Bukan Gadis Desa Biasa

Bukan Gadis Desa Biasa
BAB 149


__ADS_3

*Jadi anda anak nya ibu panti* tanya anet, karena dia tak pernah meliahat pria ini sebelumnya setiap berkunjung ke panyi, dan ibu panti juga tak pernah mengatakan jika memiliki anak laki laki, hanya ada satu anak perempuan saja.


*Lebih tepatnya salah satu anak asuh nya, dan saya anak asuh pertama nya ibu penti* jelas samuel.


*Ooh, kami baru mengetahui sekarang, oh ya silahkan di minum dulu teh nya* suguh anet ramah dan di angguki oleh samuel.


*Maaf tuan samuel, kalau boleh kami tau, kemana anda saat lejadian itu, apakah anda tidka tinggal bersama mereka lagi di panti* tanya ambran.


*Iya tuan, saya sudah pindah dari panti tepat nya tiga tahun lalau, saat umur saya 22 tahun karena saya sudah memiliki sebuah perusahaan kecil dan sebuah rumah sederhana.* Jelas samuel. anet dan ambran kagum dengan pria muda di depna mereka ini


*Dan sebelum tuan serta nyonya bertanya kenapa saya bisa menjadi seorang pengusaha dan tidak tinggal di panti lagi, saya akan jelaskan. dari sejak sekolah SMP saya sudah belajar ilmu bisnis dari internet saat pelajaran komputer, serta meminjam buku di perpustakaan sekolah tentang bisnis dan saya bertahap mencoba mempraktik kannya, setelah saya Lulus SMA saya mendapat beasiswa dari sebuah perusahaan ternama nomor 2 di asia, setelah lulus S2 dalam waktu 4, 5 tahun, saya di beri modal awal oleh perusahaan yang telah membiayai saya selama studi*


*Apakah perusaaan TANGRUP yang memeberikan beasiswa itu pada mu* tanya anet.


*Betul nona, perusahaan itu lah yang telah membawa dan menjadikan saya seorang pengusaha kecil. dan saya juga tau anda adalah bagian dari tuan Dody Tan bukan*

__ADS_1


*Ya, saya keponakan dari sebelah istrinya*


*Dalam bidang apa usaha mu dik* tanya anet lagi.


Mendengar ada yang memanggilnya dengam sebutan adik hati semuel berbunga, dia tiba tiba saja merasa ada yang menyayanginya selain ibu panti.


*Kuliner kak, tapi saya baru punya 4 cabang saja, belum seperti kak anet dan bang ambran yang sudah memiliki banyak anak cabang di berbagai kota, dan semoga suatu saat saya bisa mewujidkan mimpi saya dan mencari keberadaan ibu saya, serta ingin membangun rumah panti dengan pasilitas yang lebih baik dari sekarang.* impian samuel selama ini.


*Aamiin, semoga saja segera terwujud ya cita cita kamu* ucap anet dan ambran juga setuju dengan istrinya.


*Sama sama, Oh ya boleh saya tanya satu hal lagi* ucap anet.


*Silahkan nona,*


*Kenapa ibu panti dan adik adik lainnya tidak mau tinggal bersama mu*

__ADS_1


*Ntah lah nona, saya sudah berulang kali mengajak mereka tinggal di rumah saya, tapi ibu selalu menolak dengan alasan mereka terlalu ramai jika harus tinggal di rumah saya, dan ibu takut merepotkan saya. Padahal jika mereka mau tinghal di rumah saya, saya sangat bahagia sekali. karena mereka adalah bagian dari hidup saya* jelas samuel dengan nada melow.


*Sudah lah, jangan melow gitu, kamu harus semangat untuk mencapai impian kamu, buatkan mereka rumah megah segera, kalau kamu butuh bantuan hubungi saya atau istri saya* Ambran memberi semangat pada samuel dan menepuk bahu pria yang usianya 1 tahun di bawah anet. istrinya.


*Terima kasih tuan, nona*


*Saya menyesal pada hari kejadian itu tidak bisa membatu ibu dan adik adik di panti, karena sibuk mengejar wanita imoian saya, tapi ternyata wanita itu lah yang berbuat keji pada keluarga saya* sambung samuel begitu terbuka pada ambran dan anet, tak tau mengapa dia merasa begitu dekat dengan suami istri ini.


*Tunggu, wanita yang kamu suka justru membuat celaka ibu dan anak panti, maksud mu wanita itu denada* Tebak ambran.


*Iya, dia adalah denada, wanita yang selalu mencoba membuat rumah tangga tuan dan nona hancur* ucap samuel jujur.


*Jadi kamu.........*


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2