas." Sahut Bibi Nami.

__ADS_1


"Sebanyak apa yang bisa GG bantu?"


"Sebagian saham GG akan diberikan oleh Korain hingga semua pesat menjadi terbesar di Asia."


Dae Jung menilik semua perkataan Bibi Nami, dia mengangguk memberi isyarat memahami.


"Apa ada syaratnya?" tanya Dae Jung.


Bibi Nami melemahkan suaranya,


"Dae Jung, tidak ada syarat yang sulit anakku sayang, ada Bora yang mencintaimu, aku juga tahu kau masih mencintai putriku itu." Imbuh Bibi Nami.


"Begitu?"


"Iya, tinggalkan Anna, maka kamu akan menjadi pemegang perusahaan terbesar di Asia. Bukan salahsatunya, tapi satu-satunya, Kim Dae Jung." Bibi Nami tak henti mengimingkan kesuksesan GG group dan Korain bila menyatu.


Bibi Nami memberikan sebuah map biru yang berisikan perjanjian khusus antara dia dan Dae Jung. Di dalam isi tesk itu menyebutkan bahwa Dae Jung harus menikahi Bora.


"Kau akan mendapat kebaikan Dae Jung. Bukankah selam bersama Anna, kau selalu di rundung masalah, Anakku jauh lebih baik dibanding is..." Belum lengkap kalimat Bibi Nami, dia terhenti melihat Dae Jung yang sudah membakar kertas-kertas perjanjian itu dililin yang hampir padam.


Bibi Nami terngaga, matanya menatap tajam ke pria yang ia anggap sudah angkuh itu.


"Bibi Nami, harus berapa kali saya ucapkan, saya mencintai istri saya, takdir saya hanyalah Anna bukan Bora. Bora hanya mampir sebentar untuk menjadi pelengkap kisah hidupku, dia bukan tujuanku di lahirkan, dia bukan pasangan yang di berika pada Tuhan. Anna, dia yang sesungguhnya." Jelas Dae Jung.


"Lagipula, saya takut bekerja sama dengan yang berawal main licik, saya tidak suka bermain licik, apa jadinya perusahaan bila pemainnya semua licik. Saya pamit Bibi Nami." Ujar Dae Jung meninggalkan Bibi Nami yang menahan kemarahannya.


**********


Pesan dari Author :


Saya up satu kemarin karna berhubung kesehatan yang tidak stabil.


Juga ada beberapa novel yang harus di rampungkan.


-WEDDING ON PAPER : kisah Yatri dan Rexa yang terjebak pula lingkup asmara yang tergesa-gesa.


-PANGERAN DARI DUNIA SEBERANG : kisah Arleaa jin muslim dan manusia Maysa.


-CAHAYA LARUT MALAM :kisah cinta segitiga yang mengangkat legenda telaga tilanga ( toraja) Faad, Helena dan Asyana.


Semua ada di tempat sebelah, yang itu tuh.


I


Sedikit bocoran, novel "BIDIKAN CINTA UNTUK KIM DAE JUNG" ini masih agak panjang. Novel ini sudah lama kubuatnya. Hanya saja baru berani publikasi tahun ini.


Tapi perlu kalian tahu ini bakalan "SAD ENDING" kita nangis sejadi-jadinya nanti dibuat mereka. Akan ada yang pergi meninggalkan cinta ...menjemput cinta pada ilahi.

__ADS_1


😢😢😢😢😢😢💔💔💔💔💔


Ikuti perjalanan mereka, memerankan takdir masing-masing..


__ADS_2