BIDIKAN CINTA UNTUK KIM DAE JUNG

BIDIKAN CINTA UNTUK KIM DAE JUNG
PERJALANAN DENGAN JUN HYUN


__ADS_3

Anna sudah selesai membuatkan sarapan untuk Dae Jung, Jas dan kemeja pun telah ia siapkan. Pria Indo-Korea itu masih berada di dalam kamar mandi, Anna yang masih membereskan tempat tidur suaminya secara mengendap - ngendap, menggantikan tugas pelayan pribadi Dae Jung, jangan sampai pria face cool itu tahu kegiatan Anna setiap hari, yang ada bisa bikin Dae Jung malah tidak nyaman.


Anna mengumpulkan pakaian kotor Dae Jung yang berserakan di sofa.


"Ya Allah, Aromanya .. Kemeja bekas di pakainya kemarin saja masih wangi seperti ini. Apalagi kulit tubuhnya. Oppa " Gumam Anna.


Dia memeluk kemeja putih Dae Jung dengan berbagai pikiran nakalnya. Dipeluk lalu di cumbu pria memiliki tinggi 187 cm itu, Ah, Oppa .. Batinnya.


"Astagfirullah! Selama menikah, Pikiranku sudah tidak suci lagi. Piuh!" Anna membuyarkan lamunannya.


Anna segera keluar dari kamar Dae Jung. dia turun ke bawah untuk menata makanan, sehabis sholat subuh, Anna memang juga sudah rapi sebab hari ini dia akan pergi bersama guru barunya, Jun Hyun.


Lima belas menit kemudian, Dae Jung sudah menuju ke meja makan, dia mengamati istrinya begitu cantik dan rapi. Dae Jung menghela nafas,


"Kamu mau pergi belajar atau menghadiri acara fashion show?" Dae Jung protes.


Anna kembali mengoreksi pakaiannya, tak ada yang salah dari yang ia kenakan, hanya long tunik dan jaket kulit ia kenakan, berpadu dengan celana jeans hitam saja. ini style sehari-harinya yang memang sudah di atur stylist Dae Jung.


"Ini seperti biasanya, Oppa." Jawab Anna.


"Terserah. Ada pengawal yang akan menemanimu, Sekertaris Ji akan menjemput jika sudah selesai." Ujar Dae Jung dengan nada kesal.


Entah kenapa, hatinya tak sudi bila Anna bepergian dengan penampilan yang cantik seperti itu.


"Pasti pria-pria mata keranjang akan meliriknya." Lirih Dae Jung memutilasi roti omelettenya secara brutal.


*****************


Anna menunggu di teras, Jun Hyun sudah datang dengan membawa mobil. Anna melambaikan tangan oada guru mudanya itu. Terlihat Anna begitu antusias untuk perjalanannya hari ini.


"Kita pakai mobil Tuan Kim saja." Ucap Anna.


Jun Hyun menuruti ucapan nona besar itu.

__ADS_1


Sembari menuju tempat sejarah Islam di Seoul, Anna memulai belajar bahasa korea untuk sehari- hari di dalam mobil, Jun Hyun begitu lembut memberikan Anna pemahaman dengan baik. Jun Hyun wajahnya hampir mirip dengan Aktor sekaligus vokalis CNBlue YougHwa, sangat manis senyumnya buat Anna nyaman sebab dia fans lagu CnBlue.



"Kita mau kemana Nona?" Tanya sopirnya.


"Ke mesjid Seoul." Sahut Anna.


Mobil itu pun mengarah ke jalan ke Hannam dong, Yongangu di daerah Itaewon.


Jarak tempuh Satu jam, tibalah mereka di Seoul Central Mosque, mesjid terbesar di Kota Seoul.


Anna turun dari mobil di susul pula Jun Hyun, kedua bodyguard Dae Jung menjaga Anna dari jarak lima meter.


"Jun Hyun, Akhirnya saya bisa melihat mesjid ini secara langsung." Ujar Anna yang tak henti mengucap MashaAllah.


"Iya Nona, Ini memang tempat tujuan wisatawan muslim di Korea. Selain kaum muslim juga banyak di kunjungi yang non muslim, karna disini tidak jauh dari menara Namsan dan Hang River." Sahut Jun Hyun.



