
*aah, tidak tuan, saya hanya menikmati perjalanan ini saja* jawab siska sambil tersenyum.
*Apakah kau sudah makan malam ?*
*Kalau makan malam belum tuan, cuma tadi sore sudah makna mi instan* jawab siska jujur.
*Mi instan ?, Kenapa makan itu, kan tidak sehat*
Siska menoleh lagi ke yuda dan tersenyum sayu, * Jatah makan kami hanya 1 kali sehari tuan, jadi jika lapar di waktu berikutnya, ya kami hanya bisa makan mi instan cap ataupun roti. yang di sediakan mami di dapur khusus clab.* lalu siska lansung menutup mulut dengan dua tangannya, bagaimana tidak, dia sudah melanggar aturan mami zee untuk tidak menceritakan apa saja yang ada dan terjadi di clab pada tamu atau siapapun itu.
*Astaga, kok aku keceplosan sih, bisa mati aku jika tuan tampan ini mengaduh pada mami* batin siska.
*Sudah tak usah takut, kau tidak akan aku laporkan pada zee stres itu* Yuda bicara tanpa menatap siska, namun sebelum bicara dia sudah tersenyum melihat tingkah siska dan lansung membaca isi pikran siska saat ini. tentu saja tanpa sepengetahuan siska.
__ADS_1
*Terima kasih tuan* jawab siska sedikit ceriah.
*Sekarang kita makan dulu, kau mau makan apa dan dimana ?* Tanya yuda lembut.
*Tidak usah tuan, saya sudah kenyang* Tolak siska sopan. padahal hatinya sangat bahagia di ajak makan oleh yuda.
*Aku tidak suka penolakan. tentukan sekarang, aku tidak mau mengambil resiko nanti jika kau pinsan saat bermain dengan ku, itu memuakkan.* tegas yuda.
*Jadi mau makan dimana * lagi lagi yuda bertanya. siska lansung teringat tempat makan favorit nya saat bersama sang ibu dulu. lalu melihat jam di pergelangan tangannya, masih jam 8 malam, pasti temoat itu masih buka. lalu siska berkata dengan antusias *Di depan belok kanan tuan, disana ada tempat makan yang suasana dan rasa masakannya enak bangat* siska menjedah ucapannya * Kenapa,?* tanya yuda lagi. *Tempat itu mengingatkan saya pada obmmibu saya yang sudah tiada* jawab siska sendu dan mulai menundukkan mukanya...
Tak lama kemudian, mobil sprot merah itu berhenti di sebuah lestoran, *Pakai ini di luar banyak orang* Yida memberikan sebuah paperbag yang di dalamnya ada sebuah dres lengan tanggung dan panjang di bawah lutut, berwarna hijau pastel serta bermotif bunga kecil kecil.
Siska menerima paperbag itu dan melihat isinya, lalu melihat pakaian yang dia kenakan saat ini, Baju tanpa lengan berwarna merah, panjangnya hanya dua jengkal dari pinggang dan sangat ketat. *Dimana aku harus ganti pakaian ini* tanya siska pada yuda yang sibuk memainkan ponselnya.
__ADS_1
Yuda melihat ke siska, *Di sini saja, kau pasang baju itu ini dulu, lalu nanti tinggal kau tarik baju kurang bahan ini dari bawah, gampang kan* jawab yuda santai dan kembali menhetik sesuatu di ponsel nya. Siska melakukan sesui apa yang di katakan yuda, namun pada saat ingin menarik baju clab nya siska sedikit kesulitan, karena kakinya teretuk dan sulit untuk di luruskan. yida yang melihat itu lansung mendorong tubuh siska ke samping dan menaikkan kaki siska ke pahanya. Siska kaget melihat perlakuan yuda pada nya.
*Kau ini menyusahkan ku saja,* ucap yuda yang tangannya sibuk membuka hils tali yang di kenakan siska. Siska lagi lagi hanya bisa tercengan dan tangan yuda sedikit masuk ke dalam dres siska dengan lembut, siska mulai meremang, katena sentuhan lembut tangan yuda di pahanya. Dan tak butuh waktu lama yuda lansung.............
Bersambung....
***Selamat pagi bundsistku, udah pada bangun belum ni, ? kalau nanti gak mager kita akan up siang atau sore 1 bab lagi ya. Maklum, hari libur maunya rebahan ajaπππ
selamat memulai weekan..
Jangan lupa bantu vote dan koment ya...
love bundsist semuanyaππππ***
__ADS_1