BIDIKAN CINTA UNTUK KIM DAE JUNG

BIDIKAN CINTA UNTUK KIM DAE JUNG
CINTA PIRAMIDA


__ADS_3

Dae Jung bersiap-siap ke kantor pagi ini, dia akan menggantikan Dae Song sehari saja. Karena Kakaknya itu belum bangun, mabuk berat tentu buat kepalanya pusing.


"Aku hanya sampai siang saja. Setelah itu, aku akan pulang."Imbuhnya pada Anna.


Anna masih merapikan dasi Dae Jung.


"Ini juga saatnya aku umumkan keberadaan Dae Song pada seluruh karyawan Korain." Lanjut Dae Jung.


"Baguslah, agar kita lebih cepat ke Indonesia. Aku sudah rindu suasana tropis." Sahut Anna.


"Anna, hanya satu tahap lagi setelah pengumuman Dae Song pada publik .Kita akan berangkat."


Dae Jung dan Anna keluar dari kamar, dia berhenti di depan kamar Dae Song, Dae Jung mengintip kakaknya yang masih tidur lelap meringkuk di balik selimut.


"Ah, Diakan yang di sebut pemiliki Korain? perusahaan akan hancur bila dia bertingkah seperti ini terus." Ujar Dae Jung yang khawatir. Dia kembali menutup pintu itu.


Dae Jung tipe sangat di siplin, idealis. Sangat mengkhawatirkan cara Dae Song yang akan mengelola Korain.


"Aku sangat bahagia bila kau yang ada di kantor." Kata Ji Yeong padanya.


"Ini hanya sehari saja." Dae Jung menimpal.


"Aku percaya, kamu bisa menangani Kak Dae Song. Lagi pula Korain Korea bukan lagi milikkku." Ujar Dae Jung.


Ji Yeong merasa bersalah, karena ulah Ayahnya, Dae Jung harus kehilangan buah dari kerja kerasnya selama tujuh tahun. Sebagai partner yang menayaksikan perjuangan Dae Jung mempertahankan Korain, Ji Yeong tahu betul, jatuh bangun sahabatnya itu mengangkat Korain sebagai perusahaan di akui di Asia.


"Anna ..kamu jangan kemana-mana." Pesan Dae Jung berulang kali.


Mereka sudah di bawah Pak Su keluar dari halaman Korain. Tinggallah Anna seorang diri di teras. Suasana pagi itu sepi, Bu Nas dan pelayan lain sedang sibuk membersihkan halaman belakang.

__ADS_1


Anna kembali naik ke kamarnya, menuntaskan tulisannya yang sempat tersendak. Saat melewati lorong jalan utama, dia berpapasan dengan Dae Song yang sudah bangun, kakak iparnya itu membersihkan sisa air basuhan di wajahnya dengan handuk kecil. Tampaknya Dae Song ingin turun ke bawah. Dae Song sudah tahu bahwa hari ini Dae Jung akan menggantikan dirinya di kantor.


Anna tak menghiraukan Kakak iparnya, dia berllau begitu saja melewati Dae Song. Tapi tangan kirinya sudah diraih sekuat tenaga. Dae Song membawa Anna lebih dekat dengannya, hingga wajah mereka saling berpandangan.


"Kamu belum jawab pertanyaanku kemarin." Kata Dae Song menatap tajam kedua mata Anna.


Anna tiba-tiba lemah melihat kedua mata itu. Mengapa dia kalah bila menyangkut Dae Song?


"Tidak ada yang perlu di jawab," sahut Anna berusaha lepas dari Dae Song.


Tangan Dae Song mengcekram kuat lengan isteri adiknya itu. Dia tidak akan melepaskan Anna, sebelum dia mendapat jawaban.


"Kamu sidah tahu jawabannya, beritahu aku sekarang juga." Dae Song memaksa lagi.


"Itu tidak penting. Lepaskan aku kak." Anna memohon, dia bahkan memukuli tangan Dae Song, tapi karena hamil tenaganya berkurang. Ilmu bela dirinya tak dapat ia gunakan.


"Siapa Baek Hyeon? aku atau Dae Jung? aku tidak akan merebutmu dari adikku sendiri. Tapi aku hanya ingin tahu, takdir siapa yang sedang di tukar."


"Benarkah? lalu mengapa aku melihat bayangan Yama dan Baek Hyoen di dalam mimpi? mengapa Dae Song di sembunyikan seperti Baek Hyeon di sembunyikan di goa?"


Anna tergugu lagi. Sepandai apapun Anna mengelak, dia tidak bisa berbohong pada kesimpulannya bahwa bisa Baek Hyoen di kisahnya adalah Dae Song. Tapi, pria ini sama sekali tak dicintainya. Hanya Dae Jung yang bertahta seorang.