"Saya ingin masuk ke dalam." Ujar Anna.


Dia pun memasuki lantai bawah mesjid, di lantai pertama itu dijadikan kantor Korea Muslim Federation.


"Mesjid ini mulai di bangun 1974, memulai di gunakan pada tahun 1976." Jelas Jun Hyun.


"MasyaAllah, Ini luarbiasa Jun Hyun." Ucap Anna melihat Keindahan mesjid Seoul itu.


"Mesjid ini, di bangun karna dua orang muslim dari Turki, mereka termasuk kontingen perdamaian turki yang di tugaskan di Korea, bernama Zubercoch dan Abdul Rahman. Awalnya, mereka hanya mendirikan tenda pengungsuan untuk di jadikan tempat beribadah, namun seiring berjalannya waktu syiar Islam di Korea sampai ke penduduk setempat, mereka menyambut baik, dan menjadikan Islam Cahaya Keyakinan mereka.


Sehingga Presiden Korea Park Chung-Hee menawarkan KMF sebidang tanah untuk membangun mesjid, inilah Seoul Central Mosque, Nona." Jelas Jun Hyun degan menunjukkan beebagai koleksi yang terpajang di Kantor KMF.


Anna menaiki puluhan Anak tangga menuju ke lantai dua, tempat itu di khususkan untuk Jemaah pria.

__ADS_1


"Suatu saat, aku akan mengajak Tuan Kim kesini." Ucap Anna pada Jun Hyun.


Pria berkaca mata itu hanya mengangguk.


"Oh, Iya. Kamu agamanya apa? " Tanya Anna.


"Saya tidak mempercayai Agama apapun." Sahut Jun Hyun dengan tegas.


Anna tercengang, di Negara ginseng itu memang banyak yang tak menganut Agama apapun, yaitu Atheis.


"Jun Hyun, Hidup tanpa mengenal Agama itu seperti kamu tersesat di hutan belantara, mana bisa kamu meyakini Tuhan pencipta Alam bila kepercayaan ajarannya saja tak kamu percaya." Anna begitu polos protes.


"Aku heran dengan orang-orang yang Atheis, hidup itu begitu Indah bila ada agama yang mengatur kita. hanya saja sebagian orang selalu menganggap Tuhan tidak adil sehingga mereka memberontak pada Allah, dengan cara tidak meyakininya." Lanjut Anna.


Jun Hyun hanya terdiam, membiarkan muridnya berceloteh hingga puas.


"Nona, Silahkan mengelilingi mesjid ini dulu. saya ingin turun membeli minum. Nona ingin minum apa?"


"Latte." Jawab Anna.


Jun Hyun pamit dari Anna, dia melihat dua bodyguard Dae Jung mengawasi setiap gerak- geriknya. salahsatu pengawal itu menjaga Anna, dan seorangnya lagi mengikuti Jun Hyun ke arah kedai yang tidak jauh dari Seoul Central Mosque.


Setelah membeli dua gelas kopi Latte, dia kembali ke Anna yang duduk di tangga sambil mencatat tentang mesjid Seoul tersebut.


"Tunggu." Salahsatu bodyguard itu mencegat Jun Hyun.


Dia memeriksa kopi latte dengan menuangkan sedikit di telapak tangan untuk ia coba, tak ada yang perlu di khawatirkan pada kopi latte itu, pengawal berwajah sangar tersebut mengizinkan Jun Hyun memberikan ke Nona Anna.


"Maaf, Nona. Menunggu lama. Ini Kopi Lattenya, salahsatu kedai favorit disini." Jun Hyun menyodorkan kopi ke Anna.


"Alhamdulillah, Terima kasih. gaji kamu akan ku bonuskan nanti." Canda Anna.


Jun Hyun tertawa melihat kepolosan Nona muda itu.

__ADS_1


"Saya sudah mencatat semua di buku kecilku ini. Juh Hyun, kalau kamu lebih mengenal Islam, kamu pasti lebih baik dan bahagia dari sekarang ini. Percaya dengan kata saya."


Anna ingin merubah pandangan orang-orang yany gelap langkahnya, seperti Dae Jung dan Jun Hyun itu. mereka berdua hanya manusia korban dari Era modern.


__ADS_2