BIDIKAN CINTA UNTUK KIM DAE JUNG

BIDIKAN CINTA UNTUK KIM DAE JUNG
JUN HYUN TERANCAM


__ADS_3

Ruangan kunjungan sudah ada pria yang menunggu Jun Hyun, dengan wajah yang di tutupi masker. Jaket levis membalut tubuh pria paruh baya itu, seakan tak ingin semua yang ada pada tubuhnya diketahui oleh orang lain.


"Mau apa kamu kemari?" tanya Jun Hyun pada pria itu.


Pria itu hanya tersenyum miring. Dia tahu, bahwa Jun Hyun sudah tidak lagi menjadi sekutunya.


"Rupanya kau sudah sombong lagi anak muda," sahut pria itu.


"Kau akan tamat ditangan mereka. Jadi berhentilah selagi kau masih punya kesempatan." Tukas Jun Hyun.


Pria itu tertawa mendengar kalimat Jun Hyun, dia mengeleng sembari meluapkan tawanya.


"Rupanya semenjak kau disini, kau sudah banyak belajar melawak anak muda." Imbuh pria itu lagi.


"Ini bukan lawakan, aku masih tetap diam. Tapi mereka akan tetap mencarimu, bahkan kau akan matu ditangan orang terdekatmu itu."


Pria itu mulia terpancing, wajahnya penuh dengan misteri si psikopat. Dia mendekatkan wajah ke lobang di kaca tebal pembatas itu.


"Dia tidak akan membiarkan orang yang dia sayang berakhir, aku akan mengajaknya bersamaku lalu menjadikannya pemain terbaikku." Ujar pria itu.


Mata Jun Hyun nanar, pria dihadapannya sungguh iblis berwujud manusia, tak ada rasa kasihan pada orang-orang yang tak bersalah. Bahkan, pria itu mengamcan akan membuat budak seseorang itu.


"Kalau Korain bisa kuledakkan, mengapa aku tidak bisa meledakkan rumahmu yang terisi oleh Ibumu yang sakit-sakitan itu?" lagi-lagi mulut pria itu mengeluarkan kata ancaman.


Inilah yang dikhawatirkan Jun Hyun apabila dia sampai buka mulut tentang pria itu. Ibunya akan mendapat bahaya, dia sangat tahu irang dihadapannya berdarah dingin, tak segan membunuh siapapun yang menghalangi ambisinya.


"Pikirkan itu, anak muda."


Pria itu keluar dari ruangan kunjungan, meninggalkan Jun Hyun tak berdaya dengan perasan yang terperanhkap, ingin menolong Dae Jung namun pilihan itu sangat beresiko untuknya.


"Untuk sementara aku akan diam, tapi tidak untuk selamanya. Aku akan membela Dae Jung yang sudah baik padaku." Gumam Jun Hyun.


Dia akan membantu Dae Jung, namun bila Ji Yeong sudah menemukan petunjuk-petunjuk sudah ia arahkan sebelumnya. Lagipula berada di dalam sel buat dia tak bisa berpikir banyak, dia terkungkung, juga buntu.


Jun Hyun yakin, pria itu akan membunuh lagi. Akan ada yang akan kehilangan nyawa secara berurutan bila dia masih dibiarkan berkeliaran di dunia luar. Sangat membahayakan, selama pria itu hidup, Korain akan selalu di terpa masalah bertubi-tubi.


*************

__ADS_1


Dae Jung kembali ke kantornya, Manager Sing Je kagum pada Presdirnya itu. Dae Jung menyimpan kesetiaan dan tekad yang kuat untuk seorang laki-laki sukses, padahal dia yakin ada puluhan wanita yang mengantri siap diperistrikan jadinyang kedua bahkan di nomor-nomor sekian.


"Pak, kami mendapat mendapat info dari Dubai." Ujar manager Sing Je yang mendapt email dari pihak Abduk Malik yang taknlain dari sahabat Presdir Hang.


Dae Jung yang duduk dikursi kebesarannya terperanjat.


"Sultan Abduk Malik maksudmu?" tanyanya.


"Iya, Pak Kim. Disini tertulis pihak mereka berniat ingin membantu Korain secara tulus." Sahut Manager Sing Je yang juga tidak menyanka hal itu.


"Hm, ini pasti karan Kakek." Lirih Dae Jung dalam hati, karna ia tahu, Sultan Abdul Malik sahabat Kakeknya.


"Baiklah, kita terima tawaran itu. Saya senang bila harus bekerjasama dengan pria muslim yang sangat terkenal baik itu." Titah Dae Jung.


"Siap, Pak Kim. Saya akan mengirimkan pesan Pak Kim kepadanya."


