BIDIKAN CINTA UNTUK KIM DAE JUNG

BIDIKAN CINTA UNTUK KIM DAE JUNG
GUGURNYA SANG PAHLAWAN


__ADS_3


Menembus Waktu ..


Abad ke-21


Dae Jung dan Anna turun dari mobil, mereka masuk ke rumah mewah korain di Indonesia, Anna tak henti terkesima melihat kemewahan rumah milik suaminya itu.


Ruang tamu yang bernuansa Elegant dengan sedikit sentuham klasik menambah kemewahan, belum lagi susunan tiga lampu kandelabra yang besar menggantung indah, patung-patung klasik khas romawi terpajang unik di setiap sudut, semua lukisan karya pelukis dunia tersusun rapi menempel di dinding.


"Ya Allah, ini seperti memasuki istana dongeng di disney land." lirih Anna melongo mengarahkan pandangn ke setiap sisi ruangan rumah Dae Jung.


"Kamu mau kemana?" Tanya Dae Jung pada Anna yang berbelok ke kiri.


Anna menghentikan langkahnya dengan senyuman konyolnya.


"Maaf, aku terbawa suasana, bagai terhipnotis melihat mewahnya rumah Oppa."


Dae jung lagi-lagi mengeleng, Akalnya memberikan ide untuk mengerjai Anna, suatu pembalasan sebab istrinya itu sudah membuatnya sakit kepala sebab menahan birahinya sewaktu subuh tadi.


Pria dengan hidung lancip itu pun berucap,

__ADS_1


"Makanya, jangan pergi sendiri, bisa-bisa kamu kesasar di rumah ini, disini banyak hantunya karna jarang di huni." Ucap keusilan Dae Jung.


Seketika ekspresi Anna yang tadi bahagia berubah jadi ketakutan, dia meraih tangan Dae Jung untu meminta perlindungan.


"Oppa, apa itu benar?" Tanya Anna ketakutan.


"Iya, itu benar, jadi apapun mau kamu lakukan tanya pada pelayan rumah ini untuk menemanimu, hhmm makanya saya paking tidak suka berlama-lama di rumah ini, hawanya begitu panas." Jelas Dae Jung.


dia berbisik kepada Anna "Hawanya angker."


"Oppa, saya tinggak di rumah Uwa Nuri saja, tidak mau disini, pantasan dari tadi aura mistis seperti menghidupkan patung-patung itu." Ucap Anna menunjuk ke patung koleksi Dae Jung.


"Eh jangan, Kamu disini saja, mereka tidak akan menganggu bila kamu tidak mengusik mereka."


"hemm ..kan saya audah bilang jangan mengerjaiku." Lirih Dae jung dalam hati.


Anna melihat di sekeliling rumah Dae Jung, dia menyimpulkan sesuatu dari kecurigaannya.


"Ha ! jangan-jangan kekayaan kamu ini bersumber persugihan?" Tanya Anna dengan mimik wajah marah.


"Persugihan? apa itu?" Tanya Dae Jung yang tak mengerti di ucapkan Anna, sebagai pria modern tentu pria sepertinya tak mengetahui hal-hal mistis demikian.

__ADS_1


Anna menghela nafas.


"Sudahlah, orang asing sepertimu mana tahu hal seperti itu."


Anna melepaskan genggamannya di lengan Dae Jung.


"Saya tidak takut hantu, saya cuma takutnya pada Allah." Tegas Anna berjalan ke depan.


Melihat itu, Dae Jung kesal sebab gagal lagi mengerjai istrinya itu.


"He, kamu mau kemana?" Tanya Dae jung.


"ke Ataslah." dengan sombongnya Anna melangkah.


"Dengan cara apa? melayang seperti hantu? itu liftnya sebelah sana." Dae jung berjalan meninggalkan Anna menuju lift.


Anna memutar badan berlari kecil ke arah Dae jung yang hampir menutup lift rumahnya.


"Kau ini, tidak ada lembut-lembutnya pada wanita, dasar kaum capcus." Kesal Anna Padanya.


Di dalam lift Dae Jung memandangi pantulan dirinya di cermin, berdialog dengan dirinya dalam hati, sesulit itu ia menerima Anna sebagai istrinya, mungkinkah hatinya benar-benar beku oleh kekecewaan Bora di masa lalu?

__ADS_1


"Kehadiran dia akan menyakiti dirinya sendiri jika aku terus menolaknya, aku terlalu jahat untuk itu, " gumamnya.


__ADS_2