
Karna tak sanggup melihat anaknya meronta setiap saat memanggil nama Dae Jung, Bibi Nami memutuskan untuk ke Soeul menemui pria yang di cintai anaknya. Sesuai janjinya pada Bora, apapun akan ia lakukan demi kesembuhan anaknya.
"Bora sudah banyak berjasa di hidup Dae Jung, pria itu tidak boleh egois melepehkan anakku hanya karna Bora sudah di lecehkan." Gumamnya.
Saat tiba di rumah Dae Jung, mobilnya berpapasan dengan Anna yang juga memasuki pintu pagar. Dari dalam mobilnya, dia memperhatikan perempuan berhijab itu dengan seksama, firasatnya membenarkan bahwa wanita itu adalah istri Dae Jun.
Bibi Nami keluar dari mobilnya, dia berjalan memasuki rumah mewah pemilik Korain itu dengan segala keyakinan penuh, agar Dae Jung bisa kembali menjenguk Bora. Ia mengikuti langkah Anna yang sudah masuk ke dalam rumah, Bibi Nami di sambut pelayan Dae Jung. Anna yang tak menyadari ada wanita yang mengikutinya dari belakang sedikit terhenyak.
"Ada tamu rupanya." Lirih Anna melihat kehadiran Bibi Nami yang berdiri di pintu.
Kepala pelayan Nas begitu terkejut melihat kehadiran Bibi Nami, sebagai pelayan Dae Jung sejak kecil, tentu ia mengenali Bora dan Bibi Nami yang pernah menjalin kedekatan bersama keluarga Korain. Namun Kepala pelayan Nas memasang wajah masam, seakan tak ingin berlaku ramah yang semestinya di berikan pada tamu.
"Itu, siapa?" Bisik Anna pada Bu Nas.
"Saya akan tanya dia, Nona." Sahut Bu Nas menghampiri Bibi Nami.
Bibi Nami tersenyum sinis pada Bu Nas, rupanya di antara meraka memiliki masa lalu yang tidak mengenakkan.
"Sudah lama tidak bertemu, Pelayan Nas." Ucap Bibi Nami.
"Setelah di usir Tuan Hang, Rupanya anda masih berani datang menginjakkan kaki disini." Ketus Bu Nas.
"Itu tidak bisa di hilangkan, karna takdir selalu mengikat kita untuk saling bertemu." Sahut Bibi Nami dengan wajah kesombongannya.
"Saya ingin bertemu dengan Dae Jung." Lanjutnya.
Bu Nas berusaha menahan amarahnya,
"Anda lihat, perempuan itu. Dia istri Tuan Kim Dae Jung. Jadi sebagai orang yang peduli dengan Tuan Kim, saya peringatkan jangan ganggu dia lagi." Tegas Bu Nas.
"Ini tidak urusannya sam dia. Ini antara Dae Jung dan Bora."
"Ya Tuhan, orang kaya seperti anda ternyata sama sekali tidak punya malu." Ketus Bu Nas Kesal.
Dari jauh Anna melihat perdebatan kedua wanita berumur itu, namun semua yang di katakan tak dapat terdengar jelas oleh telinganya.
Hentakkan kaki menuruni anak tangga terdengar, dia Dae Jung yang turun untuk mencari istrinya, langkahnya terhenti saat melihat Bibi Nami sedang bersama Bu Nas, belum lagi ada Anna yang juga sedang berada di ruang tengah mengamati mereka.
__ADS_1
Dae Jung segera mengahampiri istrinya, dia tak ingin bila Anna tahu tentang Bibi Nami dan Bora, ini belum saatnya, dan juga tidak penting untuk rumahtangga mereka, sebab baginya, Bora adalah masa lalu yang sudah sangat tidak penting di daftar hidupnya.
"Anna, kamu keringat, ayo kamu naik mandi dulu. Aku akan mengajakmu ke suatu tempat lagi hari ini." Ujar Dae Jung.
"Dia siapa?" Tanya Anna yang menyimpan kecurigaan.
"Itu Bibi yang dulu sering berkunjung di rumah ini. Tapi dia bukan orang penting. Kamu ke kamar dulu bersihkan badan."
Anna menurut dengan titah suaminya, dia ke atas kamar namun sesekali menoleh ke belakang melihat Bibi Nami.
Dae Jung menghampiri Bibi Nami,
"Bu, Nas. Tolong ke atas temani Anna." Pintanya.
Dengan memberikan tajam terakhir,Bu Nas meninggalkan Bibi Nami dengan perasaan kesal.
"Mau apa Bibi Nami kemari?"