Manager Sing Je bergegas keruangannya. Dia merasa senang, dengan Dae Jung yang menolak GG tapi mereka mendapat keberuntungan dari pengusaha minyak tersohor di Dubai tersebut.


Dae Jung sedikit bernafas lega. Korain akan berangsur membaik dari musibahnya. Tapi ia tahu pula, ini belum berakhir, akan ada cobaan lagi yang menyapa, sebelum pelaku dibalik pengeboman itu tertangkap, maka Korain dan kelurganya akan selalu diintai oleh bahaya.


"Anna, aku akan melindungimu bahkan nyawaku jadi taruhannya." Dae Jung berlirih menatap gambar Anna yang jadi wallpaper di ponselnya.


Perasaaan hampir diambang batas kesadaran, dia begitu sudah menyerahkan seluruh dirinya pada Anna. Tak ada yang lain di tujuan hidupnya, hanya ada nama Anna yang jadi alasan utamanya.


"Aku akan melakukan apapun untukmu sayang, kita akan selalu bersama dan anak kita."


Mantra cinta Yama dan Baek Hyeon memang sudah menyihir dua anak manusia itu. Cinta mereka sudah berhasil tumbuh di pasangan yang memiliki hati murni seperti Anna dan Dae Jung.


Dae Jung menelpon Ji Yeong, dia ingin memberikan kabar baik itu pada kedua sekertarisnya itu.


"Maaf Hyung (Kakak laki-laki), aku kesiangan." Suara lirih Ji Yeong terdengar.


"Tidak apa, kamu dimana sekarang? masih di rumah Yuna? kau tidak menelanjangi primadona Korain itu, kan?" tanya Dae Jung bercanda.


Ji Yeong tertawa, rupanya adegan ciuman mereka yang baru saja dilakoni sama Yuna ditebak oleh Dae Jung.


"Aku tidak sampai kesitu." Ketus Ji Yeong yang mengedipkan mata Yuna yang sedang melipat baju ke dalam koper.

__ADS_1


"Ketika Yuna pindah ke rumah, jangan buat dia ketakutan dengan ulah kelelakianmu." Dae Jung memperingatkan.


"Ya, aku tahu. Anna tidak akan suka itu." Sahut Ji Yeong.


Dae Jung memberitahu dengan berita baik Korain, buat Ji Yeong dan Yuna ikut lega. Satu per satu masalah mereka akan terseleaikan berkat kerjasama yang baik.


"Ya Tuhan, ini mukjizat. " Ujar Yuna.


"Ya, ini karna buah kesabaran mereka." Timpal Ji Yeong.


Timbuk dibenak Yuna ingin menyelidik, tentang mengapa Anna dan Dae Jung bisa di jodohkan.


"Oppa, Anna dan Pak Kim itu di jodohkan karna apa? maksudku, ini beda negara ditambah lagi, berbeda kalangan, mengapa bisa di jodohkan?" tanya Yuna yang begitu penasaran.


"Kau belum tahu?" tanya Ji Yeong yang heran.


"Jika aku tahu, mana mungkin bertanya."


Ji Yeong duduk, dia ingin menceritakan asal mula perjodohan itu. Semuanya ia ceritakan, dari mulamkisah cinta Yama dan Baek Hyeon hingga berujung pada Anna dan Dae Jung.


Yuna terkejut mendengarnya.


"Ha? mereka dijodohkan karna itu?"


"Ya, aku kira kamu sudah tahu."


"Yama dan Baek Hyeon tidak bersama? maksudku mereka terpisah?" tanha Yuna yang ingin menilik lagi.


"Ya, karna peperangan di Indonesia pada saat itu. Kabar yang aku dengar, Baek Hyeon Kakak Presdir Senior meninggal, tapi mayatnya tidak ditemukan." Sahut Ji Yeong yang beranjak mengambil kemejanya yang sempat dilepas saat memadu cinta bersama Yuna tadi.


"Setragis itu? mungkinkah, Anna dan Pak Kim akan demikian .." Lirih Yuna yang didengar oleh Ji Yeong.


"Maksud kamu?" tanya Ji Yeong bingung.


"Maksudku ..begini, mereka melanjutkan kisah cinta itu, bisa saja yang terjadi ini pada Anna dan Dae Jung karna ada banyak rintangan yang pula di hadapi Yama dan Baek Hyeon dulu,"


"Aku tidak mengerti maksudmu, Yuna." Ji Yeong mulai menelaah pula.

__ADS_1


Yuna lama terdiam lalu berkata yang mengejutkan Ji Yeong.


"Oppa, apakah kisah cinta Anna dan Dae Jumg akan berakhir sama dengan Yama dan Baek Hyeon?"


__ADS_2