BIDIKAN CINTA UNTUK KIM DAE JUNG

BIDIKAN CINTA UNTUK KIM DAE JUNG
KALIMAT MENGEJUTKAN


__ADS_3

Dae Song di bopong oleh kedua bodyguardnya. Ji Yeong mengikuti dari arah belakang. Mereka memasuki rumah, Bu Nas sudah menyediakan air hangat untuk merileks tubuh Dae Song.


Dae Jung yang ada di dapur sedang membantu Anna memasak, dia mendengar suara teriakan Dae Song yang mengigau nama Anna.


"Kamu lanjutkan, ya, sepertinya ada sesuatu yang terjadi di ruang tamu." Ujar Dae Jung pada Anna.


Dae Jung keluar ruang tamu utama.Dae Song sudah di baringkan di atas sofa. Ada Ji Yeong berusaha melepas sepatunya dan jas kakak angkatnya itu.


"Apa dia mabuk?" tanya Dae Jung mengamati gerak gerik Kakaknya.


"Ya, mabuk berat. Tenyata dia pecandu alkohol." Sahut Ji Yeong yang sangat lelah menghadapi Dae Song. Nafasnya terengah-engah.


"Anna ..Anna...aku Baek Hyeon." Kata Dae Song bernada sedih.


Itu di dengar baik oleh semua orang yang ada di ruang tamu, termasuk Dae Jung. Tertegun pastinya, kenapa Dae Song menyebut nama Baek Hyeon dan Anna? di alam bawah sadarnya pula.


"Ini sangat tidak baik untuk kesehatan jantungnya. Ha, andaikan aku yang sebagai Kakak, sudah ku botak kepala Dae Song." Kesal Dae Jung sebab dia tidak suka dengan orang yang mabuk-mabukkan. Dia trauma melihat Ayahnya dulu. Bila sudah mabuk, ibunya seringkali di pukuli.


"Botak saja sekarang, mumpung dia tak sadarkan diri." Usul Ji Yeong yang tergeletak lemas di sofa.


"Dia benar-benar mirip Ayahku, Bu Nas." Lirih Dae Jung pada Bu Nas.


Bu Nas hanya tersenyum, sungguh lucu melihat anak kembar itu.


"Jangan sampai Kakek tahu soal ini, dia pasti akan marah." Pintanya pada kedua bodyguardnya.


"Anna ..Anna..aku mencintaimu." Ucapan itu lolos lagi dari mulut Dae Song.


Ji Yeong yang berada di dekatnya membelalakkan mata. Termasuk Bu Nas, terlebih lagi Dae Jung.


"Apa yang dia bilang tadi?" tanya Dae Jung memastikan.


Karena tak ingin ada masalah besar, Ji Yeong pura-pura tak mendengarnya. " Aku tidak mendengarnya."


"Saya juga, Tuan." Bu Nas menambahkan. Dia benar-benar takut bila Dae Jung marah mendengar Dae Song mencintai Anna.


"Kaliab mendengarnya ?" tanyanya pada pengawalnya.


Kedua pengawal yang membawa Dae Song pun menggeleng, mengikuti arah Ji Yeong yang menatap tajam mereka


Dae Jung mendekat ke Kakaknya. Dia mengguncang tubuh Dae Song, bahasa Koreanya spontan terucap.

__ADS_1


"Hyeongmin, banggeum mwolago haesseoyo?"


(Kakak, apa yang tadi kau bilang?)


"Nae anaelul salanghani?"


(Kau mencintai isteriku?)


"Ileona !!"


(Bangun)


Dae Jung mendesak Dae Song untuk mengulangi kalimat itu. Tapi kakaknya sudah tak sadarkan diri, tertidur pulas.


"Haa, percuma saja. Apa aku salah mendengar tadi?" gumam Dae Jung.


"Bawa dia naik ke atas, lepas pakaiannya. Selimuti dia baik-baik." Titah Dae Jung pada bodyguardnya.


Ji Yeong dan Bu Nas bernafas lega. Untung saja Dae Song sudah tak sadarkan diri lagi, bila sekali dia mengatakan kalimat cinta pada Anna, Dae Jung pasti memukuli Kakaknya, pria itu sangat sensitif bila itu menyangkut Anna.


Dae Jung kembali ke dapur, di sana masih ada Anna yang bersama koki Choi. Bu Nas menghampiri Ji Yeong.


