BIDIKAN CINTA UNTUK KIM DAE JUNG

BIDIKAN CINTA UNTUK KIM DAE JUNG
CERITA PERNIKAHAN SULFA


__ADS_3

Pagi itu Sulfa masih sibuk dengan pekerjaan rumahtangganya, sebagai ibu sambung yang mengurusi tiga anak memang tidaklah mudah, aktivitas hariannya di mulai saat setelah sholat subuh, menyiapkan sarapan Anak dan suaminya, menyetrika, membangunkan dan memandikan ketiga anaknya yang semua masih duduk di sekolah dasar.


Anak sulung bernama Alila duduk di kelas enam, kedua Ryan duduk di kelas empat, sedang si bungsu Afika kelas satu. Meskipun demikian, sulfa sudah ikhlas merawat mereka seperti anak kandung sendiri, selain itu perlakuan suaminya juga sangat baik dan lembut padanya.


"Bu, kalau aku terima raport, Ibu Ayah harus hadir, ya." Ucap Afika pada kedua orangtuanya.


Di meja sarapan pagi itu mereka selalu menyempatkan waktu untuk mengobrol.


"Siap putri kecil, Ibu akan dandan cantik, supaya ibu teman-teman Afika kalah semua." Canda Sulfa seraya mengusap kepala anaknya.


Setelah sarapan, ketiga Anaknya sudah berada di dalam mobil, sementara suaminya masih saja di dalam rumah menggoda sulfa.


"Nanti, Aku mau buat kamu menjerit." Goda Riswan padanya.


Sulfa memberi cubitan kecik di pinggang Suaminya itu, dengan kecupan hangat di kening untuknya, Riswan bergegas menuju mobil sebab teriakan manja anak-anak merek sudah komplen menunggu Ayahnya.


Melambaikan tangan hingga kiss by dilayangkan padanya, keempat orang yang dia sayangi itu melakukan aktivitas masing-masing, sementara Sulfa kembali mengerjakan daftar pekerjaan IRTnya.


Siang itu usai mencuci piring, perempuan yang memiliki tinggi 165 cm meter itu beranjak ke halaman belakang untuk menjemur pakaian.


Ada yang memanggilnya dari luar, suara yang seringkali ia dengar, meletakkan keranjang pakaiannya, dia berlari keluar ingin membuka pintu pagar.


Melihat sosok yang sangat ia rindukan, sulfa menjerit histeris bahagia.


" Anna!" Serunya loncat kegirangan.


Anna datang seorang diri, membiarkan Dae Jung berbaur pada keluarganya, Karna begitu merindukan sahabatnya itu, ia menemui sulfa dan ingin menegtahui keadaannya sekarang ini.


"Ayo, Na, aku kangen banget cerita sama kamu." Sukfa menarik tangan Anna masuk ke dalam rumah baru yang telah di huni keluarga kecilnya.


"iya, Fa. aku juga kangen banget, dua minggu kita tidak bertemu."


Mereka duduk di sifa bersantai seperti mengulang masa lalu mewaktu gadis, minum teh hangat ditemani cemilan keripik kacang.

__ADS_1


"An, maaf ya, kemarin aku gak bisa datang ke nikahan kamu." Ucap Sulfa merasa bersalah.


Anna menyeruput tehnya,


"Hm, gak apa-apa kok. Lagipula aku juga tahu kamu sibuk banget urusni Afika yang pasti sudah manja sama kamu." Sahut Anna.


Memang Sulfa tak menghadiri pernikahan sahabatnya, sebab anak bungsunya kemarin mengalami demam hingga ia tak kuasa bila harus meninggalkan Afika yang sedang sakit.


"Oh, ya. Bagaimana Suami kamu? Hidup kamu enak ya sekarang, Tuh liat baju dan tas kamu, ih sepatumu juga semua keren bermer, An. Hmm .. Kamu benar-benar jadi Ratu sekarang." Puji Sulfa yang memperhatikan penampilan Anna dari ujung kaki hingga ujung kepala.


"Ya,seperti kamu liat, Fa."


" Jadi suami kamu itu memang luar biasa ya, An. Aku liat di headline berita tentang pernikahan kalian, Anjrit dia memang tipe yang gak pernah pacaran, ya? beruntung banget kamu dapatkan dia, udah kaya, sukses, mapan, yang pasti dia tipe setia."


