BIDIKAN CINTA UNTUK KIM DAE JUNG

BIDIKAN CINTA UNTUK KIM DAE JUNG
PRESDIR HANG BERTINDAK


__ADS_3

Bu Nas sudah berada di kamar senior Korain, kabar itu ia sampaikan di telinga Presdir Hang, kepala pelayan Bu Nas menceritakan semua yang terjadi di rumah itu, mulai dari kehadiran Bibi Nami, Bora, dan Jun Hyun.


"Jun Hyun kembali? anak itu, aku kasihan padanya." Imbuh Presdir Hang yang juga mengenal Jun Hyun sejak kecil.


"Saya sendiri saja baru tahu, kalau dia anak dari Hang Seo," timpal Bu Nas.


"Juga Si Nami, masih saja membuat ulah, dari dulu dia mengejar Kim Do Hang, sekarang Dae Jung untuk anaknya."


Bu Nas senyum masam, Bibi Nami memang seringkali berulah pada mereka, dan itu buat Presdir Hang selalu geram bila menyangkut wanita sang penakluk Gangnam itu.


Kakek Dae Jung memperbaiki letak kacamatanya, menghembuskan nafas perlahan, dia terkejut mendengar penuturan Bu Nas, selama ini Dae Jung dan Anna menyembunyikan itu semua darinya agar dia tidak khawatir, ternyata seberat itu yang di alami Cucunya dan juga Cucu sahabatnya, Pak Lambau.


"Tuan Hang, kita harus mencarikan jalan keluar, Dae Jung sudah di posisi yang sangat sulit, sementara Anna sedang hamil." Ucap Bu Nas.


"Anna sudah hamil?" tanyanya.


"Iya Tuan Hang. Kandungannya mungkin sudah sebulan, sangat rawan bila harus memikirkan semua ini."


Presdir Hang menghela nafas lagi. Ada rasa bahagia dihatinya, karna perjodohan itu akan berbuah manis dengan kehadiran anak dari Dae Jung dan Anna.


"Kim Dae Jung dan Kim Do Hang sangat berbeda, Anak dan Ayah yang memiliki sifat yang jauh berbeda, aku tahu cucuku itu orang yang kuat, hanya saja dia tidak tega melihat orang lain terluka." Ujar Presdir Hang.


"Aku tahu itu, Tuan Hang." Sahut Bu Nas.


"Saya akan mencarikan mereka solusi, Korain harus diselamatkan. Kerja keras kami tidak bisa di runtuhkan oleh orang-orang itu."


Bu Nas mengangguk, inilah yang dia harapkan dari Tuan Hang sehingga masalah yang disembunyikan Dae Jung dari Kakeknya bisa teratasi oleh pria tua yang cerdas itu.


"Sementara kamu diam saja, aku akan menghubungi kawanku di Dubai, dia pasti akan membantu Korain." Kata Presdir Hang penuh keyakinan.


Sebagai pengusaha terkenal di Korea Selatan, Presdir Hang memilik banyak kolega yang sudah ia anggap seperti saudara, salahsatunya pengusaha minyak yang juga terkaya di Dubai.

__ADS_1


"Jung Suk, kirimkan pesan saya ke Abdul Malik, bahwa Korain membutuhkan janjinya." Titahnya pada asistent pribadinya.


Abdul Malik salahsatu kawan terdekatnya, pria itu pula pernah ditolong oleh Presdir Hang ketika perusahaannya mengalami pailit, tangan tulus Kakek Hang yang terulur lebih dulu padanya, hingga janji Abdul Malik terucap akan membalas semua kebaikan Kakek Hang kelak.


"Tapi, biarkan Abdul Malik merahasiakan ini dari Dae Jung." Lanjut Presdir Hang, dia tak ingin cucunya merasa gagal mempertahankan perusahaan hingga membawa Kakeknya turun tangan menanganinya.


"Nas, jaga mereka selalu, kau sudah ku anggap seperti anakku sendiri, buatlah mereka menjadi anakmu, sayangi mereka." Pesan Presdir Hang pada Bu Nas.


"Iya, Tuan Hang. Aku berjanji itu." Sahut Bu Nas.


"Dae Jung dan Anna sudah terikat dari lahir karna jelmaan Baek Hyeon dan Yama, hanya maut yang memisahkan takdir mereka. Jadi jangan khawatir dengan penikahaannya."


