BIDIKAN CINTA UNTUK KIM DAE JUNG

BIDIKAN CINTA UNTUK KIM DAE JUNG
PENUTURAN JUN HYUN


__ADS_3

Pagi itu Dae Jung ingin berangkat lebih awal ke kantor, dia selesai memakai setelan jasnya yang di siapkan Anna, sejak bangun subuh, dia belum melihat Anna, karna istrinya sibuk menyiapkan sarapan bersama para pelayannya.


Anna yang menanti Ji Yeong dan Dae Jung di meja makan, berharap Ji Yeong lebih dulu datang menghampiri, sebab ada yang ingin ia tanyakan pada sahabat suaminya itu.


"Selamat pagi, Nona Anna." Ji Yeong mengagetkannya dari arah belakang.


Ah ..pria mata sipit itu memang kadang usil bila di luar tugasnya sebagai sekertaris. Dia meraih sepotong roti bakar coklat buatan Anna, lalu duduk di kusi paljng ujung, tempat yang memang di khususkan untuknya.


"Sore ini, Presdir Senior akan pulang." Ucap Ji Yeong padanya.


"Akhirnya, aku rindu sekali dengan beliau." Ada yang ingin ia tanyakan, "Oppa Ji Yeonga, Kamu yang mencarikan aku guru private?" Tanyanya.


"Iya, kenapa? kamu tidak suka? bisa di carikan yang lain."


"Tidak, aku suka, saking sukanya dia pandai menjelaskan sampai aku memahaminya." Anna begitu gugup, sulit berbicara tentang rahasia pada orang-orang cerdas seperti Dae Jung dan Ji Yeong.


"Oh, syukurlah. Katanya, dia pandai dalam sejarah, kamu suka sejarah, kan?" Tanya Ji Yeong.


"Iya, a-aku suka, tapi ..dimana kamu mendapatkannya? maksud aku, lembaga atau dari seseorang?" Tanya Anna menyelidik.


"Dari Lembaga Private High yang ada di Korea, itu rekomendasi salahsatu orang di kantor Korain."


Anna rasa cukup untuk jawaban itu, takut bila memberikan pertanyaan lebih, Ji Yeong malah kembali menyelidikinya. Anna menanamkan nama "Lembaga Private High" itu di kepalanya.


"Kalian sudah ada disini." Seru Dae Jung yang juga sudah ikut nimbrung.


"Oh ya, kemarin kami mendapat berita ada karyawan pabrik Daegu yang anaknya bunuh diri." Ujar Ji Yeong.


Anna dan Dae Jung langsung tersedak, dia bersamaan menatap tajam Ji Yeong.


"Berarti, pria yang kemarin menangis itu karyawanku?" Lirih Dae jung.


"Kalian bertemu dengannya?"


"Iya, andaikan aku tahu, aku pasti menenangkannya saat itu juga. Oh ya, berikan dia kenaikan jabatan sebagai staf atau semacamnya, semoga itu bisa sedikit menghiburnya." Titah Dae Jung pada sekertarisnya.


Anna gamang, semua pentunjuk sangat jelas, kematian Chu Ha berkaitan dengan Korain.


"Nanti, aku minta izin mau keluar mencari bahan untuk tulisanku." Ucap Anna pada suaminya.


"Begitu, tidak apa. Yang jelas kamu di kawal mereka-mereka yang disana, Anna, kamu istri seorang pemilik Korain, ada banyak bahaya mengintai, entah orang iri atau orang yang ingin mencari keuntungan." Dae Jung mengingatkan.

__ADS_1


Itu membuat Anna makin yakin, bahwa keselamatan mereka memang sedang di intai, dia baru menyadari persaingan dunia bisnis sangat beresiko bagi pemainnya, pantas saja Dae Jung mempunyai banyak pengawal yang siap menjaganya dan keluarganya.


"Anna,kamu kenapa?" Dae Jung menepuk pundaknya.


"Aku tidak apa-apa, iya, aku pesan empat pengawal sekaligus mengawasiku."


"Baru kali ini, biasanya kamu risih di ikuti kedua pengawal pribadimu."


"Aku ingin lebih menjaga diri untuk kamu." Imbuh Anna.


Kedua pria tampan itu pamit dari Anna, mereka bergegas ke kantor dengan di kawal tujuh pengawal yang mengikuti mobil mereka dari arah belakang. Melihat itu, Anna menepuk kepalanya. Kenapa dia sebodoh ini, mengapa tidak dari dulu bahwa Dae Jung sangat mengkhawatirkan dirinya.


Anna pun bersiap-siap untuk bertemu Jun Hyun di Istana Gyeongbokgung, seperti jadwal yang ia tentukan untuk guru privatenya itu.


Lama Anna menunggu, kali ini Jun Hyun tidak ke rumah mereka, Anna sudah menempatkan posisi menunggunya di depan Istana Kerajaan Korea terbesar itu. Istana Gyeongbokgung itu mulai di padati pengunnjung, dari jauh keempat pengawal Anna tetap memantau Istri tuan presdir mudanya.


