BIDIKAN CINTA UNTUK KIM DAE JUNG

BIDIKAN CINTA UNTUK KIM DAE JUNG
KAMU YANG AKU CARI


__ADS_3

Yuna sudah cantik dengan mini dress yang casual, baru kali ini dia akan melakukan kencan pertama di taman, biasanya semua di lakukan di resto mahal, ataupun di kawasan Gangnam yang lainnya. Dia sudah merasa banyak melakukan perubahan, semua kebahagiaan tidak di ukur dengan kemewahan melainkan ketulusan.


Dia duduk menunggu di kursi taman kawasan Seoul Forest, sembari memegang ponsel, dia tiada henti bergumam menyamatkan doa agar si Mister S sesuai dengan harapannya.


"Yuna, apapun yang terjadi, bagaimana pun dia, dia tetap kekasih kamu." Tegasnya pada diri sendiri.


Sore itu Ji Yeong memasuki ruangan Dae Jung, mendapat te ada urusan yang ingin ia selesaikan.


"Kau ingin kemana?" Tanya Dae Jung padanya.


"Dae Jung, aku punya kencan hari ini?"


"Ha? hahahaaaahahhha .."


Dae Jung terbahak-bahak, "Sepertinya salju akan turun lagi. Presiden jomlo akan pergi kencan hari ini. Dengan siapa?" Tanya Dae Jung menghampiri Ji yeong.


"Seseorang yang ku kenal lewat aplikasi kencan." Sahut Ji Yeong malu-malu.


"Kau tidak salah, aku bisa mencarikannya padamu. Kenapa mesti lewat aplikasi seperti itu, dapat yang salah bagaimana?"


"Astaga, mecarikan aku jodoh, kau saja juga di jodohkan, malah ingin mencarikan aku. Sudahlah, aku pergi dulu. Kalau ada apa-apa minta tolong saja ke Yuna." Ujar Dae Jung berlalu.


"Eh, Yuna juga izin hari ini." Ketus Dae Jung namun Sekekrtarisnya itu sudah menghilang di balik pintu.


Ji Yeong tak henti menatap layar ponselnya, setelah melihat alamat tujuannya, dia pergi ke tempat tersebut sesuai intruksi dari seseorang yang menuggunya.


Dia melajukan mobilnya ke taman, mencoba mengambil area parkiran di salasatu resto, dia mengelilingi area taman yang sudah di padati orang berjalan sore.


"Mana Miss Y ku itu?" Ji Yeong menjalarkan keseluruh sudut taman itu.


Matanya terarah ke perempuan yang sedang membelakang duduk di kursi taman dengan mini dress berwarna jingga, sesuai dengan permintaan Ji Yeong agar lebih mudah di kenali.


"Itu pasti Miss Y." Lirihnya.


Ji Yeong melangkah perlahan, mengendap-ngendap agar langkah kakinya tak di dengar oleh Miss Y nya.


Saat lebih dekat, dari arah belakang Ji Yeong langsung menutup mata perempuan itu dengan kedua telapak tangannya.


"Aku sudah ada disini." Ujarnya.

__ADS_1


Saat kedua mata Miss Y nya masih tertutup, Ji Yeong memcuri pandang untuk melihat wajah pacar onlinenya.


Oahhhhkkk !!!!!


Saking terkejutnya, Ji Yeong melepaskan tangannya dengan kasar melihat wajah Miss Y nya.


"Aduh, sakit." Keluh Miss Y nya yang masih memejamkan mata.


"Yuna !" Ucap ji Yeong membelalakkan mata.


Mendengar suara tak asing di telingannya, Miss Y itu membuka mata. Dia melotot ke arah Ji Yeong yang tiba-tiba hadir dengan menutup kedua matanya.


"Sekertaris Ji, apa yang kau lakukan padaku? Sedang apa kau disini?" Yuna langsung tancap gas melengkingkan suara.


"Aku mencari seseorang." Sahut Ji Yeong yang memegang dada, dia masih terkejut dengan kehadiran Yuna di taman itu.


"Aku juga menunggu seseorang, cari tempat lain saja. Sekertaris Ji salah orang." Ketus Yuna. Peremouan yang memasang wajah kesal itu mencoba mendial nomor Mister S nya.


Namun deringan itu terdengar di saku jas milik Ji Yeong, mulut kedua anak manusia itu menganga, menyaksikan fakta yang sebenarnya bahwa mereka adalah pasangan kencan yang sama.


"Mister S? So Ji Yeong?" Yuna menyelidik.


"Y, itu kamu Yuna."


"Sekertaris Ji, apa kau menegerjaiku?" Kecam Yuna.