Presdir Hang tahu betul dengan sikap tanggung jawab Dae Jung yang sangat mirip dengan Kakaknya Baek Hyeon, bukan hanya wajah yang sama, namun kepribadiannya pun tak berbeda, sehingga dia meyakini cucunya takkan meninggalkan Anna yang juga merupakan jelmaan dari mendiang Yama pula.


"Maksud Tuan Hang, mereka tidak akan bisa dipisahkan selain maut? syukurlah semua usaha Nami dan anaknya akan sia-sia." Ucap Bu Nas lega.


"Ya, kisah cinta sejarah itu akan ku cetak jadi sebuah buku, mereka akan terkenang sepanjang masa. Bagaimana pahlawan Korea yang membela Negara lain, rela meninggalkan Negaranya sendiri hanya untuk membantu Indonesia. Baek Hyeon dan Yama akan terkenang sepanjang masa, begitupun Anna dan Dae Jung."


Pria Desa juga anak dari petani sepertinya bisa menjadi pengusaha konglomerat di Korea Selatan. Itu dikarnakan kebaikan keluarga Yama padanya. Disinilah dia belajar bagaimana investasi kebaikan, bika kita berbuat baik maka menuai kebaikan pula.


"Terima kasih Tuhan atas semua takdir baik ini." Lirihnya dalam hati.


*******************


Ayah Bora baru saja pulang, dia berlalu tanpa menyapa Bibi Nami yang sedari tadi menunggunya diruang tamu. Paman Kang Sae sudah tak berempati ke wanita yang sudah memberikan anak padanya itu.


"Kau dari mana saja?" tanya Bibi Nami.


Paman Kang Sae sama sekali tak bergeming. Bibi Nami mengikuti suaminya ke kamar.


"Haruskah kau berpihak pada mereka?" tanyanya lagi.

__ADS_1


Suaminya masih saja mengacuhkannya.Namun Bibi Nami mencoba menahan amarahnya lagi.


"Sayang, aku bicara padamu. Aku tidak mau kita seperti ini terus."


"Nami berhentilah bersandiwara, karna dua jam kemudian kau pasti berubah wujud lagi." Imbuh Paman Kang Sae yang sudah bosan akan lakon istrinya setiap hari.


Lagi-lagi Bibi Nami berusaha menahan amarahnya, dia tidak ingin suaminya mengancam kata peeceraian lagi, dia sangat mencintai Ayah dari anaknya itu.


"Aku sudah berusaha lunak, jangan pancing aku lagi."


"Tidak bisakah kau menjadi istri yang penurut tanpa mengandalkan hartamu?" tanya Paman Kang.


Bibi Nami menghela nafas.


"Aku tidak ingin berdebat, tapi harus kamu tahu, pendirianku tetap sama, Bora akan tetap bersama Dae Jung, besok aku akan menemui Dae Jung."


"Terserah kamu, tapi tanggung sendiri resikonya." Timpal Paman Kang berlalu ke kamar mandi.


Bibi Nami keluar dari kamarnya membawa kekesalan yang tak terlampiaskan, dia juga jenuh bila harus berseteru dengan suaminya, namun dia juga tidak bisa mempupuskan harapan Bora, anaknya akan kembali menderita, psikisnya akan terganggu lagi bila tak memiliki Dae Jung.


Bibi Nami menelpon sekertarisnya.


"Sekertaris Sin, siapkan jadwal pertemuan dengan pihak Korain besok, berikan undangan untuk Kim Dae Jung makan siang bersamaku."


Besok, dia harus memecahkan kerasnya hati Dae Jung, terlalu lama bila menunggu permainan dari sekutunya itu.


"Aku akan coba permainanku sendiri."


Dia kembali menelpon orang suruhannya, dia akan meneror sekertaris Dae Jung yang sudah melukai anaknya. Yuna harus membayar tuntas semua dengan merasa ketakutan.


"Malam ini akan kuberi kamu kejutan sekertaris brandal."

__ADS_1


Bibi Nami sudah mengirim orang untuk menunggu Yuna di apartementnya, sudah beberapa hari ini, dia melacak semua aktivitas pacar Ji Yeong itu, rencananya malam ini pasti akan berhasil karna Yuna tinggal sendiri dan selalu saja pulang larut malam dari rumah Dae Jung.


__ADS_2