BIDIKAN CINTA UNTUK KIM DAE JUNG

BIDIKAN CINTA UNTUK KIM DAE JUNG
BULAN MADU


__ADS_3

Dae Jung sudah siap dengan style casualnya, begitupun juga Anna, kedua koper mereka sudah di tenteng pelayan untuk di bawa ke bawah, Anna menjinjit tas selempang hadiah Dae Jung, di dalamnya ia menyimpan tespek kehamilannya, bila sudah tiba di tujuan, dia akan memberitahu Tuan mudanya.


Di bawa sudah ada Yuna dan Ji Yeong yang tampil menawan dengan style casual mereka, yang biasanya di baluti kemeja dan jas, sekarang malah di hiasi baju pantai yang cerah. Mereka menuju ke bandara Inchaeon, private jet Korain sudah menunggu, mereka akan take off.


Kempat anak manusia itu memilih untuk tidur di saat perjalanan, Dae Jung dan Anna merasa lelah dengan kondisi tubuh yang membatin sebab kehamilan Anna.


Tujuh jam perjalanan dari Korea Selatan yang baru mereka tempuh di Negara Tujuan Dae Jung berlibur,


Suara pilot sudah menyiarkan akan sebentar lagi akan landing di Maldives.



Anna terbangun, melihat keindahan Pulau Maladewa itu, keindahan surga yang akan ia pijak, di melirik Ke Dae Jung, suaminya itu sengaja tak melihat kebahagiaannya, ini janji yang pernah di ucapkan di Namsan Tower bahwa suatu saat dia akan membawa Anna ke tempat ini.


Dae Jung memilih Pulau Chaaya, mereka di arahkan oleh rekan Dae Jung yang salahsatu pemilik penginapan disana, mereka akan menginap di Cinnamon Dhonveli Maldives, sepanjang perjalanan menuju penginapan tangan Anna selalu di genggam Dae Jung, di belakang ada Ji Yeong yang sesekali pula menggangdeng tangan Yuna secara diam-diam.


Setelah sampai di penginapan terapung, teman Dae Jung sudah menyiapkan tiga kamar khusus buat tamu specialnya itu. Mereka sudah terpisah oleh Ji Yeong dan Yuna yang berada di kamar paling ujung.


Anna tiada henti termangu melihat sebagian bumi ciptaan Allah yang maha Indah, Dae Jung hanya bisa tersenyum melihat kebahagiaan istrinya. Dia membiarkan pelayan membawa kopernya ke dalam kamar, dia menarik tangan Anna untuk mengelilingi keindahan Pulau Chaaya, berada di atas jalan setapak yang mengapung, Dae Jung ingin mengutarakan hatinya lebih pada Anna.



"Kamu bahagia?" Tanyanya pada Anna.


"Iya, aku tidak pernah melihat alam seperti ini, biasanya aku hanya melihat kali saja."


"Apa itu kali?" Tanya Dae Jung.


"Sungai kecil, Oppa .."


"Nikmati semua ini," imbuhnya kembali.


Anna mengangguk, mata indahnya kembali menikmati lautan biru yang jernih itu. Dae Jung membuka kacamata hitamnya, semilir angin laut mengibas di wajah kedua sejoli itu.


"Anna, liat aku?" Pintanya.


"Hem?" Anna memalingkan wajah ke arah suaminya.


"Seberapa besar kau mencintaiku sekarang?" tanyanya.


Anna sudah berada di kedua bola matanya, tatapan penuh cinta terpancar di mata sipitnya.


"Sebesar kamu mencintaiku." Sahut Anna polos.

__ADS_1


"Bisakah kamu jangan plagiat, buat sendiri besarnya seperti apa?" Ketus Dae Jung.


" Aku tidak tahu sebesar apa?"


"Ya ampun, bodohmu kumat lagi, Anna." Dae Jung meledek.


"Kalau begitu perumpamaan saja." Lanjutnya yang tidak sabar mendengar kata hati istrinya.


"Ha baiklah, perumpamaannya, aku mencintaimu seperti ombak ingin selalu di dekat pantai, seperti laut yang tak ingin berpisah dari samudera, Karang yang menetap di lautan, Langit biru yang mencintai awan, angin yang setia pada alam, lalu Anna pada Kim Dae Jung.." Kalimat sastra Anna pun terucap lembut.


Mata Dae Jung berbinar, pria rupawan itu malu-malu tersenyum, karna baru kali ini Anna melantunkan kalimat indah untuknya. Kecupan mesra ia layankan di pipi kanan Anna,


"Ini untukmu," tukasnya.



"Ck, aku seperti yang bucin padamu,"


"Kau selalu buat kata'kata yang tidak aku mengerti, cetus Dae Jung yang tak tahu arti bucin.


