Bukan Gadis Desa Biasa

Bukan Gadis Desa Biasa
BAB 8


__ADS_3

*Papaaa..*


*Mama di dalam sana, kata bu kepala mama akan baik baik saja, tapi anet lihat mama penuh dengan darah, ini baju anet juga terkena darah mama. mobil itu jahat papa, dia mendorong mama dengan kuat, sampai mama tertidur di pinggir jalan.* anet mengadu pada sang papa.


Papa anet lansung memeluk putri semata wayangnya dengan erat.


*Iya, mama tidak apa apa, sekarang anet banyak banyak berdoa ya, biar mama cepat sehat. dan ganti dulu baju anet ya, ini kotor nak, tidk baik untuk kesehatan mu.* ayah anet berusaha memenangkan anet lagi setelah anak nya bercerita dan menangis.


*Bu kepsek, terima kasih sudah membantu kami, dan sudah bersedia membawa dan menemani anet ke sini.* ucapan terima kasih papa kepada buk kepsek.


*Sama sama pak, saya juga syok melihat kejadia tadi, karena kejadian nya juga bertepatan ketika saya ingin keluar dari gedung sekolah, saya turut berduka ya pak, atas kejadian ini. semoga bu shofi segera sadar dan sembuh seperti sediakala.* ucap bu kepsek.


*Aamiin, sekali lagi terima kasih bu atas doanya.*


* Kalu begitu saya permisi sebentar, mau mandikan dan ganti baju anet,* ujar papa.


*Biar saya saja yang memandikan dan menggantikan baju anet pak, bapak disini saja, takut nanti dokter mencari.* tawar bu kepsek


*Baiklah, maaf merepotkan lagi.* ucap papa segan, namun tidak punya pilahan lain selain menerima bantuan bu kepsek.

__ADS_1


2 jam kemudian..


Tiiiiit. lampu mati, tanda operasi selesai.


papa yang mondar mandir depan ruangan operasi melihat dokter keluar dari ruangan tetsebut.


*Dok bagaimana keadaan istri saya ?.*


*Mohon maaf pak, kami sudah berusaha semampu kami, tapi Tuahan lebih sayang istri bapak, kami turut berduka,* dokter menepuk pelan pundak papa. dan pergi meninggalkan ruangan.


*Ya Allah, kenapa secepat ini kau ambil istriku, apa salahku ya allah,?* papa sudah terduduk dan dinding dan menunggup wajah dengan kedua tangannya.


* Tidak nak, mama sudah tidak sakit lagi, karena Allah lebih sayang mama kita.* papa memeluk anet erat sambil menghapus air matanya. agar anet tidak ikut larut dalam kesedihannya.


beberapa Suster keluar dengan mendorong banker yang di atasnya adalah jenazah mama anet yang di tutupi kain putih. papa berdiri dan menahan banker tersebut, membuka kain penutup itu, tangannya bergetar dan matanya seakan tak percaya kalau yang terbujir kaku itu adalah istrinya. dia mengendong anet yang masih terliahat bingung dengan situasi tersebut.


*Anet, ini mama kita, dia tidur saja cantikkan sayang,* papa membelai wajah mama yang sudah terpejam itu dengan seblah tangannya. sebelah tangan lagi mengendong anet.


* Iya papa, mama cantik sekali, seperti anet.* icap anet polos.

__ADS_1


Paman dan bibi yang sudah dari 1 jam yang lalu disana ikut larut dalam suasana menghatukan itu, bagimana tidak, anet yang masih kecil belum tau apa apa sudah di tinggal ibunya untuk selama lamanya.


setelah semua proses dari memandikan, menyolatkan jenazah sampai pemakaman selesai, anet selalu berada dalam lelukan bibinya.


Dan pada saat pulang dari pemakaman, papa memilih pulang dengan mengendarai motor pak iwan security di rumah anet, yang juga ikut ke pemakaman tersebut.


* Pak iwan, pulang naik mobil mas adi saja ya, saya pinjam motornya, mau sendiri dulu dan mencoba untuk berdamai dengan keadaan.* papa meminjam motor pak iwan.


*Baik pak bos.* pak iwan menyerahkan kunci motor nya kepada papa.


Papa manghampiri anet, bibi dan paman. *Anet sayang, pulang sama bibi duluan ya nak, papa mau menenangkan pikiran sebentar.* Anet mengangguk patuh pada ucapan sang papa.


*Mas, mba titip anet ya.*


*Iya, kamu jangan lama ya, kesian anet butuh kamu.* ucap paman.


Dan semua yang ada di pemakaman pulang ke rumah masing masing, anet di bawa pulang kerumahnya oleh bibi dan paman adi..


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2