"Jun Hyun." Anna melambaikan tangan pada Jun Hyun uang sedari tadi menjalarkan mata mencati keberadaannya.


Pria berwajah manis itu menghampiri Anna, setelannya selalu membawa ransel dengan jaket, sepertinya itu ciri khas pria lokal korea tersebut.


"Apa kabar? Kamu sulit mencariku?" Tanya Anna


"Tidak juga, aku sangat audah menghapal tempat ini, beberapa kali aku mendapatkan turia hang ingin berkunjung kesini."


"Kamu kerja di lembaga apa?"


"Lembaga Private High."


Benar, sama yang di katakan Ji Yeong.


"Jika aku minta guru private lain untuk keluargaku bila ada yang datang ke Korea, apakah kami bisa memilih sendiri guru itu? atau malah dipilihkan oleh lembaga itu sendiri?" Jiwa intelegen Anna mulai beraksi. Misteri kematian Chu Ha harus di pecahkan olehnya.


Jun Hyun tersedia sejenak, dia memikirkan sesuatu lalu menjawab,


"Itu tergantung permintaan orang yang ingin belajar, sesuai kebutuhan mereka, apakah cocok untuk guru yang mereka akan pilihkan atau tidak." Sahut Jun Hyun dengan santai.


"Kamu menjadi guru privatku berarti atas pilihan seseorang?" Celetuk Anna.


"Iya, dari pihak Korain sendiri yang datang di lembagaku, aku hanya di telpon lalu di berikan alamat calon muridku."


Jun Hyun mengamati wajah Anna yang menyimpan kecurigaan padanya, perempuan di depannya begitu kebingungan dengan jawaban-jawabannya.

__ADS_1


"Apa ada sesuatu yang ingin kamu ketahui?"


"Aku ingin tahu saja, betapa beruntungnya aku mendapatkan seorang guru sepertimu." Ujar Anna menangkupkan kedua tangan.


"Begitu, jika kamu mencurigaiku, kamu salah besar." Jun Hyun menambahkan.


"Maksud kamu?"


"Aku tidak akan membahayakan perempuan yang aku sayangi." Jawab Jun Hyun berlalu meninggalkan Anna.


"Hah? Dia bilang apa tadi?" Anna kurang memahami maksud temannya itu.


Dia mengikuti langkah Jun Hyun yang mulai mengitari halaman Istana Gyongbokgung, Di benak Anna menyimpan rencana untuk menyusuri Lembaga yang di sebut Ji Yeong dan Jun Hyun, tentu dia akan menemukan sebagian jawaban dari misteri kematian Chu Ha disana.


#Istana Gyeonbokgung



Anna kembali menyibukkan diri dengan mengambil foto di setiap sudut Istana dinasti joseon,


"Kamu tahu Anna, Istana ini berkali-kali di bakar oleh penjajah Jepang, bahkan terakhir kali pembakaran semua bangunan Istana sebelum ini hangus tak tersisa. Namun dibangun kembali pada tahun 1865, dibtempati setekah renovasi pada tahun 1868 tetapi semua tidak berpenghuni ketika Istri dari Raja Gojong di bunuh oleh seseorang utusan Jepang pada tahun 1895." Jelas Jun Hyun.


"Kenapa mengerikan begitu, kenapa harus ada pembunuhan." Ketus Anna.


Jun Hyun tersenyum lalu berkata,


"Pembunuhan terjadi ada penyebab di baliknya, tidak mungkin tidak."


"Tidak ada yang membenarkan pembunuhan itu solusi Jun Hyun, ahkk ..!" Anna hampir terjatuh tetapi Jin Hyun langsung menangkap tubuhnya, hak sepatu yang ia kenakan tersangkut di lobang hingga patah. Melihat itu Jun Hyun merasa kasihan pada Anna.


"Kamu duduk disini, tunggu aku. Aku akan kembali." Ujar Jun Hyun lalu berlari keluar dari halaman istana.


Pria itu menyusuri berbagai toko, langkahnya terhenti pada toko sepatu. Dia di hampiri pelayan toko tersebut.


"Carikan saya sepatu yang palin mahal disini." Pintanya.


Setelah mendaptakannya, Jun Hyun mengeluarkan credit card yang selama ini belum pernah ia gunakan.


Dia akan membelikan sesuatu yang istimewa pada Anna, meski itu tidak sebanding dengan apa yang Dae Jing berikan pada perempuan berhijab itu.


Jun Hyun kembali ke memasuki halaman Istana, dia menghampiri Anna yang masih menunggunya, Jun Hyun mengjongkokkan badan lalu melepaskan sepatu Anna yang rusak,

__ADS_1


"Jun Hyun, tidak usah seperti ini." Anna merasa risih.


"Tidak apa, anggap aku temanmu yang bersikap jantan." Ujar Jun Hyun memakai Anna sepaty yang baru dibelinya.


__ADS_2