"Dae Jung, Bora selalu mencarimu, tolong , ke Daegu menjenguk dia." Pinta Bibi Nami.
"Saya tidak bisa, Bi."
"Saya akan menjenguk dia, tapi tidak setiap saat. Itu pun jika saya punya waktu senggang. Tolong, Bibi jangan pernah kemari lagi. Saya ingin menjaga perasaan istri saya."
Bibi Nami bertekuk lutut di hadapannya, menangkup kedua tangan memohon, buat Dae Jung terperanjat.
"Saya memohon padamu Dae Jung, saya telah mempertaruhkan harga diriku, demi kesembuhan Bora. Tolong bantu saya, hanya kamu yang bisa menyembuhkan dia. Saya mohon .." Ucap Bibi Nami terisak tangis.
Dae Jung terperangkap dalam kegamangan, tak tahu harus cara apa lagi menolak permintaan ibu mantan kekasihnya itu. Karna tak mendapat jawaban, Bibi Nami makin memohon dengan bersujud di kaki Dae Jung.
"Jangan begitu, Bibi Nami bangun." Tegasnya.
"Bukankah, Bora yang banyak membantu kami melewati masa sulit dulu. Aku mohin sekarang giliranmu untuk membantu dia."
Dae Jung tergugu, memang benar, Bora banyak berjasa dalam menata hidup Dae Jung semenjak di tinggal ibunya, sejak SMP hingga menuntaskan kuliahnya, Bora yang setiap saat mensupport Dae Jung untuk menggapai impian menjadi pria sukses.
" Baik, Saya akan membantu Bibi menyembuhkan Bora, tapi hanya sebatas itu saja. Tapi tidak untuk mencintainya, karna saya sangat mencintai Anna." Ujar Dae Jung.
__ADS_1
Bibi Nami menyetujui kesepakatan itu, dia kembali ke Daegu membawa berita baik untuk anaknya. Saat Dae Jung membalikkan badan, rupanya sedari tadi Anna memperhatikannya bersama Bu Nas, Dia langsung ke atas menghampiri istrinya.
"Anna, kau melihat itu?" Tanyanya.
Anna hanya mengangguk, perempuan itu tak ingin lebih larut dalam permasalahan suaminya bila Dae Jung belum berniat menceritakan hal tersebut.
"Aku akan mandi dulu." Tukas Anna menuju ke kamarnya.
"Bu, Nas. Apa Anna bertanya pada, Bu Nas?"
"Tidak Tuan, sedari tadi Nona Anna hanya diam saja." Jawab Bu Nas yang apa adanya.
Dae Jung mengikuti Anna masuk ke kamar, suara percikan air terdengar dari kamar mandi, dia menunggu istrinya untuk menjelaskan semuanya, ini harus di jelaskan. Dia tak ingin menjadi lelaki pecundang dengan menginkari janji pada perempuan, cukup dia dulu melihat luka ibunya, betapa tersakiti oleh sikap ayahnya yang mengoleksi perempuan untuk di jadikan istri simpanan.
"Oppa, tunggu aku?" Tanya Anna yang keluar dari kamar.
Melihat istrinya memakai handuk, Dae Jung menghampiri lalu mencium pundak Anna dari belakang.
"Aku ingin mmeberitahu sesuatu sama kamu." Kata Dae Jung sembari memeluk Anna.
Dae Jung menceritakan semua masa lalunya bersama Bora hingga yang terjadi pada Bora saat ini.
Mendengar cerita memilukan mantan kekasih suaminya, Anna merasa iba.
"Oppa, harus bantu Bora. Bagaiman pun dia orang yang pernah berjasa di hidup kamu."
"Iya, kamu benar. Tapi kamu harus menemaniku setiap kali aku Ke Daegu."
Anna terkekeh, dia menganggap ucapan Dae Jung guyonan yang tak masuk akal.
"Bagaimana bisa? justru itu akan membuatnya tambak sakit. Aku tidak apa-apa kalau kamu pergi mengejenguk dia."
"Jadi, kamu rela suamimu bersama mantannya? Anna, ada suami yang berbohong demi menutupi kebohongannya, aku sudah yang jujur malau kau biarkan, apa kau tidak takut kehilangan aku?"
"Jadi aku harus bagaimana?" Tanya Anna melotot.
Dae Jung memegang kedua pipi istrinya,
__ADS_1
"Aku punya rencana, setiap aku menjenguk Bora kamu akan selalu ikut mendampingi, dan itu cara agar aku tetap terjaga. " Ujarnya meyakinkan.