
Keempat pengawal Anna sudah datang membawa pria yang ada di foto bersama Chu Ha, dengan kedua tangan yang terikat, pria itu masih memakai seragam kerja Korain, mereka membawanya ke taman belakang dimana Anna menunggu.
"Ini Nona, namanya Dong Han, dia Kepala staff pemasaran di Korain Tekstil."
Anna mengamati pria yang usianya tidak beda jauh dengan Dae Jung itu.
"Kamu pacaranya Chu Ha?" Tanya Anna.
"Saya tidak kenal Chu Ha, Nona." Dong Han mengelak.
"Jangan berbohong, Ini siapa?" Anna memperlihatkan foto itu. Foto Dong Han bersama Chu Ha di salasatu tempat hiburan malam.
Dong Han mulai gelisah, Istri Presdir buatnya terpojok.
"Mau mengaku disini atau di kantor polisi, Ah .. suamiku sebentar lagi pulang, jika dia mendapatimu disini, habis kamu." Anna mengancam.
Namun pria itu tak bergeming sama sekali, dia malah menundukkan wajah seperti menyembunyikan sesuatu, tatapan Anna makin mencurigainya.
"Geledah dia sampai kedalamannya." Ujar Anna lalu berbalik.
Keempat pengawal kekarnya segera menggeledah Dong Han, baju luar hingga bagian terdalam pria itu. Alhasil, sebuah benda kecil sebesar kuku jari menempel di ****** ********.
"Nona, kami menemukan sesuatu." Seru salahsatu pengawal itu.
Anna berbalik kembali,
"Ini sepertinya alat penyadap suara. Jadi pembicaraan kita sekarang sedang di awasi oleh seseorang." Pengawal itu menambahkan lagi.
"Hancurkan penyadap itu lalu buat pria ini mengakui apa yang mereka rencanakan pada Tuan Kim." Perintah Anna yang sudah sangat geram dengan karyawan suaminya yang ia sangat yakini telah berkhianat.
Pengawal itu membakar alat penyadap itu, ketiga lainnya memukuli Dong Han, wajahnya penuh telah beradarah namun bibir pria itu belum jua berucap. Hingga ketiga pengawal itu mengancam untuk membakarnya hidup-hidup, barulah Dong Han.
"Saya memang memacari Chu Ha, tapi menjadikan dia alat untuk membantu bos saya. Bukan saya yang membunuhnya, dia di perkosa oleh orang suruhan bos besar. Karna, terlanjur mengetahui rahasia bos besar dia akhirnya di bunuh." Jelas Dong Han yang berurai darah di mulutnya.
"Siapa bos besar kamu?" Tanya Anna.
"Tolong, Nona. Bawa saya saja ke kantor polisi, biarkan saya di hukum. Saya tidak mau menyebut siapa bos besar. Keluarga saya akan jadi imbasnya nanti." Pinta Dong Han memohon.
__ADS_1
"Baiklah, bawa di ke kantor polisi. tapi, jangan sampai libatkan nama Korain, antarkan saja lalu dia akan akui sendiri."
Anna meninggalkan mereka, dia bersiap-siap untuk sholat Ashar lalu setelah itu dia harus bertemu Jin Hyun, pria yang penuh misteri, juga pastinya terlibat dalam hal ini.
Dalam sholat Anna berdoa agar mereka selalu di beri perlindungan, semua misteri ininsegera terpecahkan agar dia bisa hidup tenang bersama keluarganya.
Handphonenya berdering, dia menutup bacaan doanya, bernajak mengambil handphone yamg menggema, terlihat nama "Oppa Jung" yang memanggilnya.
"Hallo,Assalamualaikum." Ucap Anna.
"Waailakumsalam, Anna sayang, Kakek hari ini tidak jadi pulang, pesawatnya delay, mungkin esok atau lusa ke Korea." Suara Dae Jung memberitahu.
"Oh begitu, padahal dari tadi aku menunggunya. Sayang, pulangnya jam berapa?"
"Kau merindukanku? jam sembilan, soalnya Yuna dan Ji Yeong juga sedang tidak ada di kantor."
"Iya, aku merindukanmu, pulanglah kasur kita sudah wangi." Canda Anna.