"Anna, lihat mataku," pinta Dae Song.


"Apa bayangan Kakek Baek Hyeon ada di wajahku?" tanyanya lagi.


"Kak, ini tidak benar. Aku isteri dari adikmu. Dae Jung suamiku, ayah dari anakku. Itu faktanya. Kisah Yama dan Baek Hyeon hanya pelengkap cerita kita semua. Itu hanya amanah dan misteri Tuhan yang sampai kapanpun tidak bisa kita pecahkan. Rahasia Tuhan akan tetap jadi rahasianya." Jelas Anna melembutkan diri.


"Jadi sekarang kamu mengakui aku adalah Baek Hyeon? ini sudah pengakuan, Anna."

__ADS_1


"Iya. Kim Dae Song adalah Baek Hyoen. Tapi Faktanya, aku adalah isteri Kim Dae Jung, aku sudah mengandung anak-anaknya. Aku mencintainya, dia juga mencintaiku."


"Tapi faktanya aku juga mencintaimu. Aku juga tidak ingin memiliki rasa ini, Anna." Pekik Dae Song.


"Mengapa Tuhan menakdirkan kami sebagai anak kembar? menakdirkan ada dua hati untuk kamu. Andaikan aku tidak di sembunyikan, aku yakin, aku yang akan menikah denganmu. Tapi takdir tertukar Anna." Lanjut Dae Song bingung.


Anna juga menilik lagi kalimat itu. Iya, mengapa Dae Song baru muncul ketika dia sudah menikah dengan Dae Jung? awalnya semua mengira perjodohan amanah Yama dan Baek Hyeon itu terarah pada Dae Jung, sebab dia satu-satunya cucu Kakek Hang. Tapi, ternyata Kakek Hang memiliki dua cucu, dan Dae Song cucu pertama di keluarga Korain. Rencana Tuhan sungguh sangat misteri.


"Faktanya, aku juga mencintaimu, Anna. Aku tidak meminta kau membalasnya. Setidaknya, kau mengakui, aku adalah Baek Hyeon di kisah ini." Tangkas Dae Song meminta pengakuan.


"Aku mengakuinya. Tapi, maaf ..cinta yang di harapkan Yama di abad 21 tumbuh untuk hati yang lain, bukan pada Baek Hyeon. Melainkan, untuk Kim Dae Jung, suamiku, imamku. Carilah Yama lain saja." Anna menghentakkan tangannya lepas dari cengkraman Dae Song.


Dia berlari sekencang-kencangnya ke kamar.Dia mengunci kamarnya. Dia sudah mengakui bahwa Dae Song memang Baek Hyeon di kisah perjodohan ini. Dia yang mendapat tanda siluet Yama dan Baek Hyeon seperti Anna. Namun, itu takkan merubah apapun. Dia sudah dimiliki Dae Jung. Kisah Yama akan ia hilangkan, akan ia hapuskan dari ingatannya. Anna akan gila bila menyelidik ini satu per satu.


Anna mendial ke nomor suaminya. Tapi Dae Jung asyik mengobrol dengan Yuna dan Ji Yeong di dalam mobil. Ternyata mode diam sejak semalam masih di pergunakan di ponselnya, hingga tak mendengar panggilan Anna.


Dae Song merendam di bathtub. Merenungkan semua kejadian belakangan ini menimpa keluarga Korain. Dia sydah di akui oleh Anna bahwa dia adalah Baek Hyeon di kisah ini. Ternyata benar, tugas Baek Hyeon melindungi.


Sejak Anna di Korea, Dae Song diam-diam sudah lama mengintainya dari jauh. Melindungi Anna dari bahaya.


Pertama, saat Paman Chung Sang ingin menjebak Anna lewat Chu Ha, Dae Song tidak setuju hingga dia meminta Chu Ha agar berlari dari rumah 308 C, namun para anggota Chung Sang malah memperkosa guru private itu lalu membunuhnya.


Kedua, saat pistol itu suruhan Bibi Nami yang hampir membidik Anna di istana da Suruhan Dae Song yang


Kedua, saat Jun Hyun menculik Anna untuk Paman Chung Sang. Dae Song yang diam-diam menelpon polisi membertahu letak keberadaan kapal Jun Hyun di pulau Ulleongdo.


Ketiga, ketika Bibi Nami berencana membunuh Anna saat di istana Gyeongbokgung lewat anggota Chung Sang, dia yang menukar pistol itu menjadi tak berpeluru.


Dan sekarang dia harus berada di rumah ini melindungi Anna.

__ADS_1


"Aku harap kalian segera ke Indonesia agar aku melupakan perasaanku ini." Lirih Dae Song yang masih berbaur dengan air dan busa.


__ADS_2