
Saat Anet, ambran dan robi sarapan, Ponsel anet berdering, namun baru saja anet ingin menekan tombol hijau di layar, dering itupun berhenti. *Siapa yang menelpon* tanya ambran kepo.
*Gak tau, nomor baru* jawab anet, lalu meletakkan ponselnya di meja kaca berdamoingan dengan botol susu hangat yang ia beli tadi.
Saat ingin mengambil air mineral yang agak jauh dari jangkauannya, tampah sengaja anet menyenggol botol susu hangat tersebut dan alhasil mengenai lengannya, karena ingin menyelamatkan ponselnya dari tumpahan susu tersebut.
*Aaauu, panas* tetiak anet. dengan sigap ambran mengambil tangan anet dan meniup niupnya.
*Sebaiknya segera cuci tangan mu net, nanti bisa melepuh* saran robi yang juga ikut panik melihat expresi anet. Ambran bangkit dan membawa anet ke kamar mandi yang ada di dalam ruangan dea.
Setelah mencuci tangan anet, ambran dengan telaten mengelap tangan putih mulus itu dengan tisu yang tersedia di sana. *Apa masih terasa panas* tanya ambran, anet mengangguk dna hendak menangis, namum karena malu, ia mencoba menahannya.
*Lain kali hati², jangan ceroboh. bisa membahayakan diri sendiri* omel Ambran. Anet hanya mengangguk matanya mulai mengembun.
Melihat Anet ingin mennagis, ambran memeluknya, *Sudah ini tidak apa apa, nanti kakak minta salap sama orang apotik rumah sakit, biar gak melepuh* ucap ambrandan melepas pelukannya.
__ADS_1
Setelah keluar dari kamar mandi, Ambran dan anet mendapat godaan dari si jahil Robi.
*Lama amat di dalam, ngapain sih ?, pasti nyempatin buat romantis romantisan dulu ya* dea menyenghol tangan sang kekasih. *Aalish, bocah satu ini mengganggu kebahagiaan orang saja* balas ambran, namun anet hanya tersipu malu, wajahnya mereah seperti udang rebus.
Jam makan siang Anet dan robi masih setia menemani dea di ruang rawat tersebut, sementara Ambran harus pulang setelah membelikan ante salap tadi pagi, karena ada urusan kerjaan yang tidak bisa ia tinggalkan.
mami, papi,paman, dan bunda masuk ke kamar rawat dea bersamaan ketika penghuninkamar sedang asik mengobrol bertiga.
*Assallamualaikum* ucap bunda dan mami bersamaan, sementara papi dan paman menyusul di belakang.
*Makasih bun, tau aja kalau anak nya yang paling imut ini belum mandi hehehe* Anet mencium pili bunda dan melangkah sambil cengengesan ke kmar mandi.
*Robi, terima kasih sudah bangak membantu dea dan anet, * ucap papi saat mereka semua membiarkan dea beristirahat. dan duduk di sofa yang ada di ruangan tersebut.
*Sama sama om, dea kan jyga teman saya* ucap robi.
__ADS_1
*Jadi ini yang namanya robi pacar nya dea yang kamu ceritakan itu mel* tanya bunda pada mami amel. mami mengangguk dan tersenyum melihat robi yang malu malu.
*Waah, ternyata selain penyayang, setia, baik hati, wajahnya juga ganteng ya* ucap bunda. paman dan papi hanya bisa geleng geleng kepala saja melihat tingkah bunda yang mencubit pipi robi. padahal robi duduk di seberang bunda, tapi bunda bisa juga menjangkau pipi robi.
*Eh, tapi kamu kok wangi, kan kamu dari semalam juga di sini nemani dea, sama seprti anet dan siapa satu lagi* tanya bunda pada robi.
*Ambran tante,* jawab robi.
*Ah ya, Ambran.* ucap bunda dengan gaya mengancungkan jempol pada robi.
*Iya, tadi pagi robi udah mandi tan, karena di mobil selalu ada baju ganti, maklum kadang suka pergi pergi mendadak* jawab robi.
*Robi ini selain sekretaros pribadi ambran, dia juga seorang pembisnis di bidang kuliner mbak* mami amel menjelaskan pada bunda.
bunda meangut mangut mendengar penjelasan Mami amel...
__ADS_1
Bersambung....