"Istriku memang otaknya selalu mesum, baiklah beri tahu kasur itu siap-siap ku buat remuk nanti. Aku merindukan kehangantanmu."
Mereka mengakhiri pembicaraan dengan mengucap salam, Anna melirik ke jam dinding, ini masih pukul tujuh, dia masih punya kesempatan bertemu Jun Hyun, dia harus meminta penjelasan pada gurunya itu.
Anna turun ke bawah, di luar sudah ada keempat pengawalnya yang menunggunya.
"Kalian sudah antarkan dia?"
"Sudah, Nona."
"Terima kasih. Kalian tidak usah ikut bila kecapean, biarkan ini jadi urusanku saja." Ujar Anna yang memakai jaket kulit hitam dengan berlapir kaos putih di dalamnya, hijab coklat milo masih jadi andalannya.
"Tidak, Nona. Kami harus ikut, ini sudah tugas kami menjaga Nona Anna." Sahut keempat bodyguardnya.
"Kalian memang selalu bisa di andalkan. Kita akan memberitahu Tuan Kim, tapi setelah semuanya benar-benar terungkap."
"Siap, Nona."
" Kalau begitu kita mulai lagi, aku akan bertemu Jun Hyun, kalian tahu kan maksudku?"
__ADS_1
Dua mobil itu kembali membelah jalan, tujuan kali ini ke sungai Han tempat Anna akan bertemu Jun Hyun. Saat tiba di sungai Han, keadaan hari itu sangat ramai, Anna turun dari mobil, memberikan aba-aba pada pengawalnya agar mereka menjaga jarak.
Anna mencari keberadaan Jun Hyun di tepi sungai, namun pria itu belum nampak di kedua matanya. Anna mencoba berjalan lagi, menjalarkan mata ke semua orang yang duduk di tepi sungai.
Ahh ..!
Ada yang menabrak Anna. Dia perempuan muskim yang juga berkerudung sama sepertinya, memakai jaket kukit hitam dan kerudung coklat. Perempuan itu tak mengucapkan kata maaf, dia malah berlalu begitu saja.
"Perempuan itu juga berhijab, kenapa pakaiannya sama denganku?" Gumam Anna kebingungan.
Anna kembali menyusuri keramaian Han, namun tiba-tiba ada yang membekap mulutnya dari arah belakang, sekuat tenaga Anna melawan dengan mencoba membuka kunci dekapan tangan itu, tetapi salahsatu dari mereka ada yang melipat tangan Anna sehingga perlawanan tak lagi ada artinya, pandangannya sudah rabun oleh obat bius, dia pingsan lalu di masukkan ke dalam mobil, membawa Anna yang pingsan pergi dari kawasan Wisata Sungai Han.
Keempat pengawal Anna masih mengikuti perempuan berhijab yang mereka sangka itu Anna, rupanya penculikan Istri presdir Korain sudah tersusun sedemikian rapi hingga perempuan berhijab yang menabrak Anna itu memancing kelengahan keempat bodyguardnya. Menukar posisi sehingga Anna tak terlihat ketika memasuki kerumunan mencari Jun Hyun.
Perempuan berhijab itu berlari menjauh dari mereka,
"Kenapa Nona Anna berlari, Ayo kita kejar." Teriak mereka.
Saat perempuan berhijab itu berbalik, keempat pengawal itu terkejut bahwa yang mereka kejar bukan istri bosnya, melainkan orang lain.
"Siapa kamu?" Salahsatu dari mereka bertanya.
Tetaoi perempuan berrhijab yang mempunyai wajah khas Korea itu berlari semakin menjauh.
"Sial, kita lengah. Nona Anna menghilang. Habis kitam" Kecam Salahsatu dari mereka.
"Kita harus beritahu Presdir." Usul yang lain.
Mereka memberitahu kepala pengawal yang selalu bersama Dae Jung di kantor, Kepala pengawal yang setiap saat mengawasi Dae Jung setiap.
"Bos, Nina Anna menghilang, kami sekarang berada di sungai Han." Ujarnya melapor terbata-bata.
"Kenapa bisa terjadi?" Tanya kepala pengawal itu.
"Kami dan Nona Anna sepertinya di permainkan."
"Coba cari dulu, jika tidak ketemu, kalian pulang lapirkan secara detil pada Presdir."
__ADS_1