BIDIKAN CINTA UNTUK KIM DAE JUNG

BIDIKAN CINTA UNTUK KIM DAE JUNG
BORA KE MALDIVES


__ADS_3

Bora kembali memaksa salahsatu pelayan Dae Jung memberitahu keberadaan Presdir Korain, namun pelayan muda itu tetap saja membungkam mulutnya, ia tidak akan memberitahu apapun tentang bulan madu majikannya.


"Aku akan membayarmu lebih," dia mengimingkan uang pada pelayan itu.


"Maaf, Nona. Saya tidak akan memberitahunya."


Bora mulai kesal lagi,


"Hek, tidak ada gunanya bicara sama kamu, mana Bu Nas?" Tanya Bora memaksa.


"Aku disini, kenapa?" Bu Nas nampak di balik tembok.


Dia berjalan ke arah Bora, menyilangkan tangan membentuk eskpresi muram.


"Bu Nas, Dae Jung kemana?"


"Dia sedang ke luar Negeri, ada yang harus dia selesaikan."


"Negara mana?"


"Aku tidak tahu, Bora."


Ya, walaupun Bu Nas tidak menyukai Bora yang ingin merebut Dae Jung dari Anna, tapi dia tetap berempati pada anak dari mantan kekasihnya itu.


"Bohong bila Bu Nas tidak tahu, Bu Nas juga banyak berubah, tidak seramah dulu, apa aku berbuat salah? atau ada hal lain?" Tanya Bora.


"Ini mungkin lancang, tapi kebaikan kamu, lupakan Tuan Kim, kamu juga anak dari orang terkaya di Negara ini, kamu bisa dapatkan seperti Tuan Kim." Bu Nas menasehatinya.


"Aku tidak bisa, Bu Nas. Sekalipun dia sudah ounya kekasih atau istri, aku akan tetap merebut Dae Jungku kembali." Tegas Bora.


"Aku cari tahu sendiri saja," lanjutnya.


Dia kembali memasuki mobilnya, kali ini dia ingin ke kantor Dae Jung mencari informasi Negara yang di kunjungi pujaan hatinya.


Bu Nas langsung mengirim pesan pada Anna tentang pencarian Bora pada Dae Jung.


Ting !


'Bora baru saja datang mencari Tuan Kim, sepertinya dia akan ke Maldives juga, Nona'


Pesan itu langsung menyusup ke ponsel Anna, di bacanya, timbul suatu kegelisahan, ah, apakah Bora akan selalu jadi hantu di pernikahan mereka? batin Anna.

__ADS_1


"Kamu baca pesan dari siapa?" tanya Dae Jung.


Karna tak ingin mengucap nama Bora di suasana makan malam mereka, Anna terpaksa berbohong.


"Dari Rasti," sahutnya.


"Oh, anak itu sebentar lagi SMA, kan?" Dae Jung balik bertanya.


"Iya,"


"Nanti kita sekolahkan dia di sekolah mahal di jakarta," imbuh Dae Jung yang sudah menganggap Raka dan Rasti sebagai adiknya sendiri.


Yuna dan Ji Yoeng sudah datang dengan membawa senyuman, mereka akan makan malam sembari menikmati suasana pantai.


Ji Yeong rasa, ini saatnya untuk mengatakan bahwa dia dan Yuna sudah menjalin hubungan, meaki agak malu, Ji Yeong memantapkan diri berkata,


"Dae Jung, Anna, aku ingin memberitahu kalian sesuatu,"


Dae Jung hanya mengagakat alis saja sebab mulutnya di penuhi makanan.


"Saya dan Yuna sudah pacaran," ujara Ji Yeong mengangkat tangannya bersama Yuna.


Dae Jung dan Anna tersedak olehnya, mereka menatap nanar pada dua sejoli yang baru membamgun komitmen itu,


"Ah, ini moment yang tepat sekali, aku suka kalian seperti ini, " Anna menambahkan.


"Tentu, aku juga punya kabar baik, sebentar lagi ada Presdir junior yang juga akan memanggil kalian Paman Ji Yeong dan Bibi Yuna," ujar Dae Jung.


"Kamu hamil, Anna?" tanya Yuna.


"Ya, sepulang dari sini, aku akan USG nanti."


Ji Yeong sama seperti Anna, merasa kehamilan Anna bisa jadi incaran Bibi Nami dan Bora, bila Bibi Nami tahu, dia akan membuat Anna kehilangan janinnya.


"Mulai sekarang, kita harus lebih waspada, kehamilan Anna akan jadi incaran orang-orang yang akan memghancurkan Korain." Kata Ji Yeong penuh keseriusan.


Dae Jung memahami rambu-rambu sahabatnya itu, dia teringat dengan kode rahasia yang di berikan Jun Hyun padanya sewaktu di ruang kunjungan, mereka akan selalu di intai oleh orang yang bersembunyi di balik kebahagiaannya.


Mendengar itu pula, Anna di rundung lara, dia tak takut bila bahaya itu menyangkut dirinya seorang, namun bila menyeret janinnya, maka dia harus lebih meredahkan egonya agar berdiam diri saja di rumah, baginya, rumah paling aman untuk dia dan calon bayinya.


"Jangan khawatir begitu sayang .. ada aku yang selalu mendampingimu, ada Ji Yeong, ada pengawal kita banyak, kamu akan tetap terlindungi bersama anak kita," Dae Jung menenangkannya.

__ADS_1


"Iya, ada aku juga, Anna, aku akan setiap hari menyambangimu di rumah, kita bisa spa bersama di rumah," Yuna menambahkan.


Ji Yeong mengeleng mendengar kata Spa lagi dari mulut Yuna, pacarnya itu tidak pernah berubah, selalu saja kecantikan kiblat utamanya dalam hidup.


"Tapi, kita buat kesepakatan, selain Bu Nas dan pelayan di rumah, dan juga kalian, kehamilanku jangan sampai ada orang lain yang tahu, orang kantor pun tidak boleh mengetahuinya." Pinta Anna kesekian kalinya.


"Aku setuju," sahut Ji Yeong.


Dae Jung juga menyetujuinya, dia menghargai keputusan istrinya, meski hatinya ingin menebar kehamilan Anna itu pada orang di sekitarnya, karna ini adalah hal yang paling membahagiakan, dia segera mempunyai keturunan dalam hitungan bulan.


************


Uang tergeletak di atas meja salahsatu karyawan Korain, Bibi Nami bermaksud menyogok pria itu agar membuka mulut di negara mana Dae Jung berada, dia tidak gentar menyambangi rumah bawahan Dae Jung demi mendapatkan keterangan lengkap.


"Apakah ini tetap terjaga kerahasiaannya?" tanya pria itu.


"Tentu saja." Sahut Bibi Nami.


"Baiklah,"


Karyawan Korain itu menuliskan negara, pulau, dan penginapan Dae Jung, dia mengetahui sebab dia yang juga menguruskan keberangkatan bosnya tersebut.


"Kamu bisa di andalkan, ini bagianmu, jika saya butuh kamu lagi, akan ku telpon." Ujar Bibi Nami.


Dia kembali ke mobil, memberikan alamat itu pada Bora,


" Dia pergi berlibur, sayang, susul dia kesana, manfaatkan kesempatan ini untuk menggait cintamu kembali," imbuh Bibi Nami.


"Ibu memang yang terbaik di duni ini." Ujar Bora pada Bibi Nami.


Dia mengantarkan Bora ke bandara, di kawal dua asistent pribadinya, Bora terbang ke Maladewa malam itu juga.


Pagi hari, Bora sudah sampai di Pulau tempat Dae Jung berada, dia juga memesana penginapan di Cinnamon Dhonveli, sesuai keterangan karyawan penghianat itu.


Bibi Nami tiada henti mengawasi anaknya lewat ponsel, di mengarahkan anaknya untuk tidak langsung menemui Dae Jung pagi itu, biarkan dia menyegarkan diri dulu, lalu dia akan mengamati pergerakan Dae Jung dari jauh sebelum menyergapnya untuk melakukan lakon asmara yang Bora sangat rindukan.


Bora yakin, Dae Jung tidak bisa menolak bila ingatan tentang bercinta mereka di Sidney terbayang lagi, tiap hari adegan mesra itu ia lakoni bersama Presdir Korain itu.


"Malam ini, aku akan menyerahkan diriku sepenuhnya padamu," lirih Bora memandangi fotonya bersama Dae Jung sewaktu mereka berpacaran.


__ADS_1


Kisah cinta itu akan di ulang kembali, bagaimana pun caranya, Dae Jung sudah menjadi candu baginya, tak ada pria sesempurna di matanya selain Kim Dae Jung.


__ADS_2