Bukan Gadis Desa Biasa

Bukan Gadis Desa Biasa
BAB 10


__ADS_3

*Oh jadi kejadian itu yang membuat mu sedih begini dan itu juga alasan kamu memanggil bibimu dengan sebutan bunda?.* tanya sekretaris dea.


*Iya kak, * Anet tersenyum.


*Sudahlah, jangan larut dalam kesedihan lagi, kamu harus bangkit dan tunjukkan pada dunia kalau kamu wanita strong.* setkeratris dea memberi semangat.


*Terima kasih kak,* balas anet tulus.


Selama di perjalanan menuju kota anet dan sekretaris dea selalu membeo, setiap apa yang mereka lihat di seoanjang jalan, mereka membahasnya oadahal kadang tidka perlu dihas karena itu bukan hal yang penting. bahkan melihat spanduk betgambar anggita DPR saja mereka bisa membahas mslah pemilu. Hadeeeee cocok bangat keknya mereka berdua, satu shircal.🤭


Setelah 4 jam perjalanan, akhirnya mobil mereka sampai ke pusat kota yang begitu padat dan macet pastinya. Anet melihat sebuah lestoran cepat saji di depan sana.


*Pak apakah kita bisa berhwnti sebentar di lestoran depan sana,? tasanya aku lapar.* pinta anet pada pengawal yang sedang menyetir itu.


*Baiklah nona,* pengwal mengiyakan. lalu menghentikan mobil setelah sampai di depan lestoran tersebut. sektretaris dea diam saja dan mengikuti langkah anet yang sudah mulai keluar dari mobil.


Dan semua pegawai lestoran yang melihat kehadiran mereka membungkukkan badan sabagi tanda hormat.

__ADS_1


namun sekretaris dea yang berada di belakang anet, memberi isyarat agar para pegai tetap diam dan tidak memberi tahu siapa diri dea yang sebenarnya.


*Kak dea mau pesan apa,* tawar anet


*Samakan saja dengan pesanan mu.* jawab sekretaris dea.


Mereka duduk di kursi sebelah kanan pojok, karena menurut anet disana pemandangannya asri, dan menyejukakan mata.


tak lama pesanan mereka datang, baru saja ingin menyuap makanan ke mulut Hp sekretaris dea bergetar lagi. dengan perasaan kesal dia menjauh dan mengatakan kepada anet untuk lanjutkan makannya dan tunggu di sebentar. anet mengangguka patuh saja, karena dia sangat lapar.


*Iya, hallo nyonya.*


*Maaf nyonya, saya saat ini sedang di lestoran Anita food, Anita meminta makan karena dia sangat lapar katanya.*


*Kenapa kamu bawa dia makan di lestoran itu ?*


*Dia sendiri yang minta nyonya, bukan saya yang membawanya, bukannya nyonya dantuan bilang kalau saya harus menuruti permintaannya ?* bals sekretaris dea apa adanya.

__ADS_1


*Uuuhh kau ini, selalu saja bisa mnejawab saya, ya sudah selesai makan cepat bawa dia ke mari ya.* perintah dari seberang sana.


*Baik nyonya yang bawel.* ucap sekretaris dea dengan malas.


*Dea, saya mendengarnya ya. saya potong jatah shoping mu.*


*Huuu potongan saja terruuuuss.* balas dea.


Setelah mengudahi panggilan telponnya, sektretaris dea kembali ke meja dan dia duduk manis sambil menyantap makanan nya yang sudah mulai dingin.


*Bosnya kak dea ya .* tanya anet yang sudah siap dengan makannya.


*Hm, dia itu bawel sekali, Tapi nya sangat baik dan tulus.* sekretaris dea yang kesal lansung berubah tersenyum.


* Jadi penasaran seperti apa bos kak dea itu,* balas anet.


Dea hanya tersenyum sambil memakan makanannya. padahal dalam hati dea berkata *Kalau kau bertemu tuan dan nyonya tan, abis lah kau,karna akan di perlakukan seperti boneka comel yang menggemaskan. karena kau itu memang sangat pantas di perlakukan seperti itu oleh mereka.*

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2