"Tidak, Ha, Yuna, kau yang menegerjaiku." Sahut Ji Yeong mematikan ponselnya yang berdering trus.


"Ha, aku tixak menayangka, ya Tuhan, mengapa aku buang-buang waktu begin." Yuna mengerutu.


"Aku rasa ini salah paham, Yuna aku malu pada diriku sendiri."


"Kenapa Sekertaris Ji ada di situs itu?" Yuna mulai marah.


"Itu hak saya, lagipula kenapa kamu ada juga di situs itu, memangnya di dunia nyata kamu kehabisan pria?"


Yuna menjawab lemas, "Bukan kehabisan, tapi aku mencari yang tulus. Menerima aku apa adanya."


Deg !

__ADS_1


Itu seperti tamparan pada Ji Yeong, selama ini dia salah menilai Yuna. Ternyata gadis yang ia nilai matrealistis itu menyimpan kegundahan hati tentang cinta juga.


"Kamu yang tidak pernah membuka mata." Lirih Ji Yeong padanya.


"Maksud Sekertaris Ji?"


"Baiklah, karna aku sudah terlanjur disini." Ji Yeong menarik napas dalam-dalam lalu menghembuskannya secara perlahan.


"Yuna, kamu selalu membutakan diri dari orang di sekitarmu, kamu tidak pernah melihat ada cinta yang diam untuk kamu, ada pria yang selalu memperhatikan kamu di balik tembok. Ada rasa tulusnya di setiap ejekannya. Atau aku yang terlalu naif mengakuinya. Bahwa Sejak dua tahun yang lalu aku sudah jatuh cinta padamu, Yuna." Tutur Ji Yeong.


Tertegun, itu pasti yang di rasakan oleh Miss Y, dia tak menyangka Sekertaris Ji yang selama ini dingin padanya menyimpan cinta diam-diam untuknya, selama dua tahun, waktu yang sangat lama.


Pria bermata sipit itu menatap dalam perempuan yang sudah resmi menjadi pacar via onlinenya itu, dia melangkahkan kaki ke arah Yuna, meraih wajah Yuna dengan kedua tangannya lalu mecium bibir mungil Yuna.


Perempuan Indo-Korea itu hanya bisa pasrah, Mister S nya benar-benar buatnya terkejut di taman Seoul Forets.


"Sekertaris Ji .." Lirih Yuna pada Ji Yeong yang masih menempelkan bibirnya.


Dia melepaskan ciumannya pada Yuna, ia pikir wanita itu akan marah padanya.


"Terserah jika kamu marah padaku. Ini yang sebenarnya. Aku mencintaimu, sangat mencintaimu."


Yuna lama terdiam, sungguh sangat shock dengan kejutan sore ini dari Tuhan untuknya.


"Aku pamit, pulanglah .. ini sudah sore." Ujar Ji Yeong yang berbalik ingin menuju ke mobil.


Yuna masih terperangah, menatap Ji Yeong yang sudah melangkah jauh darinya. Tak ada salah bila pria itu mencintainya, betapa beruntungnya dia bisa dicintai pria sebaik Ji Yeong, hidupnya ia jalani dengan baik tidak sebrutal pria-pria lainnya. Ji Yeong pribadi yang sangat baik, dan selalu menjadi atasan yang di senangi oleh karyawan Kantor Korain. Tidak, kamu tidak boleh pergi, batin Yuna meronta.


"Aku akan mencintaimu, Sekertaris Ji." Teriak Yuna berlari ke arah Ji Yeong.


Dia berlari hingga meraih tubuh Ji Yeong dari belakang lalu memeluknya erat.


"Jangan pergi begitu saja, aku belum menjawabnya Sekeryaris Ji." Ujar Yuna memeluk erat Ji Yeong.


"Kau memang pria bodoh, kenapa selama itu menyimpan rasa, padahal aku setiap hari ada di depanmu." Lanjutnya lagi.


Ji Yeong tersenyum namun matanya pun ikut berkaca-kaca, dia berbalik badan sembari mengusap kepala Yuna.


"Aku tahu tipe pria kamu seperti apa, aku sadar diri. Aku hanya seorang sekertaris yang mengawal Kakak sepupunya setiap hari."

__ADS_1


"Iya, kamu sekertaris, dan juga pacarku sekarang. Jangan pergi dengan membiang perasaanmu. Aku akan menerimanya," Yuna pertama kali meneteskan air mata ketulusan pada pria.


Ternyata selama ini pria yang ia cari ada di depan matanya, mengisi hari-harinya, namun mata dan mulut menunggu waktu yang tepat menunggu moment hingga cinta itu terucap pada tuannya.


__ADS_2