
"Nona , Anna." Sekertaris Yuna memanggilnya dari lantai bawah.
Wajah Anna berbinar menuruni anak tangga, semalam adalah hal yang paling indah selama hidupnya. Meski mereka hanya berciuman saja tanpa melakukan yang lebih namun hal itu sudah membuatnya mabuk kepayang. Mereka berdua memutuskan untuk tidur di kamar masing-masing setelah adegan ciuman durasi lima belas menit terjadi.
"Yuna, Kau tampak cantik hari ini." Puji Anna dengan tampilan modis Yuna.
Yuna malah menyenggol lengan Anna lalu berkata,
"Kamu yang lebih bersinar pagi Ini, sepertinya dewi cinta memberikanmu mantra semalam." Canda Yuna.
Anna tersenyum masam.
"Ha, Yuna, Selain jadi Sekertaris, Kamu juga punya bakat jadi peramal. Hmm .. tau segala hal saja." Tangkas Anna berlalu menuju ke arah kepala pelayan Nas.
"Bagaimana aku tidak tahu, aku menciduk kalian semalam." Kata Yuna dalam hati.
Anna dan Yuna hari ini akan melakukan misi mempercantik fisik dan batin mereka. Banyak cara yang sudah mereka berdua susun untuk tampil menawan dari berbagai aspek, terkhususnya Yuna yang mendambakan kecantikan versi seperti yang Anna ceritakan padanya.
"Bu, Nas. Hari ini aku akan pergi dengan Sekertaris Yuna. Tolong, Saat Tuan Kim bangun sampaikan padanya." Ujar Anna pada Bu Nas.
"Baik, Nona."
"Sarapannya sudah aku siapkan. Tolong, Letakkan saja semua di meja ya, Bu Nas." Lanjut Anna kembali.
Mereka berdua di persilahkan sopir pribadi Anna memasuki mobil. Di dalam roda empat harga miliaran itu, Yuna menyusun agenda perjalanan mereka berdua hari ini.
"Anna, Kita hari ini mulai "Trik Cinta" dari Ke Beauty Clinic. Setelah itu Tugas kamu selanjutnya untuk memgajariku arti cantik itu."
Anna menghelas nafas. Dia menutup buku agenda kecil Yuna yang penuh catatan tips meawat diri dengan benar.
"Yuna, Merawat diri dari luar memang perlu, tapi dari dalam juga itu lebih utama. kamu tahu, dari dalam artinya apa? Ya, Inner beauty! Kecantikan hati seorang perempuan itu akan mengalahkan kecantikan fisik bahkan sekalipun itu model dunia."
__ADS_1
Yuna kebingungan,
" Mwo? Anna, pria manapun itu mahluk visual pasti lebih menyukai yang enak di pandang." Kata Yuna yang beda berpendapat.
Anna mengetok jidat Sekertarisnya itu.
"Ha, Ini yang jadi masalahmu, fisik itu hanya nomor dua Yuna. Buktinya, kau secantik ini tapi masih saja nol dalam bercinta. Benar, kan? Kamu selalu susah dalam mendapatkan pasangan? Karna pria yang mendekatimu hanya pria nakal yang tertarik kecantikan dan seksi tubuhmu." Imbuh Anna.
Yuna terdiam, perkataan Anna ia benarkan dalam hati. Semua pria yang mendekatinya hanya tertarik pada kemolekan tubuhnya, tak ada yang serius untuk mengajaknya menjalin hubungan, bahkan di benak Yuna selalu berpendapat, dia salahsatu perempuan yang di kutuk dewa agar tidak bisa di miliki pria manapun.
"Yuna, banyak perempuan di belahan dunia lainnya yang punya wajah sederhana tapi memiliki pasangan yang setia. kamu pernah pasti melihat, orang bertubuh gendut, berkulit hitam, atau bahkan ada yang tidak sempurna fisiknya tetapi bisa menikah dan bahagia dengan pasangannya, kamu tahu kenapa? Karna mereka mendapat pasangan yang baik, itu semua karna dia pantas mendapatkannya. Orang baik teruntuk hati yang baik pula."
Yuna mendengarkan Anna dengan seksama. Namun karna sudah lama berada di Negara yang menganut stardart kecantikan tinggi, dia masih belum bisa menerima sudut pandang Anna tersebut.
