BIDIKAN CINTA UNTUK KIM DAE JUNG

BIDIKAN CINTA UNTUK KIM DAE JUNG
PATAH HATI ANNA


__ADS_3

Selepas kerja, Anna dan Sulfa janjian untuk bertemu.


Di taman tempat para muda mudi, dia masih sibuk mengetik kata demi kata, tulisannya harus terselesaikan segera sebab pak direktur tindak hanya memberinya waktu tiga hari saja.


Anna sangat mengupayakan merangkai kata agar lugas dan menarik hingga makannya pun tak teratur, tidur pun tak nyaman karna beban itu acap kali menghantui,, bila gagal, dia tak yakin, apa semangat memperjuangkan cita-citanya itu masih ada.


"Ah, letihnya." Keluh Anna seraya melemaskan jemari tangannya yang ngilu.


Dia melirik ke Sulfa yang asyik main ponsel. Tidak jauh dari tempat dia duduk bersama sulfa, pandangannya tertuju pada pasangan yang duduk bersantai mesra, dia mengamati lebih seksama, ternyata benar, itu Faiz.


Anna terperangah, menyerngit dan mulai terbakar api cemburu laki-laki itu sangat itu pacaranya, tak mau tinggal diam,


Dengan sigap Anna menuju ke pasangan yang saling suap-suapan di bawah gasebo itu.


"Jadi ini alasannya kak Faiz tidak pernah lagi menghubungiku." Protesnya menghentakkan meja.


Faiz memutar mata malas, dia mencoba melindungi wanitanya dengan menghalau dari hadapan Anna.


"Kak Faiz, kenapa tega begini? Kamu juga siapa?" Anna makin kesal sebab wanita itu merengek ketakutan pada Faiz.


"Dia pacar aku, calon istriku." Jawab Faiz yang luwes tanpa ada perasaan bersalah pada Anna.


Tentu Anna dibuat terkejut sekaligus geram, Anna menepuk dadanya dua kali melenyapkan rasa terkejutnya.


" Lalu aku apa kak? Selama setahun lebih itu aku bukan calon istrimu?"


Faiz tertawa geli di barengi wanita bersamanya.


"Anna, hidup itu butuh logika dan secara logika kehidupan kamu itu anyep, bosan dan flat. Masa kita pacaran hanya sebatas chat, telponan, bertamu di rumah ngajak jalan saja kamu tidak mau. Mana bisa itu disebut pacaran." Kata Faiz dengan nada ejekan.


"Tapi, kamu kan tahu prinsip aku, kita tidak boleh melewati batas, itu kan juga kamu yang bilang."


"Aku laki-laki normal. Mana bisa hanya begitu saja." Jawab Faiz.


Anna belum jera membela.


"Kenapa kamu kenalin aku ke Ibu kamu? Karna kamu memang ingin serius kan?"


"Ha, Anna, Anna. Semua pria seperti itu , salahsatu cara membahagiakan pasangan. Oh ya, lagipula Ibuku tidak suka dengan kamu, katanya tidak masuk tipe menantu ideal."


Perempuan yang disamping Faiz menertawai Anna.

__ADS_1


"Jahat kamu!" Kecam Anna.


"Ini bukan kejahatan, An. Melainkan proses pria memilah memilih, kamu yang saja kebaperan sama aku."


Anna kembali memukul dadanya, dia menggigit bibir bawahnya, semua kata-kata Faiz seperti api yang membakar kesabarannya.


Sulfa yang mendengar itu mengusap belakang Anna,usaha menenangkan sahabatnya.


"Jadi begini tipe cewek kamu?" Tanya Anna memperhatikan penampilan selingkuhan Faiz dari ujung kaki hingga kepala. Sangat berbeda jauh dengan dengannya, perempuan itu memakai rok mini dengan kaos putih, rambut coklat di biarkan terurai.


"Sudahlah, aku mau pulang." Faiz menarik tangan wanita itu.


Anna yang tak terima perlakuan Faiz, dia mengambil cup salad buah yang ada di tangan Sulfa lalu melemparkannya di kepala Faiz.


Drakkk!!!!!!


"Itu rasakan! Pria b*ngsat" Hardik Anna yang hilang kendali.


Kepala Faiz bak sampah sisa makanan, pria bertubuh kurus pun kembali mengecam mantan pacarnya itu.


"Dasar cewek g*la! Sakit hati kamu, ya?!" Umpat Faiz.