"Kalau kamu? seperti apa?"


Dae Jung yang bukan pria romantis dalam berkata-kata hanya bisa berucap,


Ada yang tiga turis memakai bikini melintas di belakang mereka berdua, Dae Jung sengaja bersiul ke turis tersebut dengan tatapan menggoda, ini untuk memancing Anna agar cemburu. Tetapi Anna tak sedikitpun memasang wajah cemburu,


"Kau tidak cemburu?" tanyanya.


"Aku sudah biasa memakai bikini di depanmu, masa aku harus cemburu pada perempuan yang mengumbar aurat seperti itu, "


"Sini, aku mau memperlihatkan sesuatu, tutup matamu." Lanjut Anna.


Dae Jung menutup mata, Anna mengambil tespek di dalam tasnya, memajangnya tepat di depan wajah Dae Jung yang.


"Buka sekarang .." Pinta Anna.


Dae Jung membuka matanya perlahan,


"Apa ini?" tanyanya bingung.


"Sedotan plastik minuman!" Ketus Anna.


Dae Jung membolak-balikkan tespek itu, dia seperti pernah melihat bentuknya, biasa muncul di iklan tv.

__ADS_1


"Ini, alat tes kehamilan, kan? garis dua itu hamil, kan? ini punya kamu? maksudku kamu hamil?" Dia melempari barisan pertanyaan pada Anna.


"Iya,anak kamu."


Pria itu menganga, menarik nafas yang sempat terhenti.


Dae Jung langsung kegirangan, berteriak mengucap syukur, aura Direkturnya seketika lenyap karna kegembiraannya yang loncat sana-sini, laut biru Maldives menyaksikan kebahagiaan Dae Jung saat ini.


"Aku, aku tidak mimpi, kan?" Dae Jung menepuk-nepuk pipinya sendiri.


"Oh, Anna .. aku akan menjadi Ayah, aku akan menjadi Hot Papa," ujar Dae Jung sumringah.


Anna hanya bisa tertawa, baru kali ini dia melihat Dae Jung seperti remaja SMU yang merayakan kelulusannya, sangat berbahagia, hmm .. anugerah ini memang berkah untuk pernikahanku, batin Anna.


"Kamu sekarang mau minta apa?" tanya Dae Jung yang mulai jadi suami siaga.


"Ketiak kamu?" Sahut Anna.


"Selain itu? makanan apa? aku akan membelikan yang termahal sekalipun,"


"Belum ada yang ingin aku makan, bolehkah kita berkeliling lagi?"


"Baiklah, aku akan membawamu kemanapun, awas pelan pelan jalannya, aku tidak mau Presdir junior sampai kenapa-kenapa,"


Mereka berjalan sepanjang pantai yang berpasir putih, sesekali ombak berbuih datang silih berganti menghampiri, tangan Dae Jung mengenggam erat Anna, tiada henti menatap perut istrinya yang sudah di tumbuhi buah cintanya, dia masih tidak menyangka, ternyata perempuan itu yang di percayakan Tuhan untuk mengandung anaknya, Cinta Baek Hyeon dan Yama memang ajaib.


Tiba-tiba Anna ingat tentang Bora, dia ingin agar Dae Jung merahasiakan kehamilannya.


"Oppa, bolehkah aku meminta agar kehamilanku jagan sampai orang di kantor tahu, apalagi Bora dan ibunya." Pinta Anna yang merasa was-was akan bahaya yang menimpa kandungannya.


"Kenapa kamu memikirkan orang-orang itu? mereka tidak ada hubungannya dengan kita, aku hanya membalas jasa Bora, jangan pikirkan itu."


Anna menghela nafas, entah kekhawatirannya berlebihan ataukah rasa cemburunya pada Bora? dia juga tidak bisa membedakannya, namun bila Anna meminta agar Dae Jung lepas dari penyembuhan mantannya itu? apakah dirinya tidak egois? Batin Anna.


"Ayo, kita makan dulu, kita ajak Yuna Dan Ji Yeong, " usul Dae Jung.


Mereka menuju tempat Yuna dan Ji Yeong yang menikmati pantai Chaaya berdua, dari jauh Anna dan Dae Jung melihat bahasa tubuh kedua sekertarisnya itu berbeda dari biasanya,


"Ada apa dengan mereka?" gumamnya.


"Memang kenapa?" Anna juga menyelidik.


"Mereka itu seperti kucing dan tikus, air dan minyak, kenapa jadi seakrab itu, berpelukan lagi, " imbuh Dae Jung melihat Ji Yeong memeluk Yuna dari belakang sambil menikmati lautan lepas.

__ADS_1


__ADS_2