
Mami mulai memeluk dea yang ada sebelah kirinya. sedangkan paman dan papi mencoba untuk tetap menjelaskan pada anet.
*Lalu kenapa papi tak memberitahu ayah waktu papi pergi dan saat mami dalam kedaan koma* tanya anet.
*Papi sudah mencoba menelpon orang tuamu, namun nomor mereka sudah tidak aktif, lalu papi mengirim pesan lewat email ibu mu, dan juga seluruh media sosial pribadi milik ibumu. namun lagi lagi gagal. karena semua nya sudah di blokir. dan usaha terakhir papi saat itu adalah mengirim orang untuk mencari tahu keberadaan kalian, dan empat bulan kemudian orang suruhan papi memberitahukan kalau orang tuamu telah tiada dan kau di asuh oleh paman mu dan di larikan ke desa bunda mu* lanjut papi.
*Jadi setelah tahu kalau anet di bawa oleh paman tinggal di desa, papi tak berusaha mencari keberadaan kami* mata anet mulai mengembun. dadanya sesak mendengar penuturan papinya.
*Nak, papi sudah berusaha semampu papi mencari kalian, tapi orang susruhan papi tak menemukan jejak appun tentang kalian setalah kalian meninggalkan kota ini* Dodi mulai menitikkan air matanya karena merasa bersalah pada anet.
*Ya, paman juga salah dalam hal ini, karena saat kepergian kita ke desa tak ada yang mengetahui, bahkan pembantu di rumah pun tak kami berutahu, itu kami lakukan karena takut orang yang telah mencelakain ibu dan ayah mu mencarimu, dunia bisnis sangat kejam nak* paman ikut menjelaskan perkara yang terjadi.
__ADS_1
*Jadi kecelakaan yang menimoa ayah dan ibu saat itu adalah kesengajaan dan bukan murni kecelakaan* tanya anet, paman dan bunda mengangguk bersamaan.
Air mata anet tumpah, ia memeluk bunda dan terisak, serta berjanji dalam hatinya untukencari dan membalas perlakuan orang yang sudah mengerenggut nyawa kedua orang tuanya.
*Dan kenapa kami bisa menemukanmu lagi, itu karena 3 tahun lalu kami pindah ke negara ini, kami berusaha kembali mencari keberadaanmu. dan berkat bantuan kakak mu ini, kami bisa mengetahui keberadaan kalian bertiga lagi.* Mami melirik dan tetsenyum pada dea.
Anet menonggakkan kepalanya menatap dea, yang berada di depannya. *Kak dea, jadi kak dea bukan... * Anet menggantungkan ucapannya. Dea tersenyum dan meraih tangan anet.
*Dea adalah putri angkat kami, karena sejak mami mu sadar dari komanya, dokter menyatakan jika mami mu tak bisa memiliki keturunan, disebabkan ada kista di rahimnya, dan Allah mengirimkan bidadari kecil nan cantik untuk kami saat itu, seorang gadis kecil yang terduduk. di kursi halte seorang diri,dia menangis sesugukan. dan tak tahu kenapa orang tuanya pergi meninggalkannya di sana sendirian di musim dingin.* papi mengingat pertemuan mereka dengan dea.
*Kau tahu anet, saat kami menemukan gadis kecil itu, dia sangat tembam, pipinya cabi, matanya sifit, bibirnya mungil dan rambutnya hitam berkilau, dan satu lagi saat di tanya dimana rumahnya, dia malah menjawab Es krim* mami menambahkan ucapan papi sambil tertawa geli.
__ADS_1
Semua tertawa mendengarkan cerita mami, termasuk anet dan juga pekerja yang masih setia di tempat masing masing....
**bersambung....
Selamat malam bundsist semua, gak terasa besok udah sabtu aja ya..
Btw, selamat tahun baru islam. jangan lupa zikri malamnya. bagi yang muslim..
semoga kita semua selalu dalam lindungan Allah di setiap helaan nafas ini.
aamiin**..
__ADS_1