Bukan Gadis Desa Biasa

Bukan Gadis Desa Biasa
BAB 49


__ADS_3

Anet melihat Ambran, ada ketenangan saat dekat ambran, apalagi saat jemari lentiknya bertaut dengan jemari ambran.


*Kak, terimakasih sudah mau bantu kami,* ucap anet dan di balas senyuman oleh ambran.


*Anet, bro, apa kata soktet, dea kenapa* tanya robi yang baru keluar dari ruang rawat dea. Anet dan ambran melepas genggaman tangan mereka, padahal robi sudah melihatnya dari tadi, tapi robi membiarkannya, dia tersenyum senang melihat ambran dengan anet bisa dekat, karen asedikit banyak dea sudah menceritakan kepribadian anet pada roby.


*Dea, mengidap kangker otak stadium 3 bro, * Ambran menepuk pundak robi untuk menguatkan hati robi. *jadi ini alasan dia selama ini, sering membawa obat yang dia katakan itu hanya vitamin biasa* ucap robi yang merasa telah di tipu dea selama ini.


*Kak, mungkin kak dea melakukan ini, supaya kita semua tidak kwatir pada kondisinya. bahkan papi dn mami juga tidk tau maslah ini* jelas anet, robi mengusap wajahny kasar *Ya ampun bi, kenapa kau lakukan ini, kau anggap aku ini siapa ha * racau robi prustasi. *Lalu, apakan om dan tante amel sudah kau kabari tentang masalah ini* tanya robi pada anet, anet menggelang pelan. dan robi duduk di kursi tunggu, *Anet, ini masalah serius, lebih baik kau memberitahu orang tua nya,* sambung roby. Anet mendengar itu ada rasa terkejut, *orang tua, maksudnya kak dea benaran anak ppai dan mami, bukan hanya sebagai sekretaris dan anak angkat seprtiku* batin anet.*Kak robi apakah kak dea itu..* ucapan anet tergantung karen aponselnya berdering, saat melihat nama di layar ponselnya *mami Amel* anet bingung harus menjawab atau tidak. ambran dan robi saling lirik, dan robi memberi kode pada ambran. ambran pun mengangguk.


*Dek, angkatlah, dan katakan semuanya* ucap ambran sambil mengusap bahu Anet. Anet mengangguk dan mengeser tombol hijau itu.


*Hallo, Assallamualaikum mami*


*Waalikum salam sayang, kamu lagi dimana, kak dea ada bersama mu gak nak*


Anet melihat ke arah ambran dan robi lagi, mereka berdua hanya menganggukkan kepala pada anet.

__ADS_1


*Mmm, kak dea....mmm kak dea..


*Net, katakan, ada apa dengan dea sayang, jangan buat mami dan papi takut*


*Kak dea lagi di rumah sakit mam, tadi kak dea pinsan dan anet bersama dengan kak anran juga kak robi membawanya ke rumah sakit*


*Ya Allah, kenapa tidak memberitahu mami atau papi nak,*


*maafkan anet mam, pap, anet juga panik dan takut.*


*Ya sudah, kami pulang sekarang. tolong kamu berikan hpmu pada tobi sebentar.


*Hallo tante,


*iya, robi. tolong jaga dea dan anet disana ya, tante dan om akan terbang sekarang juga ke sana, kalau ada apa apa kabari kami ya nak,*


*Iya tante, pasti robi pasti akan jaga mereka disini*

__ADS_1


*terima kasih robi, tante tutup dulu ya. assallamualaikum.


*waalaikum salam tan


Robi mengembalikan ponsel anet, *Bro, sebaiknya kau bawa anet pulang dulu, biar dia bisa istirahat, kesian sepertinya dia juga sangat syok* ucap robi pada Ambran.


*Gak usah kak, anet mau di sini aja, anet gak bakalan tenang jika harus meninggalkan kak dea* tolak anet yang duduk di kursi tunggu itu.


*Ya sudah, aku mau ke musolah rumah sakit dulu, susah azan. bto kau mau ikut atau tetap disini menemani anet.* ajak robi. Ambran berjongkok di hadapan anet, *Dek, kau tak apa tinggal diani sendiri sebentar * tanya Ambran.


Anet tersenyum dan mengeleng,*Pergilah kak, doakan kak dea ya, nanti kita gantian solatnya, kesian jika tak ada yang menjaga kak dea* jawab anet.


Ambran dan robi pun pergi ke musolah untuk menunaikan kewajiban mereka kepda sang pencipta...


Bersambung......


***Alhamdulillah, bisa juga 2 bab hari ini. semoga kisah ini gak bikin bundsist bosan ya, karna authir masih tahap belajar merangkai kata, jadi kalau ada salah salah tulisan dan penyebutan maklumi aja ya🤭🤭

__ADS_1


Terima kasih bundsist udah setia pada author, dan yang baru gabung selamat mengikuti alurnya. love you bundsiat semua😘😘😘😘***


__ADS_2