Anna menaikkan lengan bajunya, emosinya benar-benar tertantang oleh dua sejoli pengkhianat itu.


"Mimpi kamu! berkhayal sana sampai pangeran dalam novel keluar menjemput kamu." Balas Faiz.


Sorakan orang-orang yang menyaksikan mereka pada saat itu, buat Faiz malu sehingga mereka memutuskan pergi dari sana.


"Anna, sudah tahan emosi kamua, biarkan laki-laki br*ngsek itu pergi." Sulfa pun ikut kesal.


"Aku tidak menyangka Sulfa, ternyata sifat asli Faiz seperti itu, setahun lebih kami jalani ini."


Anna kecewa, mengapa Faiz yang dia pikir begitu tulus padanya tega berkhianat, belum lagi penghinaan Faiz kepada dirinya, mengatakan Anna wanita yang membosankan.


Anna meraih tangan Sulfa lalu meletakkan di dadanya." Hatiku sakit banget Sulfa, jadi selama ini Faiz akting padaku, keterlaluan!"


"Iya, aku mengerti. Tapi ini lebih baik, An. Dari pada kamu terus di bohongi."


Anna pun mengingat peringantan Raka tentang hubungannya dengan Faiz, ternyata ini yang melandasi adiknya itu sangat menentang hubungan mereka.


Anna mengatur nafasnya, memukul perlahan kepalanya agar dia mampu menghilangkan bayangan Faiz.

__ADS_1


"Suadahlah, An. Kita fokus saja pada impian kita,dia itu sama saja dengan Syarif, semua mereka hanya pura-pura saja cinta. Padahal mereka hanya ingin main-main." Tutur Sulfa mengingat mantannya pula.


Anna menghela nafas..


Mereka berdua kembali duduk di bangku taman, meratapi nasib mereka yang sebagai perempuan yang patah hati, cinta yang mereka anggap itu tulus hanya sebuah taktik untuk menyenangkan hati sesaat.


Mata Anna sembab, menatap kosong, begitu tidak berartinya kah dia di mata Faiz, sehingga pria yang sudah mengenal keluarganya itu menjatuhkan harga dirinya sebagai perempuan.


"Sulfa, cinta sejati apa benar itu ada, ya?" Tanyanya yang mulai ragu.


"Entahlah, Na. Melihat ini kejadian ini saja, aku mulai tak percaya lagi pada laki-laki."


"Bisa saja itu hanya semu dalam dongeng,l yang sengaja di buat untuk kita berkhayal." Lirihnya lagi.


Sulfa yang mendengar itu terdiam, dia membalikkan diri ke Anna.


"Bukankah kamu yang paling yakin, kalau cinta sejati itu ada, itu salahsatu fakta yang jarang ditemukan oleh orang-orang yang tak berhati murni. Kamu sendiri yang selalu bilang kan." Sulfa mengingatkan.


Anna mengeleng, tak tahu harus bertitah apa.


***********


memutar waktu ..


1945


Cinta itu ketika dua sejoli mampu menerima segala kekurangan hingga dia mampu menutupi kekurangan itu dengan kelebihan yang dia punya, cinta takkan berpaling jika ketulusan melandasi, hati hanya akanterpaut satu nama, karna cinta sejati itu tulus dari seorang pemilik yang murni, tak kenal pamrih dalam memberikan sukanya.


Seperti Yama yang tak kenal waktu memanjatkan doa untuk Baek Hyeon.


Kemenangan sudah terkabarkan pada rakyat, dia melihat segerombolan manusia yang mengucap takbir atas kemenangan.


Yama masih menanti di gubuknya, dari jauh yama melihat Baek Hyeon di bopong oleh sahabat.


"Yama, aku kembali menepati janji." Lirih Baek Hyeon menahan nyeri luka di punggungnya.


Yama yang tak kuasa menahan air mata hanya terisak tangis. Tetapi kembalinya Baek Hyeon menyisahkan duka pula, sebab di dalam peperangan itu telah menggugurkan Ayahnya sebagai prajurit setia.


Yama merawat kekasihnya dengan segala ketulusan, cinta yang ia yakini telah kembali bersama cinta dan janji Baek Hyeon kepadanya.


Mereka dinikahkan seminggu kemudian.

__ADS_1


Tetapi cinta di dalam sejarah itu belum berakhir, pilihan pengorbanan tetap menanti di hadapan mereka.


__ADS_2