"Tetapi kebanyakan orang lebih menyenangkan bila melihat yang Indah Anna. Untuk apa semua teknologi kecantikan di ciptakan kalau bukan untuk perempuan."
Anna mengeleng, Yuna memang sudah di kekang oleh pila pikir hedonisme, Hingga perempuan yang pernah melakukan perombakan wajah sebanyak tiga kali itu masih tetap pada pendiriannya.
Yuna, kamu pernah tidak, dengar orang yang berkata, dia cantik sih, tapi dia bukan tipe aku. Bukan berarti orang itu tidak cantik, tapi bukan tipenya saja. Cewek Yang gendut untuk pria yang suka gendut, cewek yang kurus untuk pria yang suka lansing. Cantik itu bukan hanya tentang fisik Yuna, melainkan hati yang membawa orang mengagumi kita secara tulus." Jelas Anna panjang lebar.
Anna memang memiliki wajah yang sederhana, namun dibalik wajah sederhananya menyimpan pola pikir yang jauh berbeda dari perempuan pada zamannya, yang lebih mementingkan visual ketimbang menata hati yang lebih baik.
Yuna mendengar hal itu terperangkap dalam kebisuan, tak ada alasan lagi untuk membantah ucapan Istri bosnya itu. Anna benar-benar perempuan yang luar biasa, ungkap Yuna dalam hati.
"Jika aku memperbaiki hati, apakah aku bisa mendapat jodoh yang baik? " Tanya Yuna.
Anna mengangguk yakin.
"Tentu, Berlian tidak akan di biarkan berada di tempat yang kotor. Perempuan itu semua cantik, hanya saja kita kurang mengenal sisi kecantikan kit. Pernah tidak kamu melihat kelebihan ada pada dirimu, Kamu cerdas, kamu tinggi dan punya kaki yang jenjang, itu yang harus kamu syukuri." Jawab Anna.
"Kamu benar sekali."
__ADS_1
"Yuna, aku dulu pernah di hina mantanku, katanya aku perempuan yang membosankan, tapi aku tahu karna dia lebih memilih gadis yang lebih cantik, itu tidak mengapa karna berarti aku bukan selera yang dia cari." Tutur Anna mengenang Faiz.
"Dan akhirnya, kamu menikah dengan Presdir Kim." Yuna melanjutkannya.
Yuna menatap wajahnya di cermin bedaknya. Dia melihat segaka sisi yang pernah ia rombak. Mulai Hidung, kelopak mata, rahang, dang dagu pun tak luput dari sayatan pisau Ahli beda.
"Anna, Aku menyesal mengubah semua ini." Ucapnya melihat pantulan wajahnya.
"Sudahlah, itu sudah terlanjur. Tidak ada kata
terlambat menjadi lebih baik, Yuna."
Yuna memukul lengan Anna lagi. Dia merasa beruntung bisa bertemu dengan gadis berhijab itu.
"Anna, kenapa baru sekarang kita di pertemukan. ha, sahabat seperti kamu yang selama ini aku cari." Ujar Yuna meraih tubuh Anna dalam pelukannya.
"Aku akan selalu mendampingimu, sahabat baruku."
"Anna, Kini aku tahu kenapa kamu bisa berjodoh dengan Presdir Kim, ternyata dia yang beruntung mendapatkanmu."
Anna menyerngit.
"Sungguh? Ha, bukankah aku yang di bilang cinderella di pinang pangeran, semua berita online membuat judul seperti itu."
"Hm, itu semua karna mereka belum tahu kamu sebenarnya, padahal Presdir Kim banyak yang mengincarnya, bahkan Aktris Korea pernah skandal dengannya, tapi itu karna Aktris itu yang tergila-gila sama Suami kamu." Ungkap Yuna.
"Oh ya? Sebegitunya Dae Jung menolak?"
"Ya, Aku juga tidak tahu kenapa, mungkin kamu
alasannya."
__ADS_1
Anna hanya mengangguk, pikirnya malah mengarahkan karna Dae Jung memiliki sudut pandang sendiri dalam mencari pasangan, karna takdirlah mereka bersatu, jika tidak, mana mungkin Dae Jung yang idealis mau menikah dengannya, gadis pelayan resto dan kasir laundry.