BIDIKAN CINTA UNTUK KIM DAE JUNG

BIDIKAN CINTA UNTUK KIM DAE JUNG
LOMBA MASAK UNTUK BUMIL


__ADS_3

Pagi menjelang siang, hari ini Anna sudah merasakan ngidam, ada sesuatu yang ingin ia makan, dia beranjak dari tempat tidur, di bukanya jendela kamar, surga dunia terpampang di depan mata, kamar ia tempati bilik penginapan terapungn, di bawahnya ada air laut yang jernih dengan terumbu karang buatan. Ada ikan kecil yang bertebaran, malu-malu menampkakkan diri pada Anna.



Anna sudah tidak tahan lagi, ada yang ingin dia makan tapi tak tahu harus bagaimana, dia membangunkan Dae Jung, suaminya sangat lelah karna mereka sudah memainkan lakon cinta suami istri lagi setelah sholat subuh.


"Oppa, bangun," pintanya menarik hidung lancip Dae Jung.


Tapi suaminya itu masih berat membuka matanya,


"Oppa, perutku sakit," Anna pura-pura kesakitan.


Itu sangat mujarab membangunkan Dae Jung dari tidurnya, pria itu bangun tergesa-gesa memeriksa kondisi perut istrinya, rupanya hal itu bisa jadi alarm darurat di kala Dae Jung tak ingin bangun tidurnya.


"Kita ke dokter sekarang, " usul Dae Jung.


"Tidak usah, aku hanya ingin makan, dari tadi aku lapar,"


"Prsedir juniorlu lapar..." ujar Dae Jung mengusap perut Anna.


"Aku sudah tidak tahan lagi,"


"Kita pesan makanan, apa yang kamu ingin makan?"


Anna memikirkannya, " Aku ingin makanan yang di masak oleh Ji Yeong dan Yuna,"


"Ha? itu aneh, aku saja yang masakan kamu," pinta Dae Jung.


"Aku ingin masakan mereka," Anna memohon.


Dae Jung lagi-lagi mengalah,

__ADS_1


"Baiklah, aku akan menelpon mereka, kita akan ke dapur resto,"


Dae Jung menelpon Yuna dan Ji Yeong, setelah itu dia dan Anna mandi lalu ke resto tempat mereka akan memasak untuk Anna, Dae Jung kali ini di beri khusus dapur pribadi oleh temannya yamg juga pemilik resto itu.


Bora juga sudah siap meninjau Dae Jung dari jauh, bantuan dari kedua asistentnya, dia mendapatkan nomor kamar Dae Jung dan segala aktifitas Dae Jung selama di Maldives kemarin, tak lupa ada nama Anna yang ikut terselip di informasinya, buat Bora penasaran dengan hubungan Dae Jung dan psikolog itu.


Bora memakai kacamata hitam di lengkapi syal menutup wajahnya, di ikuti langkah Dae Jung dan Anna yang sangat mesra saat itu, Bora menahan emosimya agar tidak meledak, ucapan Ibumya tiada henti terngiang, apabila dia selalu gegabah, memberontak, dan histeris, Dae Jung akan selamanya menghilang dari hidupnya, tak ada kesempatan yang lebih baik di masa ini.


"Anna, kamu mau makan apa? biar sepasang sekertarisku ini membuatkanmu, " tanya Dae Jung.


#Resto



Yuna dan Ji Yeong sudah memasang celmek di tubuhnya, jauh di dalam tubuh Yuna ada getaran gerogi, dia belum pernah masak sebelumnya, sebagai wanita karir yang menganut gaya modern, tak ada waktu di dapur di kesehariannya, dan itu kekurangan yang akan terlihat oleh Ji Yeong secara langsung.


'Oh, Anna, kenapa harus ngidam seperti ini,' batin Yuna berkeluh.


Ji Yeong memulai membuat makaroni asparagus, pasta karbonara alanya sendiri, memotong semua bahan yang diperlukan dengah telatent, pria yang selalu mandiri itu memang menguasai banyak hal tentang makanan. Sementara di sisi lain, Yuna mulai kikuk, tak harus memasaka apa,


"Kamu kenapa, Yuna?" tanya Dae Jung yang melihat Yuna mematung saja.


"Aku tidak tahu masak , Pak Kim." Sahutnya.


Ji Yeong terperanjat, " Jadi setiap hari saya harus masakan kamu? tidak apalah,"


Dae Jung menyuruh Yuna duduk di samping Anna, dia yang akan menggatikan posisi Yuna, Presdir Korain itu mempunyai keahlian pula di dapur, baginya masakan sendiri lebih aman dan bisa di atur rasanya, namun karna tak punya waktu luang, dia sudah jarang mengolah makanan sendiri.


"Aku akan masak untuk istriku sendiri, masaklah untuk Ratumu itu, dan biasakan karna kau akan jadi koki terbaiknya," Dae Jung meledek Ji Yeong


Kedua wanita cantik itu hanya bisa tersenyum menikmati prianya memasak, pria gagah nan rupawan memiliki hati yang tulus, disertai penuh tanggung jawab, itulah Kim Dae Jung dan So Ji Yeong.

__ADS_1


Dari jauh, Bora masih duduk di sudut ruangan bersama asistentnya, matanya nanar melihat kemesraan dua pasangan itu, dia sudah mendapatkan informasi dari pihak resort bahwa Dae Jung dan Anna sudah berstatus sebagai pasangan suami istri.


Butiran air menetes di kedua pipinya, amarahnya di kalahkan oleh rasa sedih sebab pria yang ia cintai sudah di miliki wanita lain. Tapi tak ada kata terlambat, tak ada kata kalah dalam hidupnya, seperti kata Ibunya, dia yang berhak di posisi itu, Anna hanya gadis biasa yang memenangkan lotre kehidupan sementara, bukan selamanya.


"Aku mau kembali ke kamar, kalian awasi mereka." Ujar Bora meninggalkan kedua asiatentnya di restoran itu.


Di setiap langkah Bora, ada tangisan yang tak henti meluapkan sedihnya bila mengingat Dae Jung. Tujuh tahun mereka memadu kasih, setiap hari melewati waktu bersama, tapi secepat itukah Dae Jung mengenyahkan dirinya hanya karna Anna?


"Aaaaaahhkk !!!!" Teriaknya pada hamparan lautan biru.


Tentu dia sangat shock mengetahui kebenaran itu, Ibunya pun ikut membohonginya, tapi wanita melahirkannya itu tetap mendukung untuk bersama Dae Jung, berarti Ibunya punya sesuatu yang memang bisa di andalkan untuk melancarkan ambisi mereka tersebut.


"Aku benci kamu Anna ! kamu sudah merebut Dae Jungku, aku tidak akan membiarkanmu selamanya bahagia bersama Dae Jungku." Kecamnya berapi-api.


Ibunya menelpon, Bora meraih ponsel di tasnya,


"Sayang, kata Lain (asistent) kamu sudah tau semuanya?" tanya Bibi Nami yang khawatir dengan kondisi Bora.


"Kenapa Ibu tidak memberitahuku?"


"Karna Ibu rasa itu tidak perlu, sayang, ada dia atau tidak ada, kau tetap akan memiliki Dae Jung, singkirkan dia sayang, Ibu akan membantumu."


"Ibu benar." Sahut Bora.


"Disini, Ibu akan juga akan menghancurkan Korain bersama rekan Ibu, ini cara agar Dae Jung bisa bertekuk lutut di bawah kendalimu."


Bibi Nami sudah di beri tahu oleh sekutunya, bahwa besok pagi, mereka akan memberikan kejutan pada Korain, kehancuran Korain Group akan menimpa salahsatu perusahaan terbesar di Asia itu.


Mereka memanfaatkan liburan Dae Jung dan Ji Yeong untuk melengahkan semuanya, ini moment yany tepat, juga menguntunkan bagi anaknya, Bora.


Rencana mereka sudah tersusun apik, akan ada yang berkorban nyawa lagi, dan bisa saja ada banyak korban yang akan berjatuhan, dan ini tentu jadi kejutan untuk Dae Jung, pria sukses tetapi memiliki kemalangan nasib dari kecil.

__ADS_1


"Hem, bersiap-siaplah kalian, tertawalah malam ini, besok kau akan menangis mendengar kabar," gumam Bibi Nami tersenyum jahat.


__ADS_2