"Sangat dengar, Bu Nas. Sepanjang perjalanan pulang, hanya itu yang di ucapkann,' Anna aku Baek Hyeon' astaga, semoga itu bukan faktanya, masa ada cinta segitiga di antara Kakak beradik." Terang Ji Yeong yang geli.


"Semoga saja, aku tidak bisa membayangkan." Bu Nas menambahkan.


Masakan Anna dan Dae Jung sudah selesai, mereka akan makan berdua saja kali ini di atas kamar.


"Ada apa di luar?" tanya Anna.


"Kak Dae Song mabuk."


"Hah? dia mabuk? hmm untung saja suamiku bukan pemabuk." Ujar Anna menggoda suaminya.


"Dari dulu aku tidak suka pemabuk. Kamu beruntung mendapatkan aku. Ayo kita naik."


Dae Jung dan Anna naik ke kamar di susul kedua pelayan yang membawa makanan mereka. Saat melewati kamar kakaknya, Dae Jung berhenti, dia masuk ke kamar Dae Song memastikan kakaknya baik-baik saja, Dae Jung memperbaiki posisi bantal Dae Song.


"Andaikan ibu masih hidup, dia akan menemanimu tidur. Kau juga tidak akan mabuk-mabukan." Ujar Dae Jung.


Di pintu yang terbuka, ada Anna melihat kebaikan suaminya itu. Ya Allah, terima kasih telah memberika suami seperti Kim Dae Jung. Ucap rasa syukur Anna.

__ADS_1


Dae Jung keluar dari kamar itu, melanjutkan lagi menuju kamarnya, di balkon kamar, mereka bedua akan menghabiskan malam ini penuh dengan cerita.


"Masakan Koki Choi semua enak. Koki Choi harus ikut kita ke Indonesia." Kata Dae Jung.


"Iya, kita carikan disini Koki baru saja." Anna menambahkan.


Dae Jung mulai menyuapi Anna lagi sapi lada hitam, juga menyuapi dirinya sendiri.


"Oh, ya, tadi aku masih penasaran dengan siluet yang kamu lihat, apa itu?


Anna akan jujur kali ini, merasa bersalah bila harus membohingi suaminya,


"Aku melihat siluet Baek Hyoen dan Yama sedang berpelukan. Mereka sepertinya akan berpisah, aku melihat nenek Yama menangis melepas Baek Hyoen menuju peperangan." Kata Anna yang menceritakan saat bersama Dae Song di taman atas.


"Kamu melihat itu?" Dae Jung terkejut.


"Iya, aku mau tahu, apa kamu pernah mengalami Deja vu tentang mereka?" tanya Anna menyelidik.


Dae Jung menyipitkan mata, tak ada bayangan itu pernah dilihat olehnya.


"Aku tidak pernah, bahkan di mimpi tidak pernah." Jawab Dae Jung yang kembali menyuapi Anna makanan.


Dae Jung tidak pernah merasa Deja Vu, tapi Anna sudah dua kali, Mengapa Deja Vu itu muncul saat di depan Dae Song? ada apa ini? jika memang Allah menyisipkan Kisah Yama dan Baek Hyoen di hidupku? siapa Baek Hyeon di kisahku? sedang amanah itu di arahkan pada keturunan Kakek Hang? sedang cucu Kakek Hang ternyata ada dua. Oh .. inikah lagi cerita misteri. Anna makin bingung.


"Kenapa kamu diam?" Dae Jung membuyarkan lamunan Anna.


"Hem? aku hanya membayangkan aksi nanti." Anan melerai lagi.


"Aksi apa? "


Anna berbisik mengucapkan, " Aksi saat kau mengerayangiku di atad kasur."


Dae Jung tertawa geli, jika hal pembahasan mesum pada suami, Anna memang jagonya.


"Apa itu yang selalu kau pikirkan?" tanya Dae Jung.


"Selalu ...."


Anna menghibur diri agar tidak terlalu memikirkan kisah rumit Yama dan Baek Hyeon. Meski ia tahu, ada rahasia takdir yang tersembunyi di balik fakta terungkapnya Dae Song yang selama ini tak di ketahui. Tak mungkin tidak, ada sesuatu yang bakal takdir akan singkapkan pada mereka, jika itu ada, semoga hal itu membawa kebaikan, dia sudah bahagia dengan keadaan yang sekarang.


"Cukup aku bersama suamiku, ya Allah.." lirih Anna dalam hati memandangi Dae Jung.

__ADS_1


__ADS_2