Sulfa tak henti memuji- muji Dae Jung, Anna yang mendengar itu memang mengiyakan pula dalam hati, dia memang perempun yang paling beruntung diantara ratusan wanita yang ingin menjadi pasangan Dae Jung, Tuhan malah mempersatukan mereka dengan cara yang unik.


" Andaikan kamu tahu, Fa. aku belum seutuhnya jadi Istri Dae Jung, hanya karna perjanjian sebelum kami mencintai satu sama lain, kami hanya bersikap sebagai teman saja." Lirih Anna dalam hati.


Anna hanya mengangguk. Entahlah, dia memang meyakini demikian, yanh terjadi di pernikahannya mungkin salahsatu ujian untuk dia sebagai seorang istri.


Jika di tanya tentang perasaanya, sangat lantang akan menjawab bahwa 'Dia sudah menyukai Dae Jung' selain status Dae Jung sudah sah menjadi suaminya, perlakuan Dae Jung yang begitu bertanggung jawab pada dirinya dan keluarganya.


Anna menginggit keripik, terdengar suara kriuk di setiap kunyahannya.


"Syukurlah, Fa. Rencana Allah yang terbaik, kamu benar-benar bahagia sekarang? " Tanya Anna.


"Banget, An. Aku sampai merasa kenapa gak dari dulu aku menerima perjodohan ini, agar anak-anakku gak terlalu lama menjadi anak piatu."


"Ha ..Fa. Sepeetinya kamu sudah kecanduan oleh Bapaknya." Canda Anna.


Sulfa tersipu, Anna memang sahabat yang paling tahu isi hatinya.


Ponsel Anna berdering, ternyata Panggilan dari Dae Jung. Anna berdiri menjaug dari sulfa mengambil posisi paling sudut di ruangan tamu itu.

__ADS_1


" Ya, Oppa. Kenapa?"


"Kamu dimana?" Suara Dae Jjng bertanya.


" Aku masih di rumah sahabatku, memang kenapa? sudah mau balik, ya?"


"Saya Barusan dapat informasi dari Ji Yeong, kita harus ke korea besok pagi, ada yang harus aku selesaikan disana, Kamu mau ikut kan?" Tanya Dae Jung.


Sebagai istri tentu Anna harus memdampingi Dae Jung dimanapun berada.


" Iya, Oppa. kalau begitu aku pamit dulu sama sahabatku." Ucap Anna.


Dae Jung mengakhiri panggilannya, Anna menghampiri Sulfa kembali, dia memegang tangan sahabat karibnya itu seraya berucap,


"Fa, maaf ya. Aku harus pulang dulu, Besok kami harus ke Korea. padahal aku masih ngobrol, ngalor, ngidul sama kamu."


Sulfa menghela nafas.


"Itulah perbedaannya saat masih gadis dan setelah menjadi Istri, Suami harua kita lebih utamakan dan iatri harus nurut kata suami, gak papa kok, kamu baik-baik ya dengan suami kamu, salam sama beliau." Sahut Sulfa mengusap pundak Anna.


Berpelukan serata cipika-cipiki, Anna pamit dari rumah minimalist Sulfa. menggunakan jasa driver car online, Anna kembali ke rumah Uwa Nuri.


Setelah sampai, Anna menghampiri Dae Jung yang sedang duduk di teras bersama Uwa Nuri, para tetangga berkerumun d sekitar rumah Uwa Nuri untuk melihat Suami tampan dan Kaya Anna tersebut.


"Uwa, Anna sudah mau balik dulu, besok kami mau ke Korea." Ujar Anna pada Uwa Nuri.


"Iya, bagus itu, Nak. kamu bisa jalan-jalan keluar negeri, jadi istri memang harus ikutin kemana suami pergi." Tutur Uwa Nuri.


" Ya sudah, titip Raka dan Rasti ya, Wa. kalau mereka gak belajar, laporin ke Anna."


Dae Jung dan Anna meninggalkan rumah Uwa Nuri, tetangga heboh mereka melambaikan tangan pada pasangan yang sedang jadi trending di kotanya, doa Uwa Nuri pun


mengantar kepergiaan Dua Sejoli itu.

__ADS_1


__ADS_2