BIDIKAN CINTA UNTUK KIM DAE JUNG

BIDIKAN CINTA UNTUK KIM DAE JUNG
PENCARIAN ISTRI TERCINTA


__ADS_3

Helikopter Korain landas di pelabuhan Incheon, puluhan barisan keamanan sudah ada di kapal bersama So Ji Yeong memakai alat keamanan tempur, Dae jung memakai rompi tempur anti peluru untuk berjaga-jaga kemungkinan buruk yang akan terjadi, di selipkannya sebuah pistol yang ia harap tak akan di gunakan malam itu.


Harapannya satu ialah menyelamatkan Anna tanpa ada tragedi pertumpahan darah, karna bagaimana pun Jun Hyun pernah menjadi saudaranya.Ini bukan salah mereka, hanya ketidakadilan yang dirasakan oleh Jun Hyun membuatnya bertindak demikian.


"Tuan Kim, Kita berangkat sekarang."Ujar Kapten Lee.


Dae Jung masuk ke kapal pesiar miliknya. Langkahnya sudah diikuti Ji Yeong yang sedari tadi menunggunya. Sangat sulit bagi mereka untuk menemukan kapal yang di pakai oleh para mafia tersebut, selain gelapnya malam, berbagai macam kapal yang juga berlayar di lautan Seoul.


"Ada yang melapor dari TKP, mereka menemukan tas Anna yang mungkin terjatuh saat mereka melakukan penculikan." Ujar Ji Yeong padanya.


Dae Jung menghela nafas, sesak di dadanya semakin berpacu dengan debaran rasa khawatir.


"Ini dendam masa lalu Ji Yeong, dia hadir karna ingin membalas semua perbuatan Ayahku."


"Apa? Siapa dia?" Tanya Ji Yeong .


"Jun Hyun ternyata anak dari istri ketiga Ayahku."


"Apa? Anak laki-laki yang melemparimu botol plastik di pemakaman Ayahnya itu yang menculik Anna?" Ji Yeong terkejut.


Ji Yeong flashback kelima belas tahun yang lalu, dia ikut bersama Bibi Rifasya dan Dae Jung ke acara melayat terakhir mendiang Ayah Jun Hyun, menyaksikan kamarahan bocak laki-laki yang seusia mereka, kemarahan pada keluarga Korain, mengumpat sehingga lemparan botol air mineral ia berikan pada Dae Jung dan keluarganya lalu berkata,


'Aku akan membalaskan kematian Ayahku.'


"Apa yang dia inginkan? perusahaan? " Tanya Ji Yeong sekaligus menerka.

__ADS_1


"Bisa dibilang begitu, tapi itu hanya alibi saja."


"Lalu? apa yang dia ingjnkan?"


"Yang dia inginkan hanya satu. Itu adalah Anna, dia ingin mengambil hak hidup Anna dariku, seperti Ayahku merampas Ibunya dari Ayahnya. Perusahaan hanya jadi medianya saja."


"Berarti dia akan membawa Anna pergi." Imbuh Ji Yeong.


"Tapi aku tidak akan membiarkannya membawa Istriku begitu saja. Kita akan mencari Anna hingga di ujung bumi sekalipun" Kecam Dae Jung mengepalkan tangan.


Baru kali ini Ji Yeong melihat kemarahan Dae Jung sebegitu gerammnya, Kemarahan seorang suami yang kehilangan istri tercintanya, Anna adalah satu-satunya wanita yang jadi alasan untuk Dae Jung kembali menata hidup sebaik mungkin.


Sudah dua jam kapal pesiar mereka menyusuri lautan Seoul, helikopter Korain juga tak henti mengudara mencari titik persembunyian kapal mafia itu. Dae Jung duduk di tepi kursi, di ponselnya dia menatap foto Anna penuh kerinduan, kekhawatiran.


"Aku tahu, kamu wanita hebat. Kamu akan melindungi diri kamu untuk aku." Lirihnya pada foto mereka saat bersama di Namsan Tower.


Di balik pintu itu ada Jun Hyun yang membawa makanan untuknya, dia perlahan melangkah ke Anna,


"Kamu makan dulu, Aku tidak ingin melihat perempuan yang aku cintai kelaparan." Ujarnya meletakkan makanan di samping Anna.


Anna tak bergeming sama sekali, Jun Hyun melihat mata Anna memerah sepertinya wanita itu baru saja habis menangis. Jun Hyun melangkan tangan mengusap kepala Anna yang masih terbalut hijab.


"Kamu jangan sedih, aku siap membahagiakan kamu Anna, berikan aku kesempatan .." Tuturnya lembut.


"Kamu salah mencintai orang, Jun Hyun aku sudah memiliki suami, tolong lepaskan aku. Kamu berhak mendapat yang lebih dariku, kamu bisa dapatkan itu." Anna memohon.

__ADS_1


Tak ingin mendegar penolakan, Jun Hyun mencium kening Anna, mendapat perlakuan demikian Anna melayangkan tamparan di pipi kiri Jun Hyun.


"Kamu jangan menghabiskan kesabaranku Jun hyun, aku tidak ingin kita menjadi musuh besar." Anna memperingatkan dengan tatapan kemarahan.


"Kamu mau tetap bersama Dae Jung? Di luar sana musuh Korain bertebaran akibat ulah Ayahnya, aku hanya jadi salahsatu diantara mereka."


"Lalu itu jadi alasanmi untuk membunuh Chu Ha?" Tanya Anna.


"Bukan aku yang membunuhnya, Anna. Aku sudah bilang musuh Korain di luar sana banyak. Salahsatu mereka yang membunuh Chu Ha karna dia ingin mengajak kerja sama, tetapi Chu Ha menolak, untuk menutupi kerahasiaan mereka, dia membunuh Chu Ha. Aku hanya mengambil kesempatan itu untuk dekat dengan kamu." Jelas Jun hyun dengan apa adanya, memang itulah yang sebenaranya. Rahasia pembunuhan Chu Ha ia ungkap agar Anna tidak menuduhnya membunuh orang yang tidak bersalah.


"Siapa mereka?" Tanya Anna.


"Aku tidak ingin berurusan dengan mereka. Aku hanya ingin mengambil yang seharusnya aku miliki."


"Aku juga tidak ingin menyakitimu. Aku keluar dulu, makanlah .. Pikirkan semuanya. Aku siap membahagiakanmu bahkan nyawaku sekalipun jadi korbannya." Lanjut Jun Hyun, dia keluar dengan mengunci ruangan yang di tempati oleh Anna.


Anna tercengang, begitu banyak rintangan yang akan di hadapi oleh Dae Jung, suaminya tidak beesalah dalam hal ini, namun mengapa semua di berikan pada Dae Jung untuk menebus dosa-dosa Ayahnya di masa silam. Ini sangat tidak adil untuk suaminya, Dae Jung pria yang baik, dia tidak rela menyakiti siapapun, dia dan ibunya juga menjadi korban kebringasan Ayahnya yang kerap kali mengabaikan mereka.


Kim Do Hang tak pernah memberikan kasih sayang seutuhnya pada Dae Jung putra semata wayangnya, kesibukannnya mengelola Korain dan bermain perempun melupakan tanggung jawabnya sebagai suami dan juga Ayah.


Rifasya Salim, Ibu Dae Jung selalu pasrah akan tingkah suaminya yang sering mengunjungi wanita-wanita simpanan suaminya, hanya satu alasan dia bertahan dalam rumahtangganya, yaitu demi Dae Jung, hak seorang anak ia perjuangkan agar Dae Jung tumbuh menjadi anak yang sukses sebab memiliki Korain bersamanya.


Bahkan, Ia terkadang Bibi Rifasya mengunjungi Ibu Jun Hyun yang menjadi istri ketiga suaminya itu, dia selalu memberikan semangat dan dukungan sebagai sesama perempuan. Kerendahan hati Ibu Dae Jung membuat Ibu Jun Hyun selalu merasa bersalah akan posisinya, dia sama sekali mencintai Kim Do Hang, dia hanya di paksa menikah untuk melunasi semua utang mereka, juga cara agar Ayah Jun Hyun bebas dari hukuman mati kala itu.


Tiap malam, Dae Jung kecil melihat tangisan ibunya yang bahkan seringkali di pukuli oleh Ayahnya, semua adegan itu berlangsung setiap hari hingga Dae Jung remaja. Trauma itulah yang membawa Dae Jung menjadi Anak yang tertutup, membatasi orang lain masuk ke dalam cerita hidupnya, bahkan bermain perempuan menjadi garis merah dalam hidupnya, pantang menyakiti perempuan itu janji yang di ucapkan pada ibunya, semua karna kepedihan Bibi Rifasya yang berlarut-larut hingga ajal menjemputnya, luka itu masih di bawa oleh ibu malangnya itu.

__ADS_1


"Aku bertekad akan selalu bersamamu, apapun yang terjadi, kita akan melewatinya bersama. Aku akan tetap mencintaimu, Dae Jung." Lirih Anna terisak tangis mengenang kepahitan hidup suaminya